alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Cuma Dapat Upah Rp 4 Juta, Kini Terancam Bui Seumur Hidup

Andika Pragusti Arik, 24, dan Ni Komang Pusparini alias Nonik, 29, hanya bisa tertunduk lesu saat disidang di PN Denpasar. Sejoli pengedar sabu-sabu itu terancam pidana seumur hidup.

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

TERHIMPIT ekonomi kerap membuat seseorang gelap mata. Andika dan Puspa, pasangan muda ini mengiyakan begitu mendapat tawaran uang Rp 1 juta – 4 juta dari seorang bandar narkoba bernama Pak Made (DPO).

Namun, apa daya lembaran rupiah yang diterima tak sebanding dengan risiko yang dihadapi. Sejoli beda usia itu terancam pidana

penjara seumur hidup, atau paling singkat lima tahun karena terbukti menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu.

Ancama pidana hingga seumur hidup itu tertuang dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Sutarta.

Baca Juga:  Ibu Pembunuh Bayi Kembar di Toilet Segera Disidang

JPU Kejati Bali itu menilai kedua terdakwa terbukti menyediakan narkotika yang lebihnya 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) sebagaimana dakwaa pertama, dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

“Total sabu-sabu yang dikuasai terdakwa seberat 102,92 gram netto,” ujar JPU Sutarta di muka majelis hakim yang diketuai IG Partha Barghawa di PN Denpasar, belum lama ini.

Andika dan Puspa terus menunduk mendengar jaksa membacakan dakwaan. Lebih lanjut diuraikan JPU, pada September – Desember 2017 terdakwa Andika dan Puspa

mengambil paket sabu-sabu yang ditempel di tiang listrik di daerah Pemogan, Denpasar Selatan dan di Jalan Buluh Indah, Denpasar Barat.

Baca Juga:  Hotel White Rose Ancam Lapor MA hingga KPK Bila Dieksekusi PN Denpasar

Kemudian terdakwa membawa barang laknat tersebut ke kos mereka di Jalan Jayapangus, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

Sabu tersebut dipecah menjadi paketan kecil untuk dijual kembali atas perintah Pak Made (DPO). “Para terdakwa mendapat upah Rp 1 juta – 4 juta,” imbuh JPU.

Terdakwa yang memang sudah menjadi buruan ditangkap petugas Polres Tabanan di kamar kosnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan penangkapan.

Keduanya tak berkutik. Saat digeledah, polisi menemukan banyak sabu-sabu yang disimpan di lantai dekat tempat tidur dan di kamar mandi. (*)

 



Andika Pragusti Arik, 24, dan Ni Komang Pusparini alias Nonik, 29, hanya bisa tertunduk lesu saat disidang di PN Denpasar. Sejoli pengedar sabu-sabu itu terancam pidana seumur hidup.

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

TERHIMPIT ekonomi kerap membuat seseorang gelap mata. Andika dan Puspa, pasangan muda ini mengiyakan begitu mendapat tawaran uang Rp 1 juta – 4 juta dari seorang bandar narkoba bernama Pak Made (DPO).

Namun, apa daya lembaran rupiah yang diterima tak sebanding dengan risiko yang dihadapi. Sejoli beda usia itu terancam pidana

penjara seumur hidup, atau paling singkat lima tahun karena terbukti menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu.

Ancama pidana hingga seumur hidup itu tertuang dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Sutarta.

Baca Juga:  Rebut Simpati Pemilih Milennial, Sandiaga Uno Mendadak Muncul di Bali

JPU Kejati Bali itu menilai kedua terdakwa terbukti menyediakan narkotika yang lebihnya 5 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) sebagaimana dakwaa pertama, dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

“Total sabu-sabu yang dikuasai terdakwa seberat 102,92 gram netto,” ujar JPU Sutarta di muka majelis hakim yang diketuai IG Partha Barghawa di PN Denpasar, belum lama ini.

Andika dan Puspa terus menunduk mendengar jaksa membacakan dakwaan. Lebih lanjut diuraikan JPU, pada September – Desember 2017 terdakwa Andika dan Puspa

mengambil paket sabu-sabu yang ditempel di tiang listrik di daerah Pemogan, Denpasar Selatan dan di Jalan Buluh Indah, Denpasar Barat.

Baca Juga:  Ngaku Interpol & Peras WNA Uzbekistan, Kapten Kapal Rusia Diadili

Kemudian terdakwa membawa barang laknat tersebut ke kos mereka di Jalan Jayapangus, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

Sabu tersebut dipecah menjadi paketan kecil untuk dijual kembali atas perintah Pak Made (DPO). “Para terdakwa mendapat upah Rp 1 juta – 4 juta,” imbuh JPU.

Terdakwa yang memang sudah menjadi buruan ditangkap petugas Polres Tabanan di kamar kosnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan penangkapan.

Keduanya tak berkutik. Saat digeledah, polisi menemukan banyak sabu-sabu yang disimpan di lantai dekat tempat tidur dan di kamar mandi. (*)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/