alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

PDIP Denpasar Uji Kesetiaan Banteng Tua Cok Rat, Berhasil Nggak Ya…

DENPASAR – Untuk menguji kesolidan kekuatan partai koalisi, partai pengusung dan pendukung Koster – Ace akan menggelar pagelaran seni dan budaya di Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Minggu (4/2) mendatang.

Acara yang akan dihadiri minimal 10 ribu orang itu juga menghadirkan sejumlah tokoh politik di Bali yang juga simbol kekuatan PDI Perjuangan Kota Denpasar.

Di antaranya, AA Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan UMKM) dan Cokorda Pemecutan. Yang tak kalah menarik, panitia juga mengundang AA Oka Ratmadi atau Cok Rat, yang tak lain kakak kandung Puspayoga.

Jika Cok Rat datang maka akan menjadi menarik. Sebab, beberapa waktu lalu Cok Rat yang juga sesepuh PDIP Bali itu menyatakan secara pribadi mendukung Rai Mantra.

Baca Juga:  Catat! Bali Butuh Pemimpin Visioner

Bahkan, Cok Rat menyebut PDIP yang sekarang bukan lagi warnanya Megawati Soekarnoputri. “Pak Puspayoga berkomitmen untuk hadir.

Sebab, Denpasar merupakan barometer PDI Perjuangan. Denpasar barometer Bali. Beliau pasti hadir,” ujar Agus.

Pagelaran seni-budaya akan menampilkan berbagai kesenian Bali, dan kesenian nusantara. Dari Bali menampilkan tari pendet.

Sementara kesenian lain yaitu tari gandrung, Reog Ponorogo yang dipersembahkan PAN, handrah oleh PKB, barongsai oleh Hanura.

“Untuk tari pendet dari ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, ada pentas dari beberapa grup band dan penyanyi Bali.

Misalnya Ray Peni, Lolot Band, sampai hiburan lawak Celekotong Mas. Dikatakan, deklarasi Koster-Ace di Kota Denpasar memang dikemas secara berbeda.

Baca Juga:  Koster – Ace Daftar, PDIP Perintahkan Satu Anggota DPRD Bawa 200 Orang

Sebab, masyarakat Denpasar dengan tingkat pendidikannya yang tinggi kurang tertarik dengan istilah deklarasi. Karena itu, ditonjolkan pagelaran seni-budaya.

“Selain itu, kami ingin menunjukkan bahwa pasangan Koster-Ace sangat peduli dengan kesenian, baik kesenian Bali maupun kesenian nusantara,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan-jalan sekitar Art Centre, pihaknya meminta kepada para pendukung Koster-Ace agar datang ke Art Centre mengendarai sepeda motor.

Kata dia, panitia akan menyiapkan kantong-kantong parkir bagi masyarakat yang akan menonton pagelaran seni-budaya Koster-Ace tersebut.

Untuk masyarakat dari Denpasar tumur dan utara, parkir di Institut Senin Indonesia (ISI) Denpasar. Sedangkan yang dari Denpasar barat dan selatan, parkir di Banjar Kedaton.



DENPASAR – Untuk menguji kesolidan kekuatan partai koalisi, partai pengusung dan pendukung Koster – Ace akan menggelar pagelaran seni dan budaya di Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Minggu (4/2) mendatang.

Acara yang akan dihadiri minimal 10 ribu orang itu juga menghadirkan sejumlah tokoh politik di Bali yang juga simbol kekuatan PDI Perjuangan Kota Denpasar.

Di antaranya, AA Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan UMKM) dan Cokorda Pemecutan. Yang tak kalah menarik, panitia juga mengundang AA Oka Ratmadi atau Cok Rat, yang tak lain kakak kandung Puspayoga.

Jika Cok Rat datang maka akan menjadi menarik. Sebab, beberapa waktu lalu Cok Rat yang juga sesepuh PDIP Bali itu menyatakan secara pribadi mendukung Rai Mantra.

Baca Juga:  Campur Emas Agar Metaksu, Satu Gong Kebyar Butuh 350 Kg Perunggu

Bahkan, Cok Rat menyebut PDIP yang sekarang bukan lagi warnanya Megawati Soekarnoputri. “Pak Puspayoga berkomitmen untuk hadir.

Sebab, Denpasar merupakan barometer PDI Perjuangan. Denpasar barometer Bali. Beliau pasti hadir,” ujar Agus.

Pagelaran seni-budaya akan menampilkan berbagai kesenian Bali, dan kesenian nusantara. Dari Bali menampilkan tari pendet.

Sementara kesenian lain yaitu tari gandrung, Reog Ponorogo yang dipersembahkan PAN, handrah oleh PKB, barongsai oleh Hanura.

“Untuk tari pendet dari ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, ada pentas dari beberapa grup band dan penyanyi Bali.

Misalnya Ray Peni, Lolot Band, sampai hiburan lawak Celekotong Mas. Dikatakan, deklarasi Koster-Ace di Kota Denpasar memang dikemas secara berbeda.

Baca Juga:  Empat Perbekel Hadiri Deklarasi, Ini Kata Tim Pemenangan KBS – ACE

Sebab, masyarakat Denpasar dengan tingkat pendidikannya yang tinggi kurang tertarik dengan istilah deklarasi. Karena itu, ditonjolkan pagelaran seni-budaya.

“Selain itu, kami ingin menunjukkan bahwa pasangan Koster-Ace sangat peduli dengan kesenian, baik kesenian Bali maupun kesenian nusantara,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan-jalan sekitar Art Centre, pihaknya meminta kepada para pendukung Koster-Ace agar datang ke Art Centre mengendarai sepeda motor.

Kata dia, panitia akan menyiapkan kantong-kantong parkir bagi masyarakat yang akan menonton pagelaran seni-budaya Koster-Ace tersebut.

Untuk masyarakat dari Denpasar tumur dan utara, parkir di Institut Senin Indonesia (ISI) Denpasar. Sedangkan yang dari Denpasar barat dan selatan, parkir di Banjar Kedaton.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/