alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Pertemuan Bilateral RI dan Australia

Mendag Lutfi: Maksimalkan Implementasi Persetujuan IA-CEPA

BOGOR, Radar Bali – Menteri  Perdagangan  Muhammad  Lutfi  mengungkapkan  bahwa  Kementerian Perdagangan   mendorong   para   pelaku   usaha   dan   eksportir   untuk   memaksimalkan   pemanfaatan implementasi  Persetujuan  Kemitraan  Ekonomi  Komprehensif  Indonesia  Australia  (Indonesia-Australia-Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement/IA-CEPA).  Jika  dimanfaatkan  dengan  baik,  IA-CEPA  ini dapat mendorong perdagangan kedua negara sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke Negeri Kanguru tersebut.

 

Hingga Maret 2022, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia tercatat sebesar USD 2,79 miliar, turun 2,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada 2021, perdagangan kedua negara  tercatat  sebesar USD 12,6 miliar,  naik  76,84 persen  dibandingkan  tahun  2020  sebesar USD 7,15 miliar.

 

Ekspor nonmigas utama Indonesia ke Australia di antaranya produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, besi baja, serta emas. Sedangkan impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi dan konsentratnya, batu bara bitumen, gandum dan meslin, biji besi, serta gula.

 

Implementasi  IA-CEPA  merupakan  satu  di  antara  isu  yang  diangkat  pada  pertemuan  bilateral  antara Presiden   Joko   Widodo   (Jokowi)   dengan   Perdana   Menteri   Australia   Anthony   Albanese,   di   Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6).

 

Mendag  Lutfi  menyampaikan  kembali  pernyataan  Presiden  Joko  Widodo  agar  pemanfaatan  terhadap  IA-CEPA dapat dioptimalisasi, sehingga perluasan akses pasar, peningkatan standardisasi dan ekosistem sektor-sektor  industri  unggul,  serta  peningkatan  keterampilan  dan  pelatihan  untuk  sektor  strategis,  dapat terlaksana dengan baik.Pada  pertemuan  tersebut,  lanjut  Mendag  Lutfi,  Presiden  Jokowi  berharap  Australia  dapat  memberikan perhatian  khusus  dalam  pembukaan akses  untuk  produk-produk  unggulan  dan  bernilai  tambah,  seperti otomotif.

 

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah melepas ekspor pertama kendaraan buatan Indonesia ke Australia pada  Februari  lalu.  Menurut  Presiden  Jokowi,  capaian  ini  semakin  memberikan  kepercayaan  terhadap kualitas produk-produk Indonesia dan membuka akses bagi produk-produk Indonesia lainnya. (rba/han)

 

 



BOGOR, Radar Bali – Menteri  Perdagangan  Muhammad  Lutfi  mengungkapkan  bahwa  Kementerian Perdagangan   mendorong   para   pelaku   usaha   dan   eksportir   untuk   memaksimalkan   pemanfaatan implementasi  Persetujuan  Kemitraan  Ekonomi  Komprehensif  Indonesia  Australia  (Indonesia-Australia-Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement/IA-CEPA).  Jika  dimanfaatkan  dengan  baik,  IA-CEPA  ini dapat mendorong perdagangan kedua negara sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke Negeri Kanguru tersebut.

 

Hingga Maret 2022, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia tercatat sebesar USD 2,79 miliar, turun 2,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada 2021, perdagangan kedua negara  tercatat  sebesar USD 12,6 miliar,  naik  76,84 persen  dibandingkan  tahun  2020  sebesar USD 7,15 miliar.

 

Ekspor nonmigas utama Indonesia ke Australia di antaranya produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, besi baja, serta emas. Sedangkan impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi dan konsentratnya, batu bara bitumen, gandum dan meslin, biji besi, serta gula.

 

Implementasi  IA-CEPA  merupakan  satu  di  antara  isu  yang  diangkat  pada  pertemuan  bilateral  antara Presiden   Joko   Widodo   (Jokowi)   dengan   Perdana   Menteri   Australia   Anthony   Albanese,   di   Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (6/6).

 

Mendag  Lutfi  menyampaikan  kembali  pernyataan  Presiden  Joko  Widodo  agar  pemanfaatan  terhadap  IA-CEPA dapat dioptimalisasi, sehingga perluasan akses pasar, peningkatan standardisasi dan ekosistem sektor-sektor  industri  unggul,  serta  peningkatan  keterampilan  dan  pelatihan  untuk  sektor  strategis,  dapat terlaksana dengan baik.Pada  pertemuan  tersebut,  lanjut  Mendag  Lutfi,  Presiden  Jokowi  berharap  Australia  dapat  memberikan perhatian  khusus  dalam  pembukaan akses  untuk  produk-produk  unggulan  dan  bernilai  tambah,  seperti otomotif.

 

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah melepas ekspor pertama kendaraan buatan Indonesia ke Australia pada  Februari  lalu.  Menurut  Presiden  Jokowi,  capaian  ini  semakin  memberikan  kepercayaan  terhadap kualitas produk-produk Indonesia dan membuka akses bagi produk-produk Indonesia lainnya. (rba/han)

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/