alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Koster Tebar Simpati, Tawarkan Beasiswa LPDP, Tolong Panwas Pantau

RadarBali.com  –Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster yang diproyeksi menjadi kandidat Gubernur Bali 2018 dengan jargon KBS (Koster Bali Satu) tak henti menggaet calon pemilih.

Kali ini KBS menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tujuan KBS menggandeng LPDP, yakni untuk sosialisasi dan penawaran program beasiswa bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan S-2 dan S-3 di dalam maupun di luar negeri.

“Selain beasiswa dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti, sejak tahun 2011 saya bersama Kementerian Keuangan telah merancang adanya sebuah lembaga yang kini disebut LPDP untuk mengelola dana abadi pendidikan, yang salah satu peruntukannya adalah beasiswa S2-S3 di dalam maupun luar negeri,”terang KBS disela sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra di Denpasar, kemarin (4/9). 

Lebih lanjut, pada sosialisasi yang dihadiri sekitar 500 peserta itu, Koster menjelaskan, sebagai lembaga LPDP mengelola dana cadangan untuk kepentingan dunia pendidikan.

Baca Juga:  Sempat Normal dan Sekolah, Sama-Sama Lumpuh Setelah Alami Panas Tinggi

Pada awal berdiri lembaga ini diberikan dana mulai dari Rp 1 triliun, dan terus meningkat setiap pembahasan APBN, dan kini tahun 2016 telah mengelola dana sebesar Rp 20,6 triliun.

Dana sebesar itu oleh LPDP dikelola, dari keuntungan investasi yang diperoleh diarahkan untuk beasiswa, penanganan pasca bencana dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum yang berminat melanjutkan pendidikan pada jenjang S2-S3 baik di dalam maupun diluar negeri bisa mengikuti program ini.

Dari segi satuan biaya, beasiswa dari LPDP ini lebih besar dibandingkan beasiswa dari Kemendikbud maupun Kemenristekdikti.

Untuk itu, pihaknya mendorong mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum, agar mengikuti program ini untuk peningkatan sumber daya manusia. Mengapa demikian?

Karena menurut KBS, pertumbuhan penduduk khususnya di Indonesia sangat  pesat. Maka tingkat kompetisi sumber daya manusia akan semakin tinggi dan kompetitif.

“Jumlah penduduk yang besar kalau tidak didukung oleh SDM yang memiliki kualitas pendidikan tinggi bisa menjadi sumber masalah di masyarakat, masalah sosial, maupun masalah bagi negara,” papar Koster.

Baca Juga:  Batal Datangkan Wisman September Ini, Koster: Masyarakat Tidak Tertib

Paradigma itu lanjutnya,  harus dibalik, bagaimana jumlah penduduk Indonesia yang besar ini, menjadi potensi dan kekuatan untuk membangun bangsa di segala bidang.

Maka satu-satunya cara harus melalui peningkatan dunia pendidikan.  “Dengan jenjang pendidikan S2-S3, maka SDM bangsa kita akan memiliki komptensi yang tinggi, profesional dan berkualitas serta berdaya saing dalam membangun bangsa dan negara di segala bidang,”papar KBS.

Sementara itu, Direktur Dana Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan LPDP, M. Sofwan Effendi menjelaskan, LPDP memiliki visi untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia.

Melalui pendidikan yang memadai akan tercipta pemimpin yang berkompeten dan berkualitas, LPDP disini hadir dalam pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa.

LPDP juga menjamin pendanaan pendidikan untuk generasi berikutnya melalui investasi yang hasilnya digunakan untuk membiayai program beasiswa dan program lainnya.



RadarBali.com  –Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster yang diproyeksi menjadi kandidat Gubernur Bali 2018 dengan jargon KBS (Koster Bali Satu) tak henti menggaet calon pemilih.

Kali ini KBS menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tujuan KBS menggandeng LPDP, yakni untuk sosialisasi dan penawaran program beasiswa bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan S-2 dan S-3 di dalam maupun di luar negeri.

“Selain beasiswa dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti, sejak tahun 2011 saya bersama Kementerian Keuangan telah merancang adanya sebuah lembaga yang kini disebut LPDP untuk mengelola dana abadi pendidikan, yang salah satu peruntukannya adalah beasiswa S2-S3 di dalam maupun luar negeri,”terang KBS disela sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra di Denpasar, kemarin (4/9). 

Lebih lanjut, pada sosialisasi yang dihadiri sekitar 500 peserta itu, Koster menjelaskan, sebagai lembaga LPDP mengelola dana cadangan untuk kepentingan dunia pendidikan.

Baca Juga:  Gabung PDIP, Bupati Suwirta Minta Pengertian Masyarakat Klungkung

Pada awal berdiri lembaga ini diberikan dana mulai dari Rp 1 triliun, dan terus meningkat setiap pembahasan APBN, dan kini tahun 2016 telah mengelola dana sebesar Rp 20,6 triliun.

Dana sebesar itu oleh LPDP dikelola, dari keuntungan investasi yang diperoleh diarahkan untuk beasiswa, penanganan pasca bencana dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum yang berminat melanjutkan pendidikan pada jenjang S2-S3 baik di dalam maupun diluar negeri bisa mengikuti program ini.

Dari segi satuan biaya, beasiswa dari LPDP ini lebih besar dibandingkan beasiswa dari Kemendikbud maupun Kemenristekdikti.

Untuk itu, pihaknya mendorong mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum, agar mengikuti program ini untuk peningkatan sumber daya manusia. Mengapa demikian?

Karena menurut KBS, pertumbuhan penduduk khususnya di Indonesia sangat  pesat. Maka tingkat kompetisi sumber daya manusia akan semakin tinggi dan kompetitif.

“Jumlah penduduk yang besar kalau tidak didukung oleh SDM yang memiliki kualitas pendidikan tinggi bisa menjadi sumber masalah di masyarakat, masalah sosial, maupun masalah bagi negara,” papar Koster.

Baca Juga:  Dipecat Karena Rusak Citra PDIP, Koster: Tak Perlu Ada Klarifikasi

Paradigma itu lanjutnya,  harus dibalik, bagaimana jumlah penduduk Indonesia yang besar ini, menjadi potensi dan kekuatan untuk membangun bangsa di segala bidang.

Maka satu-satunya cara harus melalui peningkatan dunia pendidikan.  “Dengan jenjang pendidikan S2-S3, maka SDM bangsa kita akan memiliki komptensi yang tinggi, profesional dan berkualitas serta berdaya saing dalam membangun bangsa dan negara di segala bidang,”papar KBS.

Sementara itu, Direktur Dana Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan LPDP, M. Sofwan Effendi menjelaskan, LPDP memiliki visi untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia.

Melalui pendidikan yang memadai akan tercipta pemimpin yang berkompeten dan berkualitas, LPDP disini hadir dalam pembiayaan pendidikan melalui program beasiswa.

LPDP juga menjamin pendanaan pendidikan untuk generasi berikutnya melalui investasi yang hasilnya digunakan untuk membiayai program beasiswa dan program lainnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/