alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Penyanyi Mebasa Bali Dek Ulik Optimis Raih Dukungan, Siap Head to Head

RadarBali.com – Penyanyi Pop Bali, Ni Made Suastini atau yang akrab di sapa Dek Ulik mendatangi Sekretariat DPC Partai Hanura Klungkung, pagi kemarin (31/7).

Istri anggota DPD RI, I Kadek Arimbawa alias Lolak itu datang untuk menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Bupati Klungkung 2018-2023.

Dek Ulik sapaan akrabnya, mendatangi Sekretariat DPC Partai Hanura Klungkung menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam sekitar pukul 10.30.

Menggunakan pakaian adat Bali, penyanyi yang kini merambah dunia politik itu didampingi beberapa anggota Tim Yayasan Kesenian Bali yang kerap dia ajak ngamen keliling Bali.

Sementara sang suami, tak tampak hadir pasalnya karena ada tugas ke luar Bali. Dek Ulik yang ditemui seusai menyerahkan formulir pendaftaran balon Bupati Klungkung 2018 ke Tim Penjaringan Cabang, DPC Partai Hanura Klungkung mengatakan, alasan dirinya mengikuti proses penjaringan balon Bupati Klungkung di Partai Hanura.

“Mewakili kaum perempuan, saya ingin ada pemimpin perempuan di Klungkung,” dalih Dek Ulik. Sebab hingga saat ini, dia melihat partisipasi kaum perempuan di kancah perpolitikan masih rendah.

Baca Juga:  Final! Terbukti Melanggar, Penyanyi Pop Bali Dek Ulik Disanksi

Bahkan, belum ada satu pun perempuan yang ikut penjaringan kecuali dirinya. “Potensi kaum perempuan sangat besar. Apalagi politik juga banyak yang melahirkan kebijakan menyangkut kepentingan perempuan,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, dia sangat optimis untuk maju di perhelatan Pilbup Klungkung 2018. Dan dia meyakini akan ada banyak dukungan untuk dirinya terutama dari kaum perempuan.

Saking optimisnya, dia mengaku tak takut bila nanti harus berhadapan dengan pasangan incumbent secara head to head.

“Walaupun nanti akhirnya head to head, kami jalan saja, mengalir apapun yang terjadi. Dan saya tetap optimis karena optimis itu penting. Saya siap untuk head to head,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Cabang, DPC Hanura Klungkung, I Nyoman Suastika menjelaskan, proses penjaringan balon bupati/wakil bupati Klungkung 2018 di Tim Penjaringan Cabang, DPC Partai Hanura Klungkung awalnya dimulai pada Rabu (19/7) dan berakhir kemarin (31/7).

Baca Juga:  Usut Pelecehan Pemangku, Polda Bali Panggil Mantan Suami Dek Ulik

Namun, karena tim melihat masih banyak kader atau non kader yang ingin maju di Pilbup Klungkung 2018 melalui Partai Hanura, maka batas akhir diperpanjang hingga Selasa (15/8).

Hingga saat ini ada sebanyak lima balon bupati/wakil bupati Klungkung yang telah menyerahkan formulir pendaftaran.

Dan, kelima orang tersebut pasalnya semua berasal dari kader Partai Hanura. “Lima orang itu, yaitu Dewa Gede Oka, Ni Made Suastini, Wayan Suyasa, Dewa Gede Cakranegara dan saya sendiri,” paparnya.

Setelah proses penjaringan ini usia, lanjut dia, maka Tim Penjaringan Cabang (TPC) akan melaporkannya ke Tim Penjaringan Daerah (TPD).

Di TPD, hasil penjaringan tersebut akan diolah dan kemudian diteruskan ke Tim Penjaringan Pusat (TPP).

“Proses sesungguhnya ada di pusat. Nanti di sana akan dilakukan survei dan dari hasil survei itu lah TPP akan memutuskan yang terbaik untuk Hanura Klungkung,” tandasnya.



RadarBali.com – Penyanyi Pop Bali, Ni Made Suastini atau yang akrab di sapa Dek Ulik mendatangi Sekretariat DPC Partai Hanura Klungkung, pagi kemarin (31/7).

Istri anggota DPD RI, I Kadek Arimbawa alias Lolak itu datang untuk menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Bupati Klungkung 2018-2023.

Dek Ulik sapaan akrabnya, mendatangi Sekretariat DPC Partai Hanura Klungkung menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam sekitar pukul 10.30.

Menggunakan pakaian adat Bali, penyanyi yang kini merambah dunia politik itu didampingi beberapa anggota Tim Yayasan Kesenian Bali yang kerap dia ajak ngamen keliling Bali.

Sementara sang suami, tak tampak hadir pasalnya karena ada tugas ke luar Bali. Dek Ulik yang ditemui seusai menyerahkan formulir pendaftaran balon Bupati Klungkung 2018 ke Tim Penjaringan Cabang, DPC Partai Hanura Klungkung mengatakan, alasan dirinya mengikuti proses penjaringan balon Bupati Klungkung di Partai Hanura.

“Mewakili kaum perempuan, saya ingin ada pemimpin perempuan di Klungkung,” dalih Dek Ulik. Sebab hingga saat ini, dia melihat partisipasi kaum perempuan di kancah perpolitikan masih rendah.

Baca Juga:  Sehari Dapat Untung Rp 50 ribu, Berharap Selalu Diberi Kesehatan

Bahkan, belum ada satu pun perempuan yang ikut penjaringan kecuali dirinya. “Potensi kaum perempuan sangat besar. Apalagi politik juga banyak yang melahirkan kebijakan menyangkut kepentingan perempuan,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, dia sangat optimis untuk maju di perhelatan Pilbup Klungkung 2018. Dan dia meyakini akan ada banyak dukungan untuk dirinya terutama dari kaum perempuan.

Saking optimisnya, dia mengaku tak takut bila nanti harus berhadapan dengan pasangan incumbent secara head to head.

“Walaupun nanti akhirnya head to head, kami jalan saja, mengalir apapun yang terjadi. Dan saya tetap optimis karena optimis itu penting. Saya siap untuk head to head,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Cabang, DPC Hanura Klungkung, I Nyoman Suastika menjelaskan, proses penjaringan balon bupati/wakil bupati Klungkung 2018 di Tim Penjaringan Cabang, DPC Partai Hanura Klungkung awalnya dimulai pada Rabu (19/7) dan berakhir kemarin (31/7).

Baca Juga:  Mengidap Kanker Usus, Ketua Fraksi Nasdem Buleleng Tutup Usia

Namun, karena tim melihat masih banyak kader atau non kader yang ingin maju di Pilbup Klungkung 2018 melalui Partai Hanura, maka batas akhir diperpanjang hingga Selasa (15/8).

Hingga saat ini ada sebanyak lima balon bupati/wakil bupati Klungkung yang telah menyerahkan formulir pendaftaran.

Dan, kelima orang tersebut pasalnya semua berasal dari kader Partai Hanura. “Lima orang itu, yaitu Dewa Gede Oka, Ni Made Suastini, Wayan Suyasa, Dewa Gede Cakranegara dan saya sendiri,” paparnya.

Setelah proses penjaringan ini usia, lanjut dia, maka Tim Penjaringan Cabang (TPC) akan melaporkannya ke Tim Penjaringan Daerah (TPD).

Di TPD, hasil penjaringan tersebut akan diolah dan kemudian diteruskan ke Tim Penjaringan Pusat (TPP).

“Proses sesungguhnya ada di pusat. Nanti di sana akan dilakukan survei dan dari hasil survei itu lah TPP akan memutuskan yang terbaik untuk Hanura Klungkung,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/