KARANGASEM, Radar Bali.id – Arus mudik menuju Pelabuhan Lembar, NTB, melalui Pelabuhan Padangbai mulai menunjukkan eskalasi signifikan, namun tetap terkendali.
Senin malam (16/3/2026), ribuan penumpang dan kendaraan memadati area pelabuhan, menandai puncak lonjakan awal dalam periode mudik tahun ini.
Dominasi Roda Dua dan Pilihan Waktu Malam
Berdasarkan data Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai, tren kenaikan penumpang sejatinya sudah terasa sejak Jumat (13/3/2026). Hingga Senin malam, tercatat sebanyak 7.352 penumpang telah menyeberang, dengan kendaraan roda dua masih mendominasi pergerakan sebanyak 2.479 unit.
Menariknya, para pemudik cenderung memadati pelabuhan pada malam hari untuk menghindari terik matahari.
"Kalau siang antrenya panas, apalagi sekarang sedang puasa. Jadi lebih nyaman jalan malam bersama keluarga," ungkap Nurfahyatin, salah seorang pemudik di lokasi.
Potong Waktu Bongkar Muat
Mengantisipasi antrean panjang, pihak ASDP dan BPTD Padangbai bergerak cepat dengan menerapkan skenario khusus. Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) BPTD Padangbai, I Ketut Sugiartono, menjelaskan bahwa pihaknya kini mempercepat ritme operasional kapal.
"Kami menambah jumlah perjalanan dari 13 trip menjadi 15 trip. Selain itu, waktu bongkar muat yang biasanya 2,5 jam kini dipangkas menjadi hanya 1,5 jam," ujar Sugiartono.
Pihak otoritas telah menyiapkan tiga skema pelayanan: Normal, Padat, dan Sangat Padat. Dengan pemberlakuan skema padat saat ini, penambahan trip dan percepatan durasi di dermaga terbukti ampuh mengurai penumpukan kendaraan.
Prediksi Kenaikan 7 Persen
Meski situasi terpantau padat merayap, koordinasi antarinstansi memastikan arus mudik tetap terkendali. Ketua Gapasdap Pelabuhan Padangbai, I Ketut Purwita, memprediksi bahwa total volume penumpang dan kendaraan pada musim mudik tahun ini mengalami kenaikan di kisaran angka 7 persen dibandingkan tahun lalu.
Sejauh ini, fasilitas penunjang di pelabuhan dan kesiapan armada kapal diklaim dalam kondisi prima untuk melayani lonjakan pemudik hingga hari raya tiba.[*]
Editor : Hari Puspita