Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Gegara Nekat Tanpa Pemandu, Turis Belanda Jatuh Terpeleset, Tewas, Saat Mendaki Gunung Agung

Zulfika Rahman • Sabtu, 25 Mei 2024 | 18:35 WIB
SYOK : Teman korban (baju hitam) di Puksesmas Selat, usai Fleur Biegstraaten dinyatakan meninggal dunia akibat terpeleset saat mendaki Gunung Agung, Kamis (23/5/2024). (Istimewa)
SYOK : Teman korban (baju hitam) di Puksesmas Selat, usai Fleur Biegstraaten dinyatakan meninggal dunia akibat terpeleset saat mendaki Gunung Agung, Kamis (23/5/2024). (Istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Seorang warga Belanda,  Fleur Biegstraaten, 29, terpeleset,jatuh dan tewas saat melakukan pendakian di Gunung Agung pada Kamis (23/5/2024) dini hari.

Warga Belanda tersebut nekat mendaki tanpa ditemani pemandu.

Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana mengatakan bahwa  bule asal negara Belanda tersebut melakukan pendakian bersama temannya,  yakni Patrick Savskov Andersen, 33,  yang merupakan pria berkebangsaan Denmark.

 Baca Juga: Maunya Nyalip, Warga Belanda Tewas Tabrak Angkutan, Begini Kondisinya

Keduanya melakukan pendakian sekitar pukul 03.00 dini hari. "Korban ini datang bersama tema  prianya naik motor dari Ubud. Keduanya mendaki melalui jalur Pura Pasar Agung," ujar Sukadana dikonfirmasi Jumat kemarin.


Selanjutnya kedua WNA yang merupakan pria dan wanita itu melakukan pendakian. Setiba di ketinggian 1.600 MDPL, WNA asal Belanda tersebut terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter. "Sesaat setelah jatuh, teman prianya ini langsung turun untuk mencari bantuan," katanya.

Setelah sampai di areal parkir Pura Pasar Agung, WNA tersebut menginformasikan bahwa temannya terjatuh.

Saat itu ia bertemu dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang diketuai I Wayan Mertayasa. "Mendapat laporan itu, kelompok tersebut membawa 20 orang untuk melakukan evakuasi," paparnya.

Setelah korban ditemukan, korban segera ditandu untuk turun ke bawah. Saat itu kondisinya mengalami beberapa luka.

"Tapi masih sadar dan sempat berbicara. Akhirnya dibawa ke puskesmas Selat untuk mendapat pertolongan," jelas Sukadana.
Setelah tiba di Puskesmas Selat, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal. "Dari informasi petugas medis, korban meninggal saat perjalanan menuju Puskesmas," imbuhnya. 
Luka yang dialami warga Negeri Kincir Angin tersebut cukup parah. Patah tulang rahang, lengan kori dan luka pada bagian perut serta dagu.

"Korban meninggal karena tidak hati-hati. Selain itu karena nekat naik tanpa pemandu," tandasnya. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polsek Selat. [*]


Editor : Hari Puspita
#warga belanda #gunung agung #mendaki gunung #karangasem