Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jarak dari Pantai Tinggal 20 Meter, Sering Dihajar Ombak Besar, Sekolah Ini Terancam Amblas Ditelan Abrasi

Muhammad Basir • Rabu, 12 November 2025 | 14:04 WIB
WASWAS OMBAK : Dua siswa depan MI Nurul Ikhlas Banjar Pebuahan yang terancam abrasi . (M.Basir)
WASWAS OMBAK : Dua siswa depan MI Nurul Ikhlas Banjar Pebuahan yang terancam abrasi . (M.Basir)

 

NEGARA, Radar Bali.id – Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ikhlas, Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, kini berada di ujung tanduk.

Sekolah swasta setingkat SD ini semakin hari kian terancam hilang ditelan abrasi pantai yang parah, memaksa pihak sekolah harus meliburkan puluhan siswa saat ombak besar menerjang.

Jarak sekolah ke bibir pantai saat ini hanya tersisa sekitar 20 meter, bahkan jauh lebih dekat dari sebelumnya. Ketika gelombang tinggi datang, air laut tak hanya merendam halaman, tetapi juga masuk hingga ke ruang kelas dan ruang guru.

Akses Jalan Hilang, Siswa Bertaruh Nyawa

Ancaman terbesar bukan hanya bangunan sekolah, tetapi juga keselamatan 57 siswa yang belajar di sana. David dan Rizky, dua siswa di sekolah itu, menceritakan kesulitan mereka.

"Kalau ombak besar sekolah diliburkan, karena jalan ke sekolah ngak ada," ujar David dan Rizky yang ditemui di sekolahnya, Selasa (11/11/2025).

Kepala MI Nurul Ikhlas, Nur Ainiyah, membenarkan kondisi kritis ini. Selain air laut yang merendam, akses jalan utama menuju sekolah juga sering tertutup total oleh air pasang.

"Kalau ombak besar mulai pagi, sekolah terpaksa diliburkan. Kalau ombak besar siang, kami pulangkan lebih cepat. Siswa harus berjalan di pinggir pantai mempertaruhkan nyawa karena jalan sudah tidak ada. Di depan sekolah sudah pasti tertutup air laut, di belakang dan samping gedung tambak udang. Demi keselamatan siswa, sekolah diliburkan kalau terjadi ombak besar," jelas Nur Ainiyah.

Kondisi ini semakin memburuk setelah terjadi hujan deras dan banjir pada bulan September lalu.

Gedung Kedua Terancam Hilang

Kekhawatiran hilangnya gedung sekolah ini sangat beralasan. Nur Ainiyah mengungkapkan bahwa gedung yang mereka gunakan saat ini adalah bangunan kedua.

"Gedung sekolah ini adalah yang kedua sejak sekolah berdiri tahun 2007. Beberapa tahun lalu, sekitar 5 tahun lalu, gedung sekolah masih berjarak sekitar 100 meter dari pantai. Tapi sekarang jaraknya sekitar 20 meter," ujarnya.

Ia menambahkan, "Gedung sekolah yang lama ada di selatan jalan, jauh dari pantai. Tapi sekarang sudah hilang kena abrasi."

Pihak sekolah berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka mendesak agar ada penanganan abrasi pantai sebagai upaya jangka panjang, serta pembangunan akses jalan yang aman bagi siswa dan guru. Tanpa penanganan yang cepat, MI Nurul Ikhlas dikhawatirkan akan menyusul nasib gedung pertamanya, lenyap ditelan gelombang.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#abrasi #jembrana #ombak besar #pemanasan