alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gandeng Belasan Seniman Indonesia, Kolaborasi Desain Masker Karya Seni

Saat ini warga dunia telah masuk ke era adaptasi hidup baru, dimana semua manusia wajib mengikuti protokol kesehatan demi mengurangi penularan Covid-19.

Salah satunya adalah memakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Masker kini menjadi bagian dari perlengkapan wajib saat bepergian. 

 

 

MARCEL PAMPURS, Denpasar

GAYA hidup baru menjadi tema di tengah kampanye pemerintah menghidupkan roda ekonomi setelah dihantam pandemic Covid-19.

Penerapan secara ketat protokol kesehatan pun menjadi solusi di tengah mewabahnya virus yang datang dari Provinsi Wuhan, Tiongkok ini.

Masker adalah salah satu bagian dari protokol yang wajib ada. Semua orang harus memakai masker, hal baru yang terjadi sepanjang manusia ada di muka bumi.

Tergerak dari kondisi tersebut, Kita Art Friends (KAF), sebuah project kolaborasi seniman Indonesia, bergerak bersama untuk menghadirkan desain masker karya seni.

Dengan antusias, para seniman terkenal ini memberikan karya-karya terbaik mereka untuk diaplikasikan menjadi desain masker yang unik dan menarik. 

KAF menghadirkan fine arts seniman Indonesia yang telah hadir di berbagai festival dan galeri seni sebagai bagian dari keseharian masyarakat.

Baca Juga:  Berkeliaran saat Pandemi Covid-19, Puluhan Gepeng di Buleleng Diciduk

Menurut founder KAF, Abdes Prestaka, seni harus didekatkan sebagai bagian dari keseharian. “Art should be celebrated anytime and anywhere,” kata Abdes, Rabu (8/7).

Keterlibatan para seniman dalam art movement ini merupakan wujud partisipasi para pelaku industri seni untuk mengajak masyarakat memakai masker.

“Diharapkan dengan adanya masker karya seniman, masyarakat menjadi lebih senang memakai masker dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup dalam keseharian,” tambah Prestaka.

Seniman-seniman yang berkolaborasi dalam project ini antara lain Ismanto Wahyudi, Soni Irawan, Nana Tedja, Uji Hahan, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya (NPAAW),

Valentino Febri, Surya Subratha, Adha Biru, Gung Dewantara, Made Wiradana, Made Palguna, Sujana Kenyem, Petek Sutrisno,

sampai dengan dokter-art enthusiast yang juga Runner Up Puteri Indonesia 2001, dr. Eka Cipta serta perupa-perupa muda berbakat lainnya di Indonesia. 

Seniman asal Jogja, Valentino Febri merasa antusias bisa ambil bagian dalam mengajak masyarakat untuk memakai masker.

Baca Juga:  Hanura Klungkung Digerogoti Kader Mundur, Suastika: Itu Tak Benar

“Disamping melindungi diri, Valentino ingin masyarakat juga tetap tampil keren dengan memakai masker yang berisi karya seni,” ujar Febri.

Sementara itu, Sujana Kenyem asal Ubud, sangat senang melihat karya-karyanya tidak hanya ada di media kertas atau kanvas.

Masker berisi karya seni para perupa ini dinilai memiliki sebuah keunikan. “Ada tantangan menarik bagaimana sebuah karya yang biasa ada dikanvas besar dijadikan disain masker,” kata Sujana Kenyem.

Dengan kolaborasi ini, KAF bisa mengaplikasikan karya-karya fine arts tanpa menghilangkan esensi lukisannya ke media masker yang berukuran jauh lebih kecil daripada media kanvas. 

Kolaborasi KAF bersama seniman juga mengajak para pecinta seni untuk ikut berkontribusi dalam penanggulangan Covid-19, dimana sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

Harapan dari KAF dan seluruh seniman yang berkolaborasi adalah agar masyarakat bisa kembali beraktifitas dan tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker. (*)

 



Saat ini warga dunia telah masuk ke era adaptasi hidup baru, dimana semua manusia wajib mengikuti protokol kesehatan demi mengurangi penularan Covid-19.

Salah satunya adalah memakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Masker kini menjadi bagian dari perlengkapan wajib saat bepergian. 

 

 

MARCEL PAMPURS, Denpasar

GAYA hidup baru menjadi tema di tengah kampanye pemerintah menghidupkan roda ekonomi setelah dihantam pandemic Covid-19.

Penerapan secara ketat protokol kesehatan pun menjadi solusi di tengah mewabahnya virus yang datang dari Provinsi Wuhan, Tiongkok ini.

Masker adalah salah satu bagian dari protokol yang wajib ada. Semua orang harus memakai masker, hal baru yang terjadi sepanjang manusia ada di muka bumi.

Tergerak dari kondisi tersebut, Kita Art Friends (KAF), sebuah project kolaborasi seniman Indonesia, bergerak bersama untuk menghadirkan desain masker karya seni.

Dengan antusias, para seniman terkenal ini memberikan karya-karya terbaik mereka untuk diaplikasikan menjadi desain masker yang unik dan menarik. 

KAF menghadirkan fine arts seniman Indonesia yang telah hadir di berbagai festival dan galeri seni sebagai bagian dari keseharian masyarakat.

Baca Juga:  Imbauan Bansos Dicueki, Bawaslu: Jangan Batasi Konstituen Pilih Paslon

Menurut founder KAF, Abdes Prestaka, seni harus didekatkan sebagai bagian dari keseharian. “Art should be celebrated anytime and anywhere,” kata Abdes, Rabu (8/7).

Keterlibatan para seniman dalam art movement ini merupakan wujud partisipasi para pelaku industri seni untuk mengajak masyarakat memakai masker.

“Diharapkan dengan adanya masker karya seniman, masyarakat menjadi lebih senang memakai masker dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup dalam keseharian,” tambah Prestaka.

Seniman-seniman yang berkolaborasi dalam project ini antara lain Ismanto Wahyudi, Soni Irawan, Nana Tedja, Uji Hahan, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya (NPAAW),

Valentino Febri, Surya Subratha, Adha Biru, Gung Dewantara, Made Wiradana, Made Palguna, Sujana Kenyem, Petek Sutrisno,

sampai dengan dokter-art enthusiast yang juga Runner Up Puteri Indonesia 2001, dr. Eka Cipta serta perupa-perupa muda berbakat lainnya di Indonesia. 

Seniman asal Jogja, Valentino Febri merasa antusias bisa ambil bagian dalam mengajak masyarakat untuk memakai masker.

Baca Juga:  Berkat Bold Riders, Monjali Cafe Bisa Bayar Gaji Selama Pandemi

“Disamping melindungi diri, Valentino ingin masyarakat juga tetap tampil keren dengan memakai masker yang berisi karya seni,” ujar Febri.

Sementara itu, Sujana Kenyem asal Ubud, sangat senang melihat karya-karyanya tidak hanya ada di media kertas atau kanvas.

Masker berisi karya seni para perupa ini dinilai memiliki sebuah keunikan. “Ada tantangan menarik bagaimana sebuah karya yang biasa ada dikanvas besar dijadikan disain masker,” kata Sujana Kenyem.

Dengan kolaborasi ini, KAF bisa mengaplikasikan karya-karya fine arts tanpa menghilangkan esensi lukisannya ke media masker yang berukuran jauh lebih kecil daripada media kanvas. 

Kolaborasi KAF bersama seniman juga mengajak para pecinta seni untuk ikut berkontribusi dalam penanggulangan Covid-19, dimana sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

Harapan dari KAF dan seluruh seniman yang berkolaborasi adalah agar masyarakat bisa kembali beraktifitas dan tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker. (*)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/