Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Artis Jennifer Coppen Dianiaya di Diskotek Shishi Bar Bali

Yoyo Raharyo • Minggu, 15 Mei 2022 | 01:30 WIB
Artis Jennifer Coppen mengaku menjadi korban penganiayaan di Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (12/5). (Instagram @jennifercoppenreal20)
Artis Jennifer Coppen mengaku menjadi korban penganiayaan di Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (12/5). (Instagram @jennifercoppenreal20)
BADUNG - Artis blasteran Indonesia-Belanda, Jennifer Coppen dianiaya di sebuah diskotek Shishi Bar, Jalan Petitenget, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penganiayaan itu terjadi saat Jennifer Coppen berlibur di Bali.

Jennifer Coppen datang ke Shishi Bar Rabu malam (11/5/2022) sekitar pukul 21.00 Wita. Pemilik akun Instagram @jennifercoppenreal20 ini datang bersama beberapa temannya.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi usai gadis yang berperan sebagai Caca dalam sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten pada 2017 lalu itu bersama teman-temanya hendak pulang dari diskotek Kamis (12/5) sekitar Pukul 03.30 Wita. Saat sampai di depan pintu masuk Shishi Bar, Jennifer Coppen melihat seorang bule perempuan yang diganggu beberapa orang pria.

Bule perempuan yang dalam kondisi mabuk itu dikelilingi beberapa orang pria. Beberapa pia mencolek dan menggerayangi bule perempuan tersebut. Namun tak ada satu pun pengunjung yang mau menolong wanita tersebut. (Bersambung halaman berikutnya)



Melihat pelecehan seksual seperti itu, naluri kewanitaan artis yang sempat membintangi web series berjudul Kisah untuk Geri pada 2021, ini mencoba melerai.

"Kepada penyidik, dia mengaku tak tega melihat seorang bule cewek diganggu oleh sekelompok laki-laki. Wanita asing itu mabuk lalu dicolek dan digerayangi," jelas sumber kepolisian kepada radarbali.id, Sabtu (14/5).

Jennifer Coppen memberanikan diri. Ia mendekat lalu memberi tahu kepada para kelompok lelaki ini agar tidak berbuat senonoh terhadap perempuan.

Bukannya mendapat tanggapan positif, upaya Jennifer Coppen justru berbuah pahit baginya. Tanpa basa-basi, salah satu dari laki-laki itu menganiaya dengan cara menampar pipi bagian kanan Jennifer Coppen.

Usai menampar, lelaki berbadan kekar itu juga sempat menghardik bintang film layar lebar berjudul Generasi Micin pada 2018 lalu itu dengan kata-kata jangan macam-macam dengan mereka. (Bersambung halaman berikutnya)



Jennifer Coppen yang juga membintangi sinetron berjudul Romeo dan Juminten pada 2016 lalu, itu pun akhirnya melapor ke Polsek Kuta Utara, Kamis (12/5) siang itu.

Jennifer Coppen belum belum bisa dikonfirmasi. Gadis yang berakting dalam web series berjudul Negeri 5 Menara The Series, juga pemain sinetron berjudul Kisah untuk Geri itu belum membalas konfirmasi radarbali.id melalui direct message (DM) Instagramnya.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Mohammad Amir membenarkan bahwa telah menerima laporan Jennifer Coppen yang mengaku dianiaya. Dia menyatakan, pihak Reskrim Polsek Kuta Utara sementara melakukan penyelidikan kasus penganiayaan terhadap bintang serial Pretty Little Liars di Shishi Bar.

Kata Mohammad Amir, pihaknya memintai keterangan saksi korban dan saksi di lokasi kejadian. Termasuk akan mengecek CCTV.

"Ya, benar, korban artis dan dia sempat post di sosmednya otomatis menjadi viral. Kita masih melakukan penyelidikan," singkat Iptu Mohammad Amir. (dre) Editor : Yoyo Raharyo
#penganiayaan #Jennifer Coppen #shishi bar #Diskotek #petitenget #ditampar #jennifer coppen dianiaya #artis jennifer coppen #bali #dianiaya