Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada Semeton, Empat Sungai di Kabupaten Jembrana-Bali Ini Dicemari Bakteri Ecoli, Apa Itu?

Muhammad Basir • Selasa, 26 September 2023 | 01:57 WIB
Sungai Iijogading di Jembrana bagian tengah yang masuk kategori cemar sedange ecoli.
Sungai Iijogading di Jembrana bagian tengah yang masuk kategori cemar sedange ecoli.

NEGARA - Sebanyak 7 sungai di kabupaten Jembrana menjadi sampel pengecekan penghitungan indeks pencemar. Dari jumlah sungai tersebut, 4 sungai masuk kategori cemar sedang dan ringan. Waspada semeton bali.

Pencemaran yang mendominasi, bakteri escherichia coli (e.coli), berasal dari kotoran hewan ternak yang dibuang ke sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengatakan, tujuh sungai yang menjadi sampel penghitungan indeks pencemar, di antaranya sungai Sanghiang Gede, Kaliakah, Ijogading, Dangin Tukadaya, Bilukpoh, Yehembang dan Pulukan. "Pengecekan setahun dua kali, saat musim kemarau dan musim hujan," jelasnya.

Pengambilan sampel dari tujuh sungai, di bagian hulu, tengah dan hilir. Setiap bagian yang diambil sampel artinya memiliki tingkat pencemaran berbeda.

Dari tujuh sungai tersebut ada empat sungai yang mengalami cemar sedang dan cemar ringan. "Sebagian besar karena cemar dari parameter ecoli," jelasnya.

Dijelaskan, tujuh sungai tersebut dari statistik per titik, untuk sungai Sanghiang Gede, Yehembang dan Pulukan dari bagian hulu, tengah dan hilir masih masuk kategori memenuhi baku mutu. Sedangkan sungai lain, sungai Kaliakah masuk memenuhi baku mutu di hilir sedangkan tengah sudah cemar ringan.

Kemudian sungai Ijogading, bagian hulu cemar ringan, bagian tengah cemar sedang dan bagian hilir sungai memenuhi baku mutu.

Sungai Dangin Tukadaya, bagian hulu memuhi baku mutu, tetapi bagian tengah dan hilir mengalami cemar sedang. Dan sungai Bilukpoh mengalami cemar ringan di bagian hulu dan tengah, tetapi bagian hilir cemar sedang.

Menurut Dewa Ary, indeks kualitas air sungai tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium. Secara umum sudah lebih baik dari dua tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2021 indeks kualitas air 34.44 point dan tahun 2022 lalu indeks kualitas air 40.00 point.

Sedangkan indeks kualitas air tahun 2023 periode  pertama sudah melampaui dari target 48.56. Dimana indeks kualitas air di Jembrana mencapai 57.62 point. "Meksipun masih ada yang cemar kategori ringan dan sedang, indeks kualitas air di Jembrana sudah lebih baik dari sebelumnya," jelasnya.

Dewa Ary menegaskan, dari sejumlah parameter yang ada, tidak ada timbal yang mencemari sungai. Pencemaran sungai yang terjadi sebagian besar e-coli ini, karena masih ada pembuangan kotoran hewan ke sungai. Sedangkan kotoran manusia yang juga menjadi sumber ecoli dinilai sudah berkurang, karena sudah banyak yang membuat septik tank sendiri di rumah tangga. "Memang perlu edukasi lagi ke masyakarat agar tidak membuang limbah ke sungai," terangnya. (*)

 

 

 

 

Editor : Donny Tabelak
#bakteri #bakteri ecoli #Semeton #Dinas Peternakan