Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkah Mesin Pompa, Produksi Garam Baturinggit Melonjak Dua Lipat di Musim Kemarau

Z
Penulis: Zulfika Rahman❯
KEMARAU ADALAH REZEKI : Petani garam Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, mulai memproduksi garam saat memasuki musim kemarau.(ist)
KEMARAU ADALAH REZEKI : Petani garam Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, mulai memproduksi garam saat memasuki musim kemarau.(ist)

Advertisement

Beda dengan petani persawahan dan kebun yang menyukai musim hujan, sebaliknya, begitu memasuki musim kemarau, para petani garam di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, mulai semringah dan menggenjot produksi garam.

CERITA  itu dituturkan Perbekel Baturinggit, I Putu Telantik, 47, mengungkapkan bahwa seiring datangnya cuaca panas, para petani garam di wilayahnya sudah mulai melakukan aktivitas penggaraman. ”Sudah tiga mingguan para petani kembali beraktivitas,” ujarnya, Rabu 03/06/2026.

Advertisement

Telantik menuturkan, saat ini para petani di sana sudah mulai menjemur air laut yang kemudian berproses menjadi kristal garam dalam kurun waktu seminggu.

”Untuk di desa kami, produksi garam sebenarnya tidak terlalu banyak,” tuturnya. Di Desa Baturinggit sendiri, jumlah petani garam yang bertahan saat ini hanya 18 orang yang tergabung dalam dua kelompok. ”Penjualan garam di sini lebih banyak terserap ke luar daerah,” terangnya.

Advertisement

Meski jumlah petani tergolong sedikit, Telantik menyebut proses pembuatan garam saat ini jauh lebih mudah dan modern. Hal ini lantaran proses produksi kini telah dibantu oleh mesin pompa penyedot air laut.

”Sebelum dibantu mesin, biasanya petani mengambil air laut secara manual dan itu susah sekali, terlebih lagi ketika air laut pasang dan ombak besar. Tapi, dengan adanya mesin, tidak perlu lagi memikul air ke laut karena sudah langsung disedot mesin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bantuan peralatan mesin ini juga mendongkrak hasil produksi garam secara signifikan.

 ”Sebelum dibantu mesin, seminggu hanya menghasilkan 50 kilogram. Sekarang setelah ada mesin, hasil produksi sudah bisa mencapai satu kuintal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Telantik menceritakan bahwa kerajinan ini sangat bergantung pada cuaca. Selama musim hujan lalu, para petani garam di Baturinggit terpaksa beralih profesi menjadi buruh bangunan demi bisa menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan dapur. [*]

Advertisement
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

30 Hektare Lahan di Kubu, Karangasem, Hangus Diamuk Si Jago Merah

30 Hektare Lahan di Kubu, Karangasem, Hangus Diamuk Si Jago Merah

Musim kemarau panjang terus menghantui wilayah Kecamatan Kubu, Karangasem. Selain krisis air bersih, ancaman kebakaran lahan kembali memicu kecemasan

Kemarau Kering di Karangasem, Kebakaran Lahan di Kubu Menggila, Dua Lokasi dalam Sehari

Kemarau Kering di Karangasem, Kebakaran Lahan di Kubu Menggila, Dua Lokasi dalam Sehari

Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Kubu kembali marak terjadi. Pada Sabtu (12/9/2026) siang, si jago merah membakar lahan di dua lokasi berbeda hingga sempat mengancam pemukiman warga.

Ludes Dilalap Si Jago Merah, SDN 4 Tianyar Barat, Kerugian Capai Setengah Miliar

Ludes Dilalap Si Jago Merah, SDN 4 Tianyar Barat, Kerugian Capai Setengah Miliar

Musibah kebakaran hebat melanda SD Negeri 4 Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (5/9/2026) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer