
DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dalam rangka memperingati World AMR Awareness Week (WAAW) dan mendukung penguatan upaya pengendalian resistensi antimikroba, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan kegiatan Self-Care AMRun 2026.
Kegiatan ini meliputi kegiatan fun run sejauh 5 kilometer dan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang bertanggung jawab serta pencegahan resistensi antimikroba.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Denpasar Selatan, Minggu (1/11) pagi mengatakan, kegiatan ini merupakan nagiandari edukasi masyarakat yang dilakukan Badan POM bekerjasama dengan industri farmasi bersama adnegan kementrian terkait.
”Kita mengharapkan bahwa acara pada pagi hari ini menghimpun kesadaran masyarakat bahwa antimikroba resistence merupakan ancaman nyata. Karena bisa menyebabkan apa yang kita sebut silent pendemic," katanya kepada media.
Melalui kegiatan olahraga seperti lari, dan edukasi langsung kepada masyarakat, kesadaran terhadap risiko ini diharapkan makin tinggi.
Dia mengungkap, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan POM mulai dari tahun 2022 hingga 2025, penggunaan anti biotik tanpa menggunakan resep dokter mendekati angka 80 persen.
”Artinya dari 100 orang yang menggunakan antibiotik, ada 80 orang yang menggunakannya tidak sesuai.
Karena anti biotik itu merupakan obat keras dan wajib hukumnya menggunakan resep dokter.
Fakta itu menunjukan bahwa, betul masih ada 80 persen masyarakaat yang menggunakan antibiotik secara tidak rasional," ungkapnya.

