Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Manajemen Kemarahan

Rosihan Anwar • Minggu, 11 Agustus 2024 | 02:35 WIB
Santy Sastra
Santy Sastra

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hipnoterapist

MARAH dapat diartikan sebagai emosi yang ditandai oleh adanya pertentangan terhadap seseorang atau perasaan setelah diperlakukan tidak benar.

Kemarahan membantu memahami bahwa kita merasa dirugikan dan memberi dorongan untuk bertindak atau memperbaiki keadaan.

Menurut Linschoten perasaan manusia menurut modalitasnya terbagi menjadi 3, yakni suasana hati, perasaan, dan emosi. Emosi merupakan bagian dari perasaan dalam arti yang luas. Emosi merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, dan salah satu emosi yang paling intens dan sering dialami adalah kemarahan

Marah merupakan respons emosional yang kuat terhadap situasi atau stimulus yang dianggap sebagai ancaman, ketidakadilan, atau pelanggaran terhadap nilai-nilai pribadi seseorang ( Lerner, JS & Keltner, D., 2001 ).

Emosi ini dapat mempengaruhi psikologis dan interaksi sosial seseorang (Desteno, D. dkk., 2000). Jika marah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan berisiko terhadap dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental

Kemarahan membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat. Hal ini terjadi karena tubuh  memproduksi lebih banyak hormon adrenalin dan noradrenalin.

Setiap orang terkadang merasa marah. Namun, yang penting adalah bagaimana  menunjukkan kemarahan . Jika seseorang tidak bisa mengendalikan kemarahan , hal tersebut dapat mengarah pada perilaku agresif seperti berteriak, melempar barang, atau mengamuk.

Tidaklah baik untuk mengungkapkan kemarahan dengan cara yang dapat menyakiti diri sendiri, orang lain atau benda.

Ada banyak jenis terapi dan kursus pelatihan manajemen amarah. Terapi dan kursus ini dapat bersifat individual, kelompok, dan daring.

Pribadi yang dewasa harus  dapat mengendalikan amarah dengan mengenali kapan diri mulai marah. Jika bisa menyadari bahwa  mulai marah, harus dapat belajar cara menenangkan diri.

Sebagai manusia dewasa harus dapat mengekspresikan kemarahan dengan cara yang tegas dan penuh rasa hormat. Orang lain tidak bertanggung jawab atas kemarahan diri kita.

Masalah kemarahan dapat diatasi dengan dukungan psikologis dan terapi. Ini dapat membantu mengubah cara berpikir atau cara seseorang menanggapi situasi yang memicu kemarahan.

Pelatihan manajemen amarah tidak menghilangkan amarah manusia. Pelatihan ini mencoba membantu mengembangkan teknik untuk mengelola amarah dengan cara yang sehat.

Jika merasa kemarahan tidak terkendali, ada baiknya  berkonsultasi dengan dokter atau psikolog ataupun hipnoterpais yang dipercayai.

Kemarahan yang tidak terkendali dan berlangsung lama dapat merusak kesehatan dan hubungan. Kemarahan dapat menyebabkan hilangnya kendali dan penyesalan. (ss/han)

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar