alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Modal Utama Sayang Binatang, Latihan Khusus Asah Skill Anjing K-9

Butuh keterampilan khusus untuk bisa gabung dalam satuan unit satwa Kepolisian Republik Indonesia alias K-9.

Aiptu I Gede Suprapta dan Aiptu Gusti Lanang Sudarma, dua anggota unit K-9 adalah orang-orang yang punya ketrampilan khusus melatih tiga ekor anjing milik Polres Buleleng.

 

 

JULIADI, Singaraja

HAMPIR setengah jam lebih Jawa Pos Radar Bali harus menunggu pawang anjing pelacak Aiptu I Gede Suprapta di rumah dinas Kapolres Buleleng yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai Singaraja depan Taman Kota Singaraja.

Kebetulan pria yang akrab disapa Suprapta tersebut sedang melaksanakan tugas ditengah Peringatan HUT Bhayangkara ke-74 Kepolisian Republik Indonesia.

Sekitar pukul 11.45 Suprapta tiba dengan mengendarai motor bebek yang digunakan setiap harinya untuk pulang pergi bertugas sebagai anggota polisi.

“Mohon maaf agak lama menunggu, sementara untuk rekan satu anggota tak bisa hadir saat ini, karena masih ada tugas luar,” ucap Suprapta menyapa Jawa Pos Radar Bali.

Untuk diketahui, lokasi kandang peliharaan anjing pelacak ada dibelakang rumah dinas Kapolres Buleleng. Setidaknya ada sekitar 7 kandang.

Namun hanya terisi tiga ekor anjing pelacak dengan nama Golden 7, Ranger 7 dan Remon 5. Tiga anjing pelacak tersebut berjenis Rottweiler dan Golden.  

Aiptu I Gede Suprapta menjadi instruktur anjing pelacak pada unit K-9 sejak tahun 1997. Jadi pawang anjing pelacak berawal Ketika masuk sekolah kejuruan khusus di markas Brimob Kelapa Dua, Depok, usai tamat Sekolah Polisi Negara (SPN) di Singaraja.

Baca Juga:  Tampik Enggan Jadi Kernet, Ada yang Ingin Paket Mantra – Kerta Gagal

Tiga bulan dia menjalani pendidikan hewan anjing dan 6 bulan untuk pendidikan hewan kuda. “Dari sanalah kemudian masuk unit K-9 Polri dan bertugas pertama di Polda NTB lalu berpindah ke Polda Bali,” ungkap pria 44 tahun ini.

Menurut Suprapta, menjadi pawang anjing tidak mudah. Disamping hobi juga dituntut ketekunan. Karena menjadi pelatih anjing sangat beresiko.

“Kalau saya modal utama jadi pawang kasih sayang terhadap binatang. Anjing tergolong hewan yang sangat peka.

Apa isi hati kita mereka tahu juga kok. Maka tidak heran ketika majikan sedih, anjing peliharaan ikut merasakan sedih,” tuturnya.

Menurut Suprapta, tak sembarang anjing bisa menjadi anjing pelacak yang tergabung dalam unit K-9. Perlu proses seleksi ketat dan latihan khusus agar dapat membantu polisi dalam melaksanakan tugas penyelidikan dan keamanan.

Untuk membentuk kemampuan anjing mengendus dan melakukan pelacakan dalam mengungkap kasus, beberapa latihan harus mereka jalani dan rutin dilakukan.

Yakni melatih mereka ketaatan atau PBB. Mulai dari duduk, tiarap, hormat dan tinggal. Selain itu, latihan rutin kepekaan mereka.

Salah satu misalnya anjing melacak barang narkotika. Maka anjing tersebut saat latihan harus didukung barang sabu-sabu.

Jadi anjing harus endus bau dari sabu-sabu. Kemudian anjing pelacak kriminal umum alat latihan manusia. Karena mencari jejak seseorang.

Baca Juga:  Setengah Suni Setengah Syiah

“Latihan seperti ini harus rutin dilakukan setiap hari pagi dan sore hari,” ucapnya. Menurut pria yang tinggal di Desa Girimas, Sawan, anjing pelacak juga mudah mengalami stress.

Agar tidak stress maka mereka harus sering diajak keluar kandang untuk bermain. Sedangkan untuk makanan diberikan dua kali dalam sehari.  

Agar tubuh mereka tetap fit dan bugar, tak hanya makanan diberikan anjing juga butuh vitamin yang diberikan setiap sebulan sekali.

Anjing pelacak juga tidak boleh terlalu gemuk dan tubuh mereka harus standar. Jika terlalu gemuk mudah mengalami penyakit jantung. Untuk medis selain cek kesehatan juga dilakukan suntik rabies.

“Saat ini Polres Buleleng baru memiliki anjing pelacak untuk kriminal umum dan anjing pelacak narkotika,” tuturnya.  

Ditambahkan Suprapta, menjadi pawang anjing banyak suka dan duka harus dilalui Bersama. Salah satu yang masih berkesan dan dia ingat ketika memelihara anjing Labrador.

Anjing tersebut sempat mengungkap kasus pencurian kopi dan cengkeh di daerah Desa Sepang, Busungbiu.

Usai mengungkap mendadak anjing tersebut mati setelah dimasukkan ke dalam kandang. Itu membuatnya tak bisa tidur selama berhari-hari.

“Harapan saya kedepan anjing-anjing pelacak yang saya latih dapat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kriminal di Polres Buleleng,” pungkasnya.(*)

  

  



Butuh keterampilan khusus untuk bisa gabung dalam satuan unit satwa Kepolisian Republik Indonesia alias K-9.

Aiptu I Gede Suprapta dan Aiptu Gusti Lanang Sudarma, dua anggota unit K-9 adalah orang-orang yang punya ketrampilan khusus melatih tiga ekor anjing milik Polres Buleleng.

 

 

JULIADI, Singaraja

HAMPIR setengah jam lebih Jawa Pos Radar Bali harus menunggu pawang anjing pelacak Aiptu I Gede Suprapta di rumah dinas Kapolres Buleleng yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai Singaraja depan Taman Kota Singaraja.

Kebetulan pria yang akrab disapa Suprapta tersebut sedang melaksanakan tugas ditengah Peringatan HUT Bhayangkara ke-74 Kepolisian Republik Indonesia.

Sekitar pukul 11.45 Suprapta tiba dengan mengendarai motor bebek yang digunakan setiap harinya untuk pulang pergi bertugas sebagai anggota polisi.

“Mohon maaf agak lama menunggu, sementara untuk rekan satu anggota tak bisa hadir saat ini, karena masih ada tugas luar,” ucap Suprapta menyapa Jawa Pos Radar Bali.

Untuk diketahui, lokasi kandang peliharaan anjing pelacak ada dibelakang rumah dinas Kapolres Buleleng. Setidaknya ada sekitar 7 kandang.

Namun hanya terisi tiga ekor anjing pelacak dengan nama Golden 7, Ranger 7 dan Remon 5. Tiga anjing pelacak tersebut berjenis Rottweiler dan Golden.  

Aiptu I Gede Suprapta menjadi instruktur anjing pelacak pada unit K-9 sejak tahun 1997. Jadi pawang anjing pelacak berawal Ketika masuk sekolah kejuruan khusus di markas Brimob Kelapa Dua, Depok, usai tamat Sekolah Polisi Negara (SPN) di Singaraja.

Baca Juga:  Kekalahan Akibat Terlalu

Tiga bulan dia menjalani pendidikan hewan anjing dan 6 bulan untuk pendidikan hewan kuda. “Dari sanalah kemudian masuk unit K-9 Polri dan bertugas pertama di Polda NTB lalu berpindah ke Polda Bali,” ungkap pria 44 tahun ini.

Menurut Suprapta, menjadi pawang anjing tidak mudah. Disamping hobi juga dituntut ketekunan. Karena menjadi pelatih anjing sangat beresiko.

“Kalau saya modal utama jadi pawang kasih sayang terhadap binatang. Anjing tergolong hewan yang sangat peka.

Apa isi hati kita mereka tahu juga kok. Maka tidak heran ketika majikan sedih, anjing peliharaan ikut merasakan sedih,” tuturnya.

Menurut Suprapta, tak sembarang anjing bisa menjadi anjing pelacak yang tergabung dalam unit K-9. Perlu proses seleksi ketat dan latihan khusus agar dapat membantu polisi dalam melaksanakan tugas penyelidikan dan keamanan.

Untuk membentuk kemampuan anjing mengendus dan melakukan pelacakan dalam mengungkap kasus, beberapa latihan harus mereka jalani dan rutin dilakukan.

Yakni melatih mereka ketaatan atau PBB. Mulai dari duduk, tiarap, hormat dan tinggal. Selain itu, latihan rutin kepekaan mereka.

Salah satu misalnya anjing melacak barang narkotika. Maka anjing tersebut saat latihan harus didukung barang sabu-sabu.

Jadi anjing harus endus bau dari sabu-sabu. Kemudian anjing pelacak kriminal umum alat latihan manusia. Karena mencari jejak seseorang.

Baca Juga:  Tampik Enggan Jadi Kernet, Ada yang Ingin Paket Mantra – Kerta Gagal

“Latihan seperti ini harus rutin dilakukan setiap hari pagi dan sore hari,” ucapnya. Menurut pria yang tinggal di Desa Girimas, Sawan, anjing pelacak juga mudah mengalami stress.

Agar tidak stress maka mereka harus sering diajak keluar kandang untuk bermain. Sedangkan untuk makanan diberikan dua kali dalam sehari.  

Agar tubuh mereka tetap fit dan bugar, tak hanya makanan diberikan anjing juga butuh vitamin yang diberikan setiap sebulan sekali.

Anjing pelacak juga tidak boleh terlalu gemuk dan tubuh mereka harus standar. Jika terlalu gemuk mudah mengalami penyakit jantung. Untuk medis selain cek kesehatan juga dilakukan suntik rabies.

“Saat ini Polres Buleleng baru memiliki anjing pelacak untuk kriminal umum dan anjing pelacak narkotika,” tuturnya.  

Ditambahkan Suprapta, menjadi pawang anjing banyak suka dan duka harus dilalui Bersama. Salah satu yang masih berkesan dan dia ingat ketika memelihara anjing Labrador.

Anjing tersebut sempat mengungkap kasus pencurian kopi dan cengkeh di daerah Desa Sepang, Busungbiu.

Usai mengungkap mendadak anjing tersebut mati setelah dimasukkan ke dalam kandang. Itu membuatnya tak bisa tidur selama berhari-hari.

“Harapan saya kedepan anjing-anjing pelacak yang saya latih dapat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kriminal di Polres Buleleng,” pungkasnya.(*)

  

  


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/