alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Dewasa Ayu dan Simbol Jadi Penyebab Mantra – Kerta Batal Daftar Besok

DENPASAR – Rencana Koalisi Rakyat Bali (KRB) mendeklarasikan dan mendaftarkan paket Mantra – Kerta pada hari Senin (8/1) besok mendadak berubah.

Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan, demi keamanan, kenyamanan serta menghadirkan pilkada yang aman, damai, serta berintegritas,

KRB memutuskan untuk mendeklarasikan dan mendaftarkan paket Mantra – Kerta pada hari Selasa (9/1) lusa. Bukan Senin (8/1) besok seperti rencana semula.

Menurut Mudarta, diluar keamanan dan kenyamanan, ada beberapa factor KRB urung mendaftarkan sang jagoan besok bersamaan dengan paket Koster – Cok Ace.

“Yang pertama sebagai tanda bakti kami kepada dewata nawa sanga (Sembilan dewa penjaga Pulau Bali,” kata Mudarta.

Baca Juga:  Kandang Jadi Incaran PKB, PPP, dan PAN di Pilgub, Ini Rencana PKS

Kedua, faktor chemistry ikut mempengaruhi perubahan jadwal. Disebut, berdasar dewasa ayu dengan kelahiran paket Mantra – Kerta, tanggal 9 diyakini sebagai hari yang tepat untuk deklarasi dan mendaftar.

“Paslon Mantra Kerta memiliki karakter yang serupa dan mirip dengan Panca Pandawa. Itu karena KRB mengusung Dharmawangsa sebagai calon gubernur, dalam kisah Mahaberata,

di mana Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu justru memberikan restu kemenangan bagi Panca Pandawa walaupun hadir di kediaman beliau belakangan,” tandasnya.

Terakhir, kata dia, deklarasi dan pendaftaran pada tanggal 9 sebagai bentuk selebrasi atas terbentuknya KRB tanggal 9 November 2017 dan hari H coblosan tanggal 27 Juni 2018.  “27 : 2 + 7 sama dengan 9. Klop,” papar Mudarta

Baca Juga:  Dana Kampanye Paket Mantra – Kerta, Pak Oles: Kami Sukarela Saja


DENPASAR – Rencana Koalisi Rakyat Bali (KRB) mendeklarasikan dan mendaftarkan paket Mantra – Kerta pada hari Senin (8/1) besok mendadak berubah.

Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan, demi keamanan, kenyamanan serta menghadirkan pilkada yang aman, damai, serta berintegritas,

KRB memutuskan untuk mendeklarasikan dan mendaftarkan paket Mantra – Kerta pada hari Selasa (9/1) lusa. Bukan Senin (8/1) besok seperti rencana semula.

Menurut Mudarta, diluar keamanan dan kenyamanan, ada beberapa factor KRB urung mendaftarkan sang jagoan besok bersamaan dengan paket Koster – Cok Ace.

“Yang pertama sebagai tanda bakti kami kepada dewata nawa sanga (Sembilan dewa penjaga Pulau Bali,” kata Mudarta.

Baca Juga:  Telusuri Jejak WNA Masuk DPT, Bawaslu Pusat Sorot Tabanan Bali

Kedua, faktor chemistry ikut mempengaruhi perubahan jadwal. Disebut, berdasar dewasa ayu dengan kelahiran paket Mantra – Kerta, tanggal 9 diyakini sebagai hari yang tepat untuk deklarasi dan mendaftar.

“Paslon Mantra Kerta memiliki karakter yang serupa dan mirip dengan Panca Pandawa. Itu karena KRB mengusung Dharmawangsa sebagai calon gubernur, dalam kisah Mahaberata,

di mana Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu justru memberikan restu kemenangan bagi Panca Pandawa walaupun hadir di kediaman beliau belakangan,” tandasnya.

Terakhir, kata dia, deklarasi dan pendaftaran pada tanggal 9 sebagai bentuk selebrasi atas terbentuknya KRB tanggal 9 November 2017 dan hari H coblosan tanggal 27 Juni 2018.  “27 : 2 + 7 sama dengan 9. Klop,” papar Mudarta

Baca Juga:  Dana Kampanye Paket Mantra – Kerta, Pak Oles: Kami Sukarela Saja

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/