alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Target 73 Kota/Kabupaten, Jelajah Nusantara Karena Cinta Indonesia

Meski berkewarganegaraan Thailand, tak menyurutkan niat dan tekad Tarmize berkeliling Indonesia. Pria berusia 66 tahun berkeliling nusantara hanya karena cinta terhadap Indonesia.

 

JULIADI, Tabanan

LAJU sepeda motor dari wilayah Pupuan siang itu mendadak terhenti di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, kemarin.

Mereka seolah berhenti setelah melihat seorang kakek yang menuntun sepeda gayung di jalan tanjakan di TKP.

Raut wajah sang kakek tersebut tampak lelah. Sepeda gayungnya berisi berbagai bekal yang tersimpan dalam tas.

Sementara dibagian belakang dan depan tampak dua bendera negara Thailand dan Indonesia. Terlihat pula bagian belakang sepeda papan banner

yang menempel bertuliskan menjelajah nusantara “Indonesia” dengan tulisan nama-nama berbagai kota/kabupaten di Indonesia.

Awalnya Jawa Pos Radar Bali mengira sang kakek berasal Indonesia. Namun, rupanya sang kakek bernama Tarmize jauh datang dari Thailand hanya untuk mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda gayung.

Tak hanya itu Jawa Pos Radar Bali sempat terkendala berkomunikasi dengan Tarmize, lantaran tak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

Bersyukur ia dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris ketika sedikit mengorek keterangan.

“No mission berkeliling Indonesia. Saya hanya cinta (I Love), suka dengan Indonesia dan ingin tahu budaya nusantara yang begitu beragam,” akunya sambil menarik nafas karena lelah menuntun sepeda di jalur tanjakan.

Diceritakan Tarmize, hampir tak percaya, di usia senjanya ia masih melakukan hal yang tak diduga dengan berkeliling Indonesia dengan sepedanya. Bahkan dia sampai di Pulau Dewata Bali.

“Saya sudah dua minggu berada di Bali dan berkeliling di Bali,” ucapnya. Meski nekat berkeliling Indonesia, Tarmize mengaku perjalanan kaki yang dilalui penuh dengan liku-liku serta medan yang berat.

Bahkan, bekal yang dia bawa kehabisan ditengah jalan pernah ia alami. Beruntung ada saja yang mau memberikan pertolongan.

“Kandang kala juga ada warga yang memberikan makan ketika bertemu ditengah jalan. Bahkan, ada juga yang meminta untuk sekedar berfoto selfie,” ujarnya.

Perjalanan mengelilingi nusantara dengan menggunakan sepeda gayung ia lakukan sejak bulan Juli lalu. Mulai dari wilayah barat Indonesia yakni Pulau Sumatra berlanjut ke daerah Jawa kemudian ke Bali.

Targetnya adalah keliling 73 kota/kabupaten di seluruh Provinsi di Indonesia. Ketika ditanya, mengapa memilih sepeda, Tarmize menjawab bahwa sepeda itu menyehatkan.

Selain bersepeda tidak membutuhkan biaya banyak ketika kerusakan di saat dalam perjalanan dan juga karena hobinya bersepeda.

“Kalau capek gayung, kan bisa dituntun dan tidak perlu repot. Begitu pula jika ada kerusakan tinggal diperbaiki dan tidak butuh biaya banyak,” ungkapnya.  

Untuk lokasi menginap kadang berada di pinggir jalan, kantor polisi dan markas tentara serta mencari tempat nyaman. Selain itu menginap di emperan toko.  

“Sekarang saya akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Banyuwangi, Jawa Timur dan juga Solo Jawa Tengah asal Presiden RI,” imbuhnya sembari meminta follow akun instagramnya. (*)

 



Meski berkewarganegaraan Thailand, tak menyurutkan niat dan tekad Tarmize berkeliling Indonesia. Pria berusia 66 tahun berkeliling nusantara hanya karena cinta terhadap Indonesia.

 

JULIADI, Tabanan

LAJU sepeda motor dari wilayah Pupuan siang itu mendadak terhenti di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, kemarin.

Mereka seolah berhenti setelah melihat seorang kakek yang menuntun sepeda gayung di jalan tanjakan di TKP.

Raut wajah sang kakek tersebut tampak lelah. Sepeda gayungnya berisi berbagai bekal yang tersimpan dalam tas.

Sementara dibagian belakang dan depan tampak dua bendera negara Thailand dan Indonesia. Terlihat pula bagian belakang sepeda papan banner

yang menempel bertuliskan menjelajah nusantara “Indonesia” dengan tulisan nama-nama berbagai kota/kabupaten di Indonesia.

Awalnya Jawa Pos Radar Bali mengira sang kakek berasal Indonesia. Namun, rupanya sang kakek bernama Tarmize jauh datang dari Thailand hanya untuk mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda gayung.

Tak hanya itu Jawa Pos Radar Bali sempat terkendala berkomunikasi dengan Tarmize, lantaran tak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

Bersyukur ia dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris ketika sedikit mengorek keterangan.

“No mission berkeliling Indonesia. Saya hanya cinta (I Love), suka dengan Indonesia dan ingin tahu budaya nusantara yang begitu beragam,” akunya sambil menarik nafas karena lelah menuntun sepeda di jalur tanjakan.

Diceritakan Tarmize, hampir tak percaya, di usia senjanya ia masih melakukan hal yang tak diduga dengan berkeliling Indonesia dengan sepedanya. Bahkan dia sampai di Pulau Dewata Bali.

“Saya sudah dua minggu berada di Bali dan berkeliling di Bali,” ucapnya. Meski nekat berkeliling Indonesia, Tarmize mengaku perjalanan kaki yang dilalui penuh dengan liku-liku serta medan yang berat.

Bahkan, bekal yang dia bawa kehabisan ditengah jalan pernah ia alami. Beruntung ada saja yang mau memberikan pertolongan.

“Kandang kala juga ada warga yang memberikan makan ketika bertemu ditengah jalan. Bahkan, ada juga yang meminta untuk sekedar berfoto selfie,” ujarnya.

Perjalanan mengelilingi nusantara dengan menggunakan sepeda gayung ia lakukan sejak bulan Juli lalu. Mulai dari wilayah barat Indonesia yakni Pulau Sumatra berlanjut ke daerah Jawa kemudian ke Bali.

Targetnya adalah keliling 73 kota/kabupaten di seluruh Provinsi di Indonesia. Ketika ditanya, mengapa memilih sepeda, Tarmize menjawab bahwa sepeda itu menyehatkan.

Selain bersepeda tidak membutuhkan biaya banyak ketika kerusakan di saat dalam perjalanan dan juga karena hobinya bersepeda.

“Kalau capek gayung, kan bisa dituntun dan tidak perlu repot. Begitu pula jika ada kerusakan tinggal diperbaiki dan tidak butuh biaya banyak,” ungkapnya.  

Untuk lokasi menginap kadang berada di pinggir jalan, kantor polisi dan markas tentara serta mencari tempat nyaman. Selain itu menginap di emperan toko.  

“Sekarang saya akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Banyuwangi, Jawa Timur dan juga Solo Jawa Tengah asal Presiden RI,” imbuhnya sembari meminta follow akun instagramnya. (*)

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/