Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Tahu Diri! Diberi Tempat Tinggal, Pemuda Riau Embat Brankas Beirisi Uang dan Perhiasan Ratusan Juta di Serangan

Tim Redaksi • Sabtu, 28 Juni 2025 | 05:57 WIB
MF, terduga pelaku.
MF, terduga pelaku.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kasus pencurian dialami Ni Kadek Ariani, 47. Dia mengalami kerugian setelah brankas berisi perhiasan emas, uang tunai, dan surat-surat berharga dengan total kerugian sekitar Rp300 juta, digondol terduga seorang pemuda berinisial MF.

Mirisnya, MF yang asal Pekanbaru, Riau, oleh korban sempat diberikan tempat tinggal, bahkan sudah dianggap anak sendiri.

Peristiwa pencurian ini diketahui pada 16 Mei 2025 lalu di sebuah rumah Jalan Tukad Punggawa, Banjar Ponjok, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku pertama kali dikenal pada Desember 2024. Ia sempat tinggal di kos milik korban selama sebulan.

Setelah keluar dari kos, pelaku mulai mendekat dengan alasan menyentuh hati: ia mengaku sebagai anak yatim piatu yang tidak memiliki keluarga dan hidup sebatang kara. Tersentuh oleh cerita tersebut, keluarga korban akhirnya mengajak pelaku tinggal di rumah sejak Maret 2025.

“Dia kami perlakukan seperti keluarga sendiri. Kami percayakan rumah, bahkan dia biasa antar jemput tamu,” ujar salah satu anggota keluarga yang menjalankan usaha home stay tersebut, Jumat (27/6).

Namun, kepercayaan itu justru dikhianati saat tanggal 15 Mei 2025, Ariani dan suaminya I Made Wija Wijaya pulang kampung ke Buleleng.

Ada pun anak kedua pasutri ini tidak ikut ke Buleleng, sementara rumah pun dititipkan kepada MF. Saat pulang pukul 21.00 WITA, pelaku menghilang.

Keesokan harinya, barulah diketahui pelaku membawa kabur satu unit brankas yang menyimpan harta senilai ratusan juta rupiah.

Made Wija langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Selatan pada 16 Mei, disusul Ariani yang memberikan keterangan lebih lanjut keesokan harinya

Tak hanya mengandalkan kepolisian, keluarga juga melakukan pencarian mandiri. Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku terlihat meninggalkan rumah membawa barang-barang. Sepeda motor pelaku pun ditemukan dititipkan di rumah seorang temannya di hari yang sama.

“Kami tidak menyangka niat tulus kami dibalas dengan pengkhianatan. Hati kami belum bisa menerima kejadian ini,” ujar anggota keluarga dengan nada sedih.

Penyidik Polsek Denpasar Selatan telah memeriksa sejumlah saksi. Penyidik masih melakukan penyelidikan intensif dan melacak keberadaan MF yang diduga sebagai orang terakhir yang bersama pelaku.

Pihak keluarga korban pun berharap MF segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Editor : Rosihan Anwar