DENPASAR, radarbali.id - Terungkap sudah motif dan modus model asal Semarang, Jateng, tega membiarkan bayi yang baru dilahirkannya di kloset hotel lalu membuangnya di tong sampah Bandara I Gusti Ngurah Rai Minggu 15 Oktober 2023. Dia bernama Zhafira Devi Liestiatmaja usia 28 tahun dan bekerja sebagai Model.
Darah dagingnya jenis laki-laki dilahirkan di toilet hotel agar tidak diketahui kekasih asal Singapura inisial J. Bayi tak berdosa ini dibiarkan terendam dan tewas di dalam lubang kloset. Akibatnya, wanita pekerja model ini dijerat dengan hukuman berat dengan ancaman 9 tahun penjara.
Kejadian ini berlangsung ketika wanita berprofesi model perawakannya kurus, tinggi, dan langsing dengan rambut sebahu dan berombak ini menginap dengan lelaki Singapura inisial J yang sudah empat bulan berpacaran, nginap di Hotel ST Legian, Kuta Badung.
Tepat hari ke lima (hari terakhir) liburan di Bali, wanita juga berstatus Selebgram ini merasakan sakit perut sekitar pukul 03.00. Ia sempat bolak balik ke toilet. Ngakunya ingin buang air besar namun kotorannya tak kunjug keluar.
Karena terus merasa mules, membuatnya tak nyaman, perempuan yang juga menerima endorse ini duduk di kloset sekitar pukul 07.00. Dia merasakan ada yang keluar, sekitar pukul 08.00. Selanjutnya menyiram dengan menekan kran air kloset (mengeflesh).
Selanjutnya meraskan ada yang keluar ke dua kalinya. Saat itu baru melihat ada sosok bayi dalam kloset. "Dia baru sadar bahwa yang keluar itu seorang bayi laki-laki," terang Kapolres Bandara AKBP Ida Ayu Wikarniti didampingi Kasat Reskrim Iptu Rio Ritonga, dalam jumpa pers di Mapolres, Kamis (26/10).
Melihat dan mendengar tangisan bayi, dia kembali mengeflesh dan panik dan takut tangisan bayi diketahui oleh kekasih, baru berpacaran 4 bulan, yang sedang tidur nyenyak, penutup kloset diturunkan (ditutup).
Karena upaya menyiram bayi masuk ke dalam kloset tidak bisa, dirinya pindah ke bilik sebelah (tempat boker ke tempat mandi) untuk bersih badan dan kakinya yang penuh darah. Kurang lebih sekitar 15 menit membersihkan darah, dia keluar dari toilet dan mengambil plastik laundry warna putih milik pelaku dari kopernya, di letakan di lemari.
Lalu bergegas kembali ke toilet dan mengambil bayi tersebut dari kloset. "Diduga karena kekurangan udara, dan bayi terendah air kloset, bayi pun meninggal," tambah Kapolres.
Bayi di ambil dari kloset itu diduga sudah tidak bernyawa karena tidak ada lagi tangisan. Selanjutnya di bungkus dengan plastik laundry warna putih, serta dimasukan ke tas laundry warna putih dan di simpan di lemari pakaian di sebelah koper.
Lalu, yang bersangkutan pergi meninggalkan kekasihnya, sekitar pukul 14.30. Sebab, Zhafira Devi Liestiatmaja datang ke Bali sejak 11 Oktober 2023 tiketnya langsung di booking pulang (PP).
Jadwal pulang Minggu 15 Oktober 2023. Yang bersangkutan pergi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan taksi online. Tentunya membawa tas warna krem dibagian bawah didalamnya berisi bayi di bungkus kantong plastik laundry warna putih.
Baca Juga: Kejutan Harga Baru Redmi Note 12 Series, Makin Worth it untuk Ngonten Setiap Hari
Mobil Sigra taxi online yang ditumpangi, tiba di lalin pintu Terminal Keberangkatan Domestik sekitar pukul 15.00. Dia bergegas turun dan menuju ke counter checkin dengan membawa tas warna krem digantung di bahu sebelah kanan.
Belakangan, sopir taksi bersaksi bahwa sempat melihat bercak darah di mobil namun dikira darah menstruasi. Lanjut Kapolres, wanita cantik tersebut lalu melangkah keluar ke taman, usai checkin sekitar pukul 15.15.
Di luar, perempuan ini duduk santai di taman yang berada di Drop Zone 2 Terminal Keberangkatan Domistik. Tas tangan warna kream didalamnya berisi bayi dibuang di tong sampah warna hijau saat situasi sedang sepi, sekitar pukul 15.25. Setelah itu dia kembali menuju ke terminal Keberangkatan Domestik melalui taman untuk berangkat ke, Semarang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Puan Bantah Kabar tentang Jokowi Sempat Ingin Menjabat 3 Periode
Selebgram sering terbang ke luar negeri ini, pulang ke kampung halaman, yakni semarang menumpangi pesawat lion Air JT 0925. Atas fakta-fakta yang didapati, tim opsnal melakukan pemetaaan keberadaan pelaku di semarang Jawa Tengah. Dikatakan, runut kronologis kejadian ini sesuai dengan keterangan para saksi, baik petugas kebersihan bandara yang menemukan bayi di tempat sampah.
Termasuk keterangan saksi dari pihak hotel, sopir taksi online, CCTV hotel dan CCTV Bandara. Lalu, tim Opsnal Garuda Bhuana di bawah pimpinan Kasat Reskrim IPTU Rio Ritonga. Berangkat ke Semarang, Kamis 19 Oktober 2023 pukul 10.00. Bekerja sama dengan kepolisian setempat, langsung melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap keberadaannya.
Tim Opsnal Garuda Bhuana memgamankan Zhafira Devi Liestiatmaja beserta barang bukti di rumahnya di Semarang Jawa Tengah, tanpa perlawanan, sekira pukul 17.30. Kemudian diterbangkan ke Bali untuk proses penanganan lebih lanjut. Pun dijelaskan modus yang bersangkutan, yakni melahirkan di dalam kloset.
Baca Juga: Dari Sidang Gugatan Perdana Praperadilan JDA: Pengacara Bersikukuh Tolak Penetapan Tersangka
Menyiram dengan menekan kran air kloset, lalu menutup kloset, dengan penutupnya. Kemudian membungkus dengan kantong plastik. "Motifnya takut di ketahui hamil dan elah melahirkan oleh pacar barunya. Selama ini perempuan tersebut mengenakan baju berukuran besar," tutur Kapolres. Dah hasil pengembangan, wanita tersebut awalnya tidak tahu bahwa hamil sejak kapan.
Dia baru sadar sudah hamil saat Agustus 2023 namun sempat diduga bahwa kelainan hormon. Sebab selama ini jadwal mensnya tidak teratur.
"Dia sendiri ngaku tidak tahu sudah hamil. Namun dia akui, sejak bulan Agustus sudah tidak menstruasi," tambah Kapolres. Walaupun demikian, dari hasil pengembangan, selalu mendapatkan proyek sebagai model di luar negeri ini berhubungan badan terakhir kali pada akhir tahun 2022 dan Januari 2023.
Baca Juga: Sampah Terus Meluber, TPST di Denpasar Belum Maksimal, Walikota Evaluasi Pihak Pengelola
"Dia sendiri bingung dengan siapa ayah dari bayi (korban). Kerena sempat berhubungan badan dengan beberapa mantan pacarnya," tambahnya.
Bahkan sambung Kasat Reskrim IPTU Rio Ritonga menyatakan, saat ditangkap orangtua wanita tersebut kebingungan dan mengaku tidak tahu bahwa anak mereka (pelaku) hamil. "Orang tua pelaku tidak tahu. Terkejut ketika kami mengamankannya," tambahnya.
Barang bukti diamankan, 1 buah tas tangan warna krem di bagian bawah warna hitam. 2 buah kantong plastik putih berisi tulisan NOSTOI dan laundre bag. 1 pasang tong sampah warna hijau dan kuning, 1 pcs baju bkeser warna coklat dengan kantong ke dua sisi warna hitam. 1 buah celana pendek warna hitam. Juga 1pcs baju kaos warna hitam. 1 pasang sepatu cat warna putih dengan ujung motif batik. Dan 1buah tas tangan warna putih.
"ZDL, 28, pekerjaan Model , perempuan, asal Semarang Selatan, Kota Semarang Jawa Tengah terancam di hukum 9 tahun. Diduga berencana karena membawa kresek," tandasnya.
Dia dikenakan pasal Pasal 342 KUHP, berbunyi seorang ibu yang dengan sengaja akan menjalankan keputusan yang diambilnya sebab takut ketahuan bahwa ia tidak lama lagi akan melahirkan, menghilangkan jiwa anaknya itu pada ketika dilahrikan atau tidak lama kemudian daripada itu, di hukum karena pembunuhan anak yang di rencanakan. ***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.id