alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Demer Copot Sesepuh Golkar Bali, IGP Wijaya: Kami Akan Melawan..

DENPASAR –Kisruh internal kembali terjadi di tubuh Partai Golkar Bali menjelang hajatan pemilu serentak 2019.

Kali ini, pergolakan di dalam tubuh partai berlambang beringin ini, menyusul pencopotan sejumlah kader senior oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih.

Sejumlah kader dan pengurus senior yang notabene loyalis mantan Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta didepak.

Pascadicopot, salah satu kader senior yang juga Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Bali Bidang Organisasi dan Daerah I Gusti Putu Wijaya menyatakan akan melawan.

“Kami akan melakukan perlawanan. Dalam peraturan organisasi (PO) DPP Partai Golkar, yakni Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) 04 dan 08/2010, itu jelas reshuffle harus melalui rapat pleno khusus. Ini tidak, tiba- tiba saja ada pergantian,” ujar Wijaya, kemarin siang (5/2) di bilangan Jalan Drupadi Denpasar.

Salah satu sesepuh Partai beringin Bali ini, menyebut Demer telah berlaku sewenang-wenang. Menurut dia, Demer sudah membuat goncangan besar di Golkar. Wijaya mengaku sudah bergabung dengan Golkar sejak 1973.

 “Bukannya saya merengek minta jadi pengurus, tetapi dibandingkan dengan Demer semua kader Golkar tahu sejak kapan saya mengabdi di Golkar,” bebernya.

Sebaliknya, dengan nada tinggi, ia justru menuding Demer sebagai kutu loncat.

“Demer itu loncat dari Partai Indonesia Baru (PIB) Provinsi Bali Tahun 2004, direkrut Ketua DPD I Golkar Bali saat itu I Gusti Ngurah Alit Yudha ke Golkar. Saat itu Demer langsung mendapatkan ranking 1 Caleg DPR RI,”tandasnya

Untuk itu, kata Wijaya, semestinya Demer melakukan konsolidasi menjelang Pileg 2019.”Bukannya malah membuat kisruh di partai. Bayangkan pentolan-pentolan partai yang sudah mengabdi bertahun-tahun dan membesarkan partai di-reshuffle,” cetusnya.

Sementara secara terpisah, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih membenarkan jika dirinya telah melakukan reshuffle. Dijelaskan Demer, mereka yang diganti sebagian karena tidak aktif, ada juga mengundurkan diri karena maju DPD, serta diganti karena sakit.

Terkait pergantian kader-kader senior, Politisi yang akrab disapa Demer tak membantah. “Yang senior-senior selama ini sudah lama perlu diganti dengan tenaga baru yang lebih agresif. Yang senior akan ditempatkan di dewan pertimbangan,” ujarnya

Kata Demer, reshuffle ini demi kepentingan partai dan menjaga soliditas partai. Di dalam harus soild, setelah itu baru bekerja untuk kepentingan partai. Mereka yang didaulat memiliki basis massa besar. Misalnya menjadi anggota DPRD Bali.

“Justru karena momen pileg maka reshuffle. Yang punya suara terbanyak dan yang lebih aktif kami ajak. Kami ingin mengaktifan basis massa agar lebih semangat,” imbuh Demer.

Termasuk soal adanya gejolak reshuffle. Menurut dia hal biasa dalam sebuah organisasi ketika ada pimpinan baru, maka ada perubahan.

Bahkan terkait protes dan rencana perlawanan kader senior yang diganti, Demer tidak ambil pusing. “Setiap orang punya zamannya, setiap zaman punya orangnya. Ini semua berdasar persetujuan ketua umum. Silakan saja kalau ada protes. Ini semua untuk kebaikan dan kepentingan partai ke depan,” tukas Demer.



DENPASAR –Kisruh internal kembali terjadi di tubuh Partai Golkar Bali menjelang hajatan pemilu serentak 2019.

Kali ini, pergolakan di dalam tubuh partai berlambang beringin ini, menyusul pencopotan sejumlah kader senior oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih.

Sejumlah kader dan pengurus senior yang notabene loyalis mantan Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta didepak.

Pascadicopot, salah satu kader senior yang juga Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Bali Bidang Organisasi dan Daerah I Gusti Putu Wijaya menyatakan akan melawan.

“Kami akan melakukan perlawanan. Dalam peraturan organisasi (PO) DPP Partai Golkar, yakni Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) 04 dan 08/2010, itu jelas reshuffle harus melalui rapat pleno khusus. Ini tidak, tiba- tiba saja ada pergantian,” ujar Wijaya, kemarin siang (5/2) di bilangan Jalan Drupadi Denpasar.

Salah satu sesepuh Partai beringin Bali ini, menyebut Demer telah berlaku sewenang-wenang. Menurut dia, Demer sudah membuat goncangan besar di Golkar. Wijaya mengaku sudah bergabung dengan Golkar sejak 1973.

 “Bukannya saya merengek minta jadi pengurus, tetapi dibandingkan dengan Demer semua kader Golkar tahu sejak kapan saya mengabdi di Golkar,” bebernya.

Sebaliknya, dengan nada tinggi, ia justru menuding Demer sebagai kutu loncat.

“Demer itu loncat dari Partai Indonesia Baru (PIB) Provinsi Bali Tahun 2004, direkrut Ketua DPD I Golkar Bali saat itu I Gusti Ngurah Alit Yudha ke Golkar. Saat itu Demer langsung mendapatkan ranking 1 Caleg DPR RI,”tandasnya

Untuk itu, kata Wijaya, semestinya Demer melakukan konsolidasi menjelang Pileg 2019.”Bukannya malah membuat kisruh di partai. Bayangkan pentolan-pentolan partai yang sudah mengabdi bertahun-tahun dan membesarkan partai di-reshuffle,” cetusnya.

Sementara secara terpisah, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih membenarkan jika dirinya telah melakukan reshuffle. Dijelaskan Demer, mereka yang diganti sebagian karena tidak aktif, ada juga mengundurkan diri karena maju DPD, serta diganti karena sakit.

Terkait pergantian kader-kader senior, Politisi yang akrab disapa Demer tak membantah. “Yang senior-senior selama ini sudah lama perlu diganti dengan tenaga baru yang lebih agresif. Yang senior akan ditempatkan di dewan pertimbangan,” ujarnya

Kata Demer, reshuffle ini demi kepentingan partai dan menjaga soliditas partai. Di dalam harus soild, setelah itu baru bekerja untuk kepentingan partai. Mereka yang didaulat memiliki basis massa besar. Misalnya menjadi anggota DPRD Bali.

“Justru karena momen pileg maka reshuffle. Yang punya suara terbanyak dan yang lebih aktif kami ajak. Kami ingin mengaktifan basis massa agar lebih semangat,” imbuh Demer.

Termasuk soal adanya gejolak reshuffle. Menurut dia hal biasa dalam sebuah organisasi ketika ada pimpinan baru, maka ada perubahan.

Bahkan terkait protes dan rencana perlawanan kader senior yang diganti, Demer tidak ambil pusing. “Setiap orang punya zamannya, setiap zaman punya orangnya. Ini semua berdasar persetujuan ketua umum. Silakan saja kalau ada protes. Ini semua untuk kebaikan dan kepentingan partai ke depan,” tukas Demer.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/