Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Potensi Cuaca Ekstrem Belum Selesai, Ini Status Penyeberangan Kapal di Padangbai, Karangasem

Zulfika Rahman • Sabtu, 16 Maret 2024 | 23:25 WIB
SEPI : Kondisi Pelabuhan Padangbai, Karangasem, tempat bongkar muat penumpang kapal cepat terlihat sepi akibat penutupan sementara karena cuaca buruk, Jumat (15/3/2024).(zulfika rahman/radar bali)
SEPI : Kondisi Pelabuhan Padangbai, Karangasem, tempat bongkar muat penumpang kapal cepat terlihat sepi akibat penutupan sementara karena cuaca buruk, Jumat (15/3/2024).(zulfika rahman/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Aktivitas penyebrangan kapal fery di Pelabuhan Padangbai menuju Lembar NTB sudah kembali dibuka sejak Kamis sore (14/3/2024) lalu.

Hanya saja, dengan kondisi cuaca yang belum stabil membuat status penyebrangan feri dinyatakan waspada.

Hal itu diungkapkan, I Made Budha, Selaku Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Padangbai ditemui Jumat (15/3/2024).

Budha mengungkapkan, sejak aktivitas penyebrangan ditutup pada Rabu malam lalu, akhirnya pada Kamis siang kemarin kapal dari pelabuhan Lembar tiba di Pelabuhan Padangbai.

Saat itu, KSOP Padangbai langsung meminta klarifikasi kepada nahkoda kapal. "Hasilnya sekarang sistemnya waspada. Kemarin nahkoda dari Lembar memakai jalur pesisir nembak ke arah utara mengikuti arus," kata Budha.

Saat ini kata Budha, aktivitas penyebrangan feri dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar terpantau normal.

Namun pihaknya juga mengungkapkan, dengan kondisi cuaca yang tak menentu saat ini, bisa saja aktivitas penyebrangan terjadi penundaan lagi.

"Kami juga terus melakukan koordinasi. Apabila terjadi cuaca buruk yang berimbas pada pelayaran kami akan koordinasikan dengan pihak ASDP dan intansi terkait lainnya. Apakah ditunda atau tetap dibuka," jelasnya.

Berbeda dengan feri, aktivitas kapal cepat atau fastboat justru hingga saat ini belum dibuka.

Pantauan koran ini di pelabuhan rakyat Padangbai, aktivitas penyebrangan kapal cepat tanpa aktivitas apapun sejak ditutup pada Rabu lalu akibat cuaca buruk.

"Untuk kapal cepat hasil koordinasi kami, belum diizinkan membawa penumpang. Kemungkinan hingga tanggal 17 Maret ke depan," bebernya.

Saat ini kecepatan angin masih cukup tinggi. Yakni berkisar antara 6 sampai 25 knot dengan ketinggian gelombang rata-rata mencapai 2,5 meter. "Dengan kondisi itu, tidak memungkinkan bagi kapal cepat menyebrang," jelasnya. 


Untuk kapal cepat yang memiliki body rendah dengan kecepatan tinggi akan sangat berisiko apabila dipaksakan berlayar menuju Gili Terawangan, Lombok Utara. "Dengan ketinggian gelombang rata-rata 2 sampai 2,5 meter ini cukup berbahaya bagi kapal cepat.

Karena lebih tinggi gelombang. Kalau kena sasaran akan terjadi hal yang tidak diinginkan," imbuh Budha.

Sementara terjadi penutupan, wisatawan yang sudah terlanjur memesan tiket menuju Gili Terawangan dialihkan untuk naik kapal feri hingga penyebrangan fastboat kembali dibuka. [*]

Editor : Hari Puspita
#penyeberangan #karangasem #cuaca ekstrem #padangbai