alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Siapapun Lawannya, Koster Optimis Menang Minimal 65 Persen

RadarBali.com – Ditengah bayang bayang erupsi Gunung Agung, PDIP Karangasem kemarin mulai memanaskan mesin politiknya.

Para kader banteng Karangasem penuh semengat untuk melakoni hajatan Politik Pilgub Bali yang akan dilakukan 2018 mendatang.

Tidak tanggung tanggung banteng Karangasem kali ini mendatangkan Ketua DPD PDIP Bali yang juga calon Gubernur Bali dari PDIP Dr Wayan Koster. 

Koster sendiri tampak di dampingi jajaran DPD di antaranya Sekretaris DPD IGN Jaya Negara yang juga wakil walikota Denpasar beserta jajaranya.

Hadir juga pengurus DPP PDIP Made Urip. Menurut Kedua DPC PDIP Karangasem Gede Dana, kegiatan ini merupakan konsolidasi internal PDIP Karangasem sekaligus juga penataran politik yang disampaikan oleh Wayan Koster.

Koster sendiri mengaku salut dengan semengat banteng Karangasem. Ditengah konsisi yang sulit seperti ini mereka masih bersemangat untuk memenangkan Pilgub Bali.

Pria asal Semiran Singaraja ini mengakui kalau kondisi PDIP Bali sekarang ini lebih solid dari hajatan sebelumnya.

Dengan kondisi solid seperti ini maka 41 persen suara partai selama ini akan bisa dikelola dan tinggal mengembangkan.  Hal ini diakui sebagai modal yang cukup besar bagi PDIP.

Baca Juga:  Sssttt…Setelah PAN, Giliran PKPI Merapat ke Koster - Ace

“Belum lagi ditambah dukungan untuk figur yang dicalonkan serta dukungan dari jaringan lainya,” ujarnya.  Dengan kondisi seperti ini Koster optimis bisa menang minimal dengan 65 persen.

“Siapapun lawanya minimal bisa menang dengan 65 persen,” ujarnya. Dirinya juga tak memikirkan mau head to head atau tiga kandidat.

Dirinya tetap optimis dengan mesin PDIP dan juga figur yang ditampilkan. Koster meminta kepada pendukungnya agar menggunakan cara cara yang elegan untuk menang.

Jangan menghalalkan segala cara. “Bagaimana caranya menang, namun tidak menyakiti hati orang lain, apa lagi sampai dendam, jangan itu,” ujarnya.

Dia juga minta kader banteng agar ramah setiap ketemu orang dengan cara bertegur sapa lebih dulu.

“Jangan menyerang orang lain, kurangi pikiran negatif, sekalipun kita di serang jangan membalas dengan menyerang juga termasuk di medsos,” katanya.

Baca Juga:  Nama Senator Baru Berseliweran, Diunggulkan, Ini Kata AA Gde Agung…

Dia melihat tanda – tanda kalau kader sekarang ini lebih semengat dan menggeliat. “Tanda tanda akan menang di Karangasem sudah ada,” ujarnya.

Berdasar hitung hitungan, PDIP memang akan menang di Badung, Gianyar, Jembrana, Tabanan serta Singaraja.

Pertarungan justru akan terjadi di Denpasar, Karangasem, dan Klungkung. Pengurus DPP PDIP Made Urip mengatakan, kalau semengat kader banteng Karangasem cukup tinggi.

Begitu juga di Bali. Ini bisa dilihat dari tingkat kehadirin yang tinggi. Hanya saja mudah mudahan hal ini tidak terjadi di permukaan saja. Tapi, juga mengakar sampai ke bawah.

Karena itu dirinya minta kader banteng untuk turun kemasyarakat. “Suara petani sama harganya dengan suara dosen atau profesor,” ujarnya.

Karena itu, dia minta kader jaga soliditas dan jangan sampai ada kader yang ngopling (setengah setengah, red).

“Jangan sampai ada yang pura pura mendukung ternyata main mata dengan tim lain,” bebernya. 



RadarBali.com – Ditengah bayang bayang erupsi Gunung Agung, PDIP Karangasem kemarin mulai memanaskan mesin politiknya.

Para kader banteng Karangasem penuh semengat untuk melakoni hajatan Politik Pilgub Bali yang akan dilakukan 2018 mendatang.

Tidak tanggung tanggung banteng Karangasem kali ini mendatangkan Ketua DPD PDIP Bali yang juga calon Gubernur Bali dari PDIP Dr Wayan Koster. 

Koster sendiri tampak di dampingi jajaran DPD di antaranya Sekretaris DPD IGN Jaya Negara yang juga wakil walikota Denpasar beserta jajaranya.

Hadir juga pengurus DPP PDIP Made Urip. Menurut Kedua DPC PDIP Karangasem Gede Dana, kegiatan ini merupakan konsolidasi internal PDIP Karangasem sekaligus juga penataran politik yang disampaikan oleh Wayan Koster.

Koster sendiri mengaku salut dengan semengat banteng Karangasem. Ditengah konsisi yang sulit seperti ini mereka masih bersemangat untuk memenangkan Pilgub Bali.

Pria asal Semiran Singaraja ini mengakui kalau kondisi PDIP Bali sekarang ini lebih solid dari hajatan sebelumnya.

Dengan kondisi solid seperti ini maka 41 persen suara partai selama ini akan bisa dikelola dan tinggal mengembangkan.  Hal ini diakui sebagai modal yang cukup besar bagi PDIP.

Baca Juga:  Imbauan Penundaan Pencairan Bansos Potensi Macan Ompong, Kenapa?

“Belum lagi ditambah dukungan untuk figur yang dicalonkan serta dukungan dari jaringan lainya,” ujarnya.  Dengan kondisi seperti ini Koster optimis bisa menang minimal dengan 65 persen.

“Siapapun lawanya minimal bisa menang dengan 65 persen,” ujarnya. Dirinya juga tak memikirkan mau head to head atau tiga kandidat.

Dirinya tetap optimis dengan mesin PDIP dan juga figur yang ditampilkan. Koster meminta kepada pendukungnya agar menggunakan cara cara yang elegan untuk menang.

Jangan menghalalkan segala cara. “Bagaimana caranya menang, namun tidak menyakiti hati orang lain, apa lagi sampai dendam, jangan itu,” ujarnya.

Dia juga minta kader banteng agar ramah setiap ketemu orang dengan cara bertegur sapa lebih dulu.

“Jangan menyerang orang lain, kurangi pikiran negatif, sekalipun kita di serang jangan membalas dengan menyerang juga termasuk di medsos,” katanya.

Baca Juga:  Jalani Psikotes, Gelar Ritual Foto Bareng, Paslon Terlihat Akur

Dia melihat tanda – tanda kalau kader sekarang ini lebih semengat dan menggeliat. “Tanda tanda akan menang di Karangasem sudah ada,” ujarnya.

Berdasar hitung hitungan, PDIP memang akan menang di Badung, Gianyar, Jembrana, Tabanan serta Singaraja.

Pertarungan justru akan terjadi di Denpasar, Karangasem, dan Klungkung. Pengurus DPP PDIP Made Urip mengatakan, kalau semengat kader banteng Karangasem cukup tinggi.

Begitu juga di Bali. Ini bisa dilihat dari tingkat kehadirin yang tinggi. Hanya saja mudah mudahan hal ini tidak terjadi di permukaan saja. Tapi, juga mengakar sampai ke bawah.

Karena itu dirinya minta kader banteng untuk turun kemasyarakat. “Suara petani sama harganya dengan suara dosen atau profesor,” ujarnya.

Karena itu, dia minta kader jaga soliditas dan jangan sampai ada kader yang ngopling (setengah setengah, red).

“Jangan sampai ada yang pura pura mendukung ternyata main mata dengan tim lain,” bebernya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/