alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Gagal Jadi Wakil Gubernur, Golkar Se-Bali Dorong Sudikerta Nyaleg

DENPASAR – Rencana “pensiun” I Ketut Sudikerta sepertinya akan mendapat hadangan. Demikian pula rencana Ketua DPD Golkar Bali itu untuk fokus “berdagang”.

Pasalnya, I Gusti Putu Wijaya, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Golkar Bali dan jajaran mendorong Sudikerta tak lama-lama bersedih merenungi perolehan suara Mantra– Kerta di angka 892.170 suara atau 42,44 persen. 

Menurut informasi, para pimpinan DPD Golkar se-Bali mendorong Ketut “Tommy” Sudikerta mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI.

“Kawan-kawan tingkat II (kabupaten, red) dan provinsi mendorong Bapak Ketut Sudikerta maju sebagai calon anggota DPR RI. Pak Sudikerta ini figur yang mumpuni. Simbol partai,” ucap Wijaya percaya diri.

Menurutnya, DPP Golkar juga memberikan instruksi agar ketua DPD Golkar se-Indonesia maju ke tingkat pusat.

Baca Juga:  Gerindra, Demokrat, Nasdem Siap Bangun Poros Tengah Usung Rai Mantra

“Harapan kami beliau (Sudikerta, red) maju ke tingkat pusat. Kami yakin Bapak Ketut Sudikerta akan mampu meraih suara yang signifikan,” tandasnya.

Menariknya, disinggung soal pernyataan Sudikerta bahwa dirinya akan beristirahat berpolitik dan fokus mengurus kader partai Golkar, Wijaya menyebut itu sejatinya bukan kehendak sang ketua DPD.

“Kalau Pak Tut sih bukan kehendak Pak Tut. Mungkin Beliau memang memberikan kesempatan kepada kader-kader yang lain.

Tapi untuk kondisi ini, kami tingkat II dan provinsi mintalah kepada Pak Tut. Apalagi Pak Tut masih muda. Karir politiknya tentu masih panjang,” terangnya.

Lebih lanjut, Wijaya menyebut tidak ada alasan bagi Sudikerta untuk tidak maju sebagai calon anggota DPR RI.

Baca Juga:  KRB Resmi Usung Mantra – Kerta, Pilgub Bali Head to Head

“Ini permintaan kita, baik dari DPD Golkar se-Bali dan provinsi,” terangnya. Ditambahkannya, pertemuan khusus dengan Sudikerta untuk penyampaian aspirasi tersebut telah disampaikan.

“Pak Tut menyampaikan harus izin dulu dengan keluarga. Itu wajar. Harus dilakukan. Tentu harus ada kesepakatan dengan keluarga. Tiang pikir Beliau adalah orang yang bijak menyikapi aspirasi ini,” tegasnya. 



DENPASAR – Rencana “pensiun” I Ketut Sudikerta sepertinya akan mendapat hadangan. Demikian pula rencana Ketua DPD Golkar Bali itu untuk fokus “berdagang”.

Pasalnya, I Gusti Putu Wijaya, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Golkar Bali dan jajaran mendorong Sudikerta tak lama-lama bersedih merenungi perolehan suara Mantra– Kerta di angka 892.170 suara atau 42,44 persen. 

Menurut informasi, para pimpinan DPD Golkar se-Bali mendorong Ketut “Tommy” Sudikerta mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI.

“Kawan-kawan tingkat II (kabupaten, red) dan provinsi mendorong Bapak Ketut Sudikerta maju sebagai calon anggota DPR RI. Pak Sudikerta ini figur yang mumpuni. Simbol partai,” ucap Wijaya percaya diri.

Menurutnya, DPP Golkar juga memberikan instruksi agar ketua DPD Golkar se-Indonesia maju ke tingkat pusat.

Baca Juga:  Penahanan Eks Wagub Tomy Hampir Habis, Berkas Lengkap, Kapan Sidang?

“Harapan kami beliau (Sudikerta, red) maju ke tingkat pusat. Kami yakin Bapak Ketut Sudikerta akan mampu meraih suara yang signifikan,” tandasnya.

Menariknya, disinggung soal pernyataan Sudikerta bahwa dirinya akan beristirahat berpolitik dan fokus mengurus kader partai Golkar, Wijaya menyebut itu sejatinya bukan kehendak sang ketua DPD.

“Kalau Pak Tut sih bukan kehendak Pak Tut. Mungkin Beliau memang memberikan kesempatan kepada kader-kader yang lain.

Tapi untuk kondisi ini, kami tingkat II dan provinsi mintalah kepada Pak Tut. Apalagi Pak Tut masih muda. Karir politiknya tentu masih panjang,” terangnya.

Lebih lanjut, Wijaya menyebut tidak ada alasan bagi Sudikerta untuk tidak maju sebagai calon anggota DPR RI.

Baca Juga:  Pendamping Sudikerta Batal Dibuka, Takut Bersaing?

“Ini permintaan kita, baik dari DPD Golkar se-Bali dan provinsi,” terangnya. Ditambahkannya, pertemuan khusus dengan Sudikerta untuk penyampaian aspirasi tersebut telah disampaikan.

“Pak Tut menyampaikan harus izin dulu dengan keluarga. Itu wajar. Harus dilakukan. Tentu harus ada kesepakatan dengan keluarga. Tiang pikir Beliau adalah orang yang bijak menyikapi aspirasi ini,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/