Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kasus Mutilasi WNA Ukraina di Bali: Diculik di Jimbaran, Minta Tebusan Rp 168 Miliar

Andre Sulla • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:10 WIB

WNA Ukraina Ihor Komarav yang hilang di Jimbaran pada 15 Februari 2026. Polisi menemukan kemiripan 80 persen tato jam dunia yang berada di lengan kiri korban.
WNA Ukraina Ihor Komarav yang hilang di Jimbaran pada 15 Februari 2026. Polisi menemukan kemiripan 80 persen tato jam dunia yang berada di lengan kiri korban.

RADAR BALI – Misteri hilangnya warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav (28) di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, menemui titik terang yang tragis.

Penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Sukawati, pada Jumat (27/2/2026), diduga kuat berkaitan dengan laporan penculikan pria tersebut yang sempat viral di media sosial.

Dugaan ini menguat setelah aparat menemukan ciri fisik spesifik berupa tato bergambar Bunda Maria dan jam pada potongan lengan korban.

Tato tersebut dinyatakan memiliki kemiripan hingga 80 persen dengan milik Ihor yang dilaporkan hilang sejak pertengahan Februari lalu.

Penemuan jasad dalam kondisi tidak utuh ini memicu penyelidikan intensif dari tim gabungan Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati.

Sejumlah bagian tubuh seperti kepala, kaki, lengan, hingga organ dalam ditemukan tersebar di sepanjang bibir pantai dan muara sungai.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy membenarkan temuan tersebut dan menyatakan bahwa seluruh potongan tubuh telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk proses autopsi.

"Kami tidak bisa berspekulasi. Semua harus berdasarkan scientific investigation, mulai dari visum hingga pemeriksaan laboratorium," tegas kabid humas polda Bali tersebut.

Jejak Penculikan dan Tebusan Fantastis

Sebelum penemuan jasad ini, jagat maya Bali dihebohkan dengan video Ihor Komarav yang mengaku disekap di Kuta Selatan.

Dalam rekaman itu, korban tampak panik dan meminta keluarganya menyiapkan uang tebusan sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 168 miliar.

Kronologi hilangnya korban bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026.

Saat itu, Ihor bersama rekannya, Roman Salin (WN Rusia) dan Yermak, sedang berlatih mengendarai sepeda motor di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran.

Yermak melaporkan bahwa mereka diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal.

Setibanya di lokasi kejadian, Roman hanya menemukan ponsel dan tas milik Ihor, sementara korban sudah tidak ada di tempat.

Identifikasi Melalui DNA

Mengingat kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan, tim DVI dan Bid Labfor Polda Bali kini fokus pada pencocokan DNA.

Sampel DNA dari keluarga korban di Ukraina telah diambil untuk dibandingkan dengan sampel dari potongan tubuh yang ditemukan di Bali.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami lokasi pasti eksekusi pembunuhan tersebut.

Muncul dugaan bahwa korban dibuang di muara sungai untuk menghilangkan jejak.

Selain menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi penculikan, petugas juga terus melakukan penyisiran di sepanjang pantai untuk mencari kemungkinan adanya potongan tubuh lain yang belum ditemukan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Pantai Ketewel #berita bali #Ihor Komarav #Pembunuhan Jimbaran #polda bali #Mutilasi Bali #Warga Negara Ukraina #Kriminal Internasional