NEGARA, RadarBali.id– Kabar kurang sedap datang dari pasar tradisional di Kabupaten Jembrana. Harga komoditas cabai dilaporkan melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Ketut Antara, mengungkapkan bahwa pemicu utama kenaikan ini adalah terbatasnya pasokan dari petani akibat faktor cuaca.
"Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan hasil panen menurun. Karena stok di pasar menipis sementara permintaan tetap tinggi, harga otomatis terkoreksi naik," ungkapnya, tentang cabai yang banyak rontok lantaran hujan.
Selain faktor alam, lonjakan ini dipicu oleh "himpitan" dua hari besar keagamaan, yakni Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang waktunya berdekatan. Menanggapi situasi ini, Pemkab Jembrana telah menyiapkan langkah strategis:
- Pemantauan Intensif: Memastikan ketersediaan stok bahan pokok di distributor.
- Pasar Murah: Menggelar operasi pasar di sejumlah titik untuk meringankan beban masyarakat.
"Harapannya pasokan segera bertambah sehingga harga bisa kembali stabil dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang," pungkas Antara. [*]
Editor : Hari Puspita