Saat di interogasi Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, Wijaya (tersangka) mengaku, WNA tersebut baru dikenal karena sudah dua kali (dua hari berturut-turut) bertandang ke Café-nya. Karena Vila yang ditempat yakni Vila Monyet No,2, Jalan Balangan No 25, Gang Mangga, Ugasan, Kuta Selatan, tak begitu jauh dengan TKP. Lalu, ia sempat menenangkan korban, saat melempar botol arak dan gelas ke luar Cafe.
"Saya tersulut emosi sesaat. Waktu itu usai melempar botol dan gelas, dia (korban) sedang kencing, saat ditenangkan dia malah kencingi kaki kiri saya, dan memukul pinggang," sebutnya. "Yak hanya itu, ditambah leher saya digigit," tambahnya.
Meski demikian, langsung diberitahu oleh bos Cafe agar melakukan hal seperti itu. "Dia malah galak. Saya lalu masuk ke dalam cafe. Namun di kejar dan di banting, setelah itu diambil kursi tersebut dan hendak menyerang saya. Spontan, kursi di rebut dan saya langsung memukul kepalanya satu kali," kata pelaku saat ditanyai awak media saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Kuta Selatan.
Setelah WNA asal Negeri Kanguru ini klenger dan jatuh ke lantai, Wijaya langsung menutup Cafe dan bergegas ke rumahnya yang tak begitu jauh dari TKP, yakni di Banjar Werdhi Kosala Ungasan, Ungasan, Kuta Selatan.
Wijaya mengaku menyesal atas perbuatannya ini karena emosi sesaat. "Saya sangat menyesal, saya tidak bermaksud mengakhiri nyawa korban, hanya emosi sesaat," tandas Wijaya di hadapan awak media. Senada di terangkan Kombespol Bambang, didampingi Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Nyoman Karang Adiputra, Scott diketahui sedang liburan di Bali. Penyeban kerubutan itu karena keduanya terpengaruh alkohol jenis arak oplosan.
Kombespol Bambang Yugo Pamungkas menjelaskan kejadian ini bermula ketika Scott pamitan ke istrinya Ni Nyoman Purnianti, 30, untuk pergi minum-minum ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jarak dari vila, kurang lebih 50 meter dari penginapan (vila), Rabu (22/2) sekitar pukul 19.30. Beberpa jam kemudian, pemilik pasport PA3205XXX sempat mengirim pesan ke istrinya kalau ia masih minum di warung tersebut. Setelah itu Purnianti ketiduran dan terbangun keesokan harinya, Kamis (23/2), sekitar pukul 03.45. Sang suami ternyata belum pulang.
Sehingga sang istri yang berkebangsaan Indonesia, asal Lombok, NTB, mencari suaminya ke warung Uncle Benz, karena beberapa kali ditelon, tidak dijawab. Purnianti juga mengajak adiknya I Gede Juni Artawan menemaninya. Sesampainya di lokasi, kakak beradik ini mendapati Scott tergeletak di teras Cafe dengan kondisi berlumuran darah. Tampak luka terbuka di kepalanya serta wajah.
Purnianti pun langsung berlari memeluk pria bertato yang saat itu bertelanjang dada. Mereka berupaya menghubungi dan memanggilkan ambulans. Selanjutnya, dibawa ka RS BIMC Kuta. Nahas, dokter menyatakan Troy sudah meninggal. Sang adik melaporkan perkara itu ke Polsek Kuta Selatan. Sementar jenazah lelaki Aussie dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Sanglah. Terpisah, Tim Opsnal Reskrim Polsek Kutsel segera menyelidiki kasus. Saat itu juga langsung mengantongi identitas pelaku yang tak lain adalah pemilik Cafe. Saat itu juga polisi mengamankan Wijaya di rumahnya kawasan Banjar Werdhi Kosala Ungasan.
"Ya, pelaku tersulut emosi, kaki dikencingi, pinggang di pukul, leher di gigit bahkan di serang gunakan kursi. Wijaya berusaha merebut kursi dan dihantem pada kela Scott," tuturnya. Wijaya mengaku, saat WNA tersebut tersungkur, dia langsung menutup Cafe dan pulang. "Ngakunya, dikira bule ini pingsan.Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun," pungkas Kapolresta. (dre/rid) Editor : M.Ridwan