SEMARAPURA, Radar Bali.id- Ambruknya senderan parkiran Pura Goa Lawah, Jumat (1/12/2023) dipastikan bukan karena ketidaksesuaian spesifikasi.
Namun karena dampak hujan deras yang mengguyur Klungkung saat itu. Mengingat senderan itu baru saja dibangun sehingga cukup rawan ketika diguyur hujan deras.
“Itu masih belum kering. Masih basah baru dipasang sudah diguyur hujan,” terang Kadis Pariwisata Klungkung Ni Made Sulistiawati, Senin (4/12/2023).
Ambruknya senderan parkir itu, menurut Sulistiawati, dalam masa proses pengerjaan sehingga masih menjadi tanggung jawab rekanan.
Sesuai masa kontrak, pihak rekanan mengaku sanggup menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu. “Proyeknya itu masa kontraknya sampai tanggal 18 Desember,” ujarnya.
Mengingat proyek tersebut sempat tertimpa musibah dan dengan sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi, dia telah mengingatkan pihak rekanan untuk menjaga kualitas pekerjaan.
Begitu pula konsultan pengawas dimintanya untuk mengawasi proyek itu dengan sebaik-baiknya sehingga tidak sampai bermasalah dikemudian hari. “Pengawas kami juga tekankan agar mengawasi dengan benar-benar,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Plt Bupati Klungkung, Made Kasta meninjau lokasi robohnya dinding proyek parkiran Pura Goa Lawah, Sabtu (2/12). Dinding parkiran dengan panjang kurang lebih 24 meter itu roboh, Jumat (1/12/2023), setelah wilayah tersebut terus diguyur hujan deras.
Setelah meninjau lokasi, Kasta mengaku melihat adanya kejanggalan dalam konstruksi dinding yang roboh tersebut. Dia melihat tim perencana tidak mempertimbangkan aspek getaran dari kendaraan yang melintas di depan lokasi lahan parkir tersebut.
Sebab bila melihat aspek tersebut, semestinya dinding tidak dibangun tegak lurus dan terdapat sloof sebagai penyangga dinding tersebut.
“Pada bagian dindingnya, seharusnya terdapat tingkat kemiringan bukan tegak lurus dan terdapat sloof sebagai penyangga dinding tersebut,” terangnya.
Menurutnya bila dinding kembali dibangun tegal lurus maka lambat laun dinding akan kembali roboh. Untuk itu dia meminta kepada pihak pemborong untuk segera melakukan penanganan. “Jangan sampai lewat dari batas waktu yang sudah disepakati,” ujarnya.
Lebih lanjut dia meminta kepada seluruh pemborong yang sedang melaksanakan proyek pembangunan di Kabupaten Klungkung agar dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi bahan bangun dan gambar yang sudah disetujui. “Jaga kualitas dan kuantitas proyek,” tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita