alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kasus Antek PKI, PDIP Masih Buka Kran Komunikasi dengan Gerindra

RadarBali.com – Meski ada pengaduan pidana terhadap elit Partai Gerindra atas ujaran yang sarat dengan fitnah dan kebencian, namun secara politis DPD PDI Perjuangan akan tetap dan menyatakan selalu untuk membuka diri dan komunikasi dengan Partai Gerindra di Bali.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali yang juga Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Bali I Kadek Diana menegaskan, pengaduan pidana itu tidak lantas menutup akses komunikasi dengan Partai Gerindra.

”Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kami selaku perwakilan partai (PDI Perjuangan) akan selalu membuka diri untuk membangun komunikasi dengan partai-partai termasuk dengan Gerindra,” tegasnya.

Menurutnya, aduan terhadap waketum DPP Partai Gerindra itu disampaikan sebagai tujuan untuk menegakkan kebenaran dan sanksi.

Baca Juga:  Debat Dalam Bus

“Akibat ujaran kebencian, citra dan wibawa partai jadi korban fitnah, karena di dalamnya ada unsur menjelek-jelekan, ujaran kebencian, dan tidak mengenakkan. Ini kalau tiak diantisipasi, patut diduga bisa merusak lembaga dan institusi partai kami ke depan. Tentu harus diluruskan,” jelasnya. 



RadarBali.com – Meski ada pengaduan pidana terhadap elit Partai Gerindra atas ujaran yang sarat dengan fitnah dan kebencian, namun secara politis DPD PDI Perjuangan akan tetap dan menyatakan selalu untuk membuka diri dan komunikasi dengan Partai Gerindra di Bali.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali yang juga Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Bali I Kadek Diana menegaskan, pengaduan pidana itu tidak lantas menutup akses komunikasi dengan Partai Gerindra.

”Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kami selaku perwakilan partai (PDI Perjuangan) akan selalu membuka diri untuk membangun komunikasi dengan partai-partai termasuk dengan Gerindra,” tegasnya.

Menurutnya, aduan terhadap waketum DPP Partai Gerindra itu disampaikan sebagai tujuan untuk menegakkan kebenaran dan sanksi.

Baca Juga:  Parpol Pengusung Prabowo Sebut Pasar Jokowi di Bali Hanya 52 Persen

“Akibat ujaran kebencian, citra dan wibawa partai jadi korban fitnah, karena di dalamnya ada unsur menjelek-jelekan, ujaran kebencian, dan tidak mengenakkan. Ini kalau tiak diantisipasi, patut diduga bisa merusak lembaga dan institusi partai kami ke depan. Tentu harus diluruskan,” jelasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/