alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Dilengkapi Senjata Mematikan, Hasil Modifikasi Boeing 737 800ERX

Sejak tanggal 4 Hingga Rabu (9/5) hari ini, pesawat canggih US Navy Poseidon – 8A berada di langit Nusa Tenggara.

Mereka menggelar latihan bersama dengan TNI AL dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018.

Dalam latihan multilateral itu, Jawa Pos Radar Bali (JPRB) mendapat kesempatan terbang bersama pesawat anti kapal selam paling canggih di dunia itu. Seperti apa?

 

 

DIDIK DWI PRAPTONO, Denpasar

WAKTU di ruang tunggu Apro, Eksekutif Jet, sebelah selatan Bandara Ngurah Rai, Jalan Taman Sari, Tuban, Badung menunjukkan pukul 08.30.

Setelah sempat melalui pemeriksaan di mesin X-Ray, JPRB kemudian menuju ruang tunggu domestik.

Di ruang ber-AC, dan berdinding kaca, sudah banyak perwira pertama dan menengah baik dari unsur TNI AL maupun US Navy. 

Dari banyak perwira, ada dari mereka yang terlihat duduk di ruang tunggu sambil menelepon, ada yang ngobrol santai sambil minum kopi, dan ada juga yang minum teh sambil berdiskusi. 

Sedangkan sebagiannya lagi ada yang terlihat melakukan persiapan. Selanjutnya, sambil berkenalan dan bertukar informasi, sekitar setengah jam,

para media peliput yang jumlahnya hanya enam orang dari tiga media cetak dan elektronik lokal dan nasional kemudian berkumpul untuk breafing.

Kepala Bidang Udara event Multilateral Naval Exercice Komodo (MNEK) 2018 Mayor Laut (P) Oscar Johanes Novie selaku pemimpin breafing kemudian memberikan arahan tentang prosedur peliputan.

Baca Juga:  Beda Pahlawan dan Jagoan di Udara

Selain menjelaskan batasan-batasan teknis pemotretan yang dilarang dan diperbolehkan, perwira menengah yang berdinas

di Pusat Penerbangan Angkatan Laut Juanda Surabaya ini juga memandu dan menjelaskan detail tentang kegiatan MNEK 2018.

Usai menjalani breafing pertama, selang setengah jam berikutnya, para media peliput yang berencana ikut take off kemudian diajak keluar ruang tunggu.

Dengan latar atau background pesawat Poseidon P-8A, para awak media kemudian dibreafing oleh Kapten Poseidon P-8A LT Branden Roy.

Setelah selesai, tepatnya pukul 11.00, para awak media melakukan boarding menuju pesawat.

Namun sebelum naik tangga dan terbang bersama  pilot dan kru berkeliling mengitari selat Lombok selama 2 jam,

seluruh alat komunikasi milik awak media dan alat lain yang bisa mengganggu saat penerbangan oleh kru diamankan di tas khusus warna hitam.

Setelah melalui proses, kemudan satu per satu awak media menuju anak tangga pesawat. Sampai di kabin pesawat, para awak media tidak hanya merasakan sensasi terbang bersama

pesawat Poseidon, JPRB juga diberi kesempatan melihat fasilitas canggih yang ada di dalam pesawat beserta aktifitas kru penerbang. 

Mulai ruang kokpit pesawat, dapur mini, toilet, penulis juga dikenalkan sejumlah alat yang ada di dalam kabin burung besi modifikasi pesawat boeing 737 800ERX yang menyatukan

rangka pesawat yang sangat handal dengan mesin jet berbaling-baling turbo high-bypass dengan sistem misi rancangan terbuka, saling terhubung dan canggih. 

Baca Juga:  Lelah Hilang Setelah Lihat Deretan Parade Kapal Perang Negara Sahabat

Setelah melewati ruang toilet dan dua kursi pengintai dengan jendela berkaca bening untuk pemotretan dari atas udara,

penulis kemudian dikenalkan peralatan lain seperti 10 layar monitor yang digunakan kru untuk sistem konunikasi, pengontrol misi,  pembaca radar, dan mengoperasikan sistem serta sensor atau kamera pengintai.

“Semua bagian bebas boleh diambil dokumen. Tetapi, untuk posisi layar monitor awak media kami mohon untuk tidak mengambil foto atau video karena ini rahasia,” pinta LT Branden Roy.

Branden menambahkan di dalam  pesawat P-8A,  juga dilengkapi sensor terbaru, yang secara dramatis akan meningkatkan kemampuan perang di bawah laut maupun di permukaan laut.

“Poseidon P-8A memiliki sistem sensor statis berganda aktif dan akustik pasif. Selain itu pesawat ini juga dilengkapai Radar penghasil gambar dua dimensi terbaru,

sistem pengukuran elektronik, sensor optik elektro, infra merah dan alat deteksi anomali magnestik digital,”terangnya.

Menurutnya, untuk kru penerbang yang mengendalikan Poseidon P-8a terdiri sembilan orang awak yakni kokpit untuk dua pilot, lima awak misi ditambah satu pilot cadangan dan teknisi pesawat.

Poseidon P-8A memiliki kekuatan mematikan. Pesawat ini dilengkapi lima tempat persenjataan internal, empat pilon di sayap,

dua pilon di tengah ditunjang dengan sistem pengaturan digital yang dapat menampung rudal ganda, torpedo dan ranjau.

Disamping itu, didalam pesawat super canggih ini juga dilengkapi fasilitas internet link-11/link-16, protokol internet serta link data umum forcenet. 



Sejak tanggal 4 Hingga Rabu (9/5) hari ini, pesawat canggih US Navy Poseidon – 8A berada di langit Nusa Tenggara.

Mereka menggelar latihan bersama dengan TNI AL dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018.

Dalam latihan multilateral itu, Jawa Pos Radar Bali (JPRB) mendapat kesempatan terbang bersama pesawat anti kapal selam paling canggih di dunia itu. Seperti apa?

 

 

DIDIK DWI PRAPTONO, Denpasar

WAKTU di ruang tunggu Apro, Eksekutif Jet, sebelah selatan Bandara Ngurah Rai, Jalan Taman Sari, Tuban, Badung menunjukkan pukul 08.30.

Setelah sempat melalui pemeriksaan di mesin X-Ray, JPRB kemudian menuju ruang tunggu domestik.

Di ruang ber-AC, dan berdinding kaca, sudah banyak perwira pertama dan menengah baik dari unsur TNI AL maupun US Navy. 

Dari banyak perwira, ada dari mereka yang terlihat duduk di ruang tunggu sambil menelepon, ada yang ngobrol santai sambil minum kopi, dan ada juga yang minum teh sambil berdiskusi. 

Sedangkan sebagiannya lagi ada yang terlihat melakukan persiapan. Selanjutnya, sambil berkenalan dan bertukar informasi, sekitar setengah jam,

para media peliput yang jumlahnya hanya enam orang dari tiga media cetak dan elektronik lokal dan nasional kemudian berkumpul untuk breafing.

Kepala Bidang Udara event Multilateral Naval Exercice Komodo (MNEK) 2018 Mayor Laut (P) Oscar Johanes Novie selaku pemimpin breafing kemudian memberikan arahan tentang prosedur peliputan.

Baca Juga:  Lestarikan Wisata Bawah Laut, TNI AL Tanam Terumbu Karang

Selain menjelaskan batasan-batasan teknis pemotretan yang dilarang dan diperbolehkan, perwira menengah yang berdinas

di Pusat Penerbangan Angkatan Laut Juanda Surabaya ini juga memandu dan menjelaskan detail tentang kegiatan MNEK 2018.

Usai menjalani breafing pertama, selang setengah jam berikutnya, para media peliput yang berencana ikut take off kemudian diajak keluar ruang tunggu.

Dengan latar atau background pesawat Poseidon P-8A, para awak media kemudian dibreafing oleh Kapten Poseidon P-8A LT Branden Roy.

Setelah selesai, tepatnya pukul 11.00, para awak media melakukan boarding menuju pesawat.

Namun sebelum naik tangga dan terbang bersama  pilot dan kru berkeliling mengitari selat Lombok selama 2 jam,

seluruh alat komunikasi milik awak media dan alat lain yang bisa mengganggu saat penerbangan oleh kru diamankan di tas khusus warna hitam.

Setelah melalui proses, kemudan satu per satu awak media menuju anak tangga pesawat. Sampai di kabin pesawat, para awak media tidak hanya merasakan sensasi terbang bersama

pesawat Poseidon, JPRB juga diberi kesempatan melihat fasilitas canggih yang ada di dalam pesawat beserta aktifitas kru penerbang. 

Mulai ruang kokpit pesawat, dapur mini, toilet, penulis juga dikenalkan sejumlah alat yang ada di dalam kabin burung besi modifikasi pesawat boeing 737 800ERX yang menyatukan

rangka pesawat yang sangat handal dengan mesin jet berbaling-baling turbo high-bypass dengan sistem misi rancangan terbuka, saling terhubung dan canggih. 

Baca Juga:  Wow, Kapal Nelayan juga Dilibatkan dalam MNEK 2018

Setelah melewati ruang toilet dan dua kursi pengintai dengan jendela berkaca bening untuk pemotretan dari atas udara,

penulis kemudian dikenalkan peralatan lain seperti 10 layar monitor yang digunakan kru untuk sistem konunikasi, pengontrol misi,  pembaca radar, dan mengoperasikan sistem serta sensor atau kamera pengintai.

“Semua bagian bebas boleh diambil dokumen. Tetapi, untuk posisi layar monitor awak media kami mohon untuk tidak mengambil foto atau video karena ini rahasia,” pinta LT Branden Roy.

Branden menambahkan di dalam  pesawat P-8A,  juga dilengkapi sensor terbaru, yang secara dramatis akan meningkatkan kemampuan perang di bawah laut maupun di permukaan laut.

“Poseidon P-8A memiliki sistem sensor statis berganda aktif dan akustik pasif. Selain itu pesawat ini juga dilengkapai Radar penghasil gambar dua dimensi terbaru,

sistem pengukuran elektronik, sensor optik elektro, infra merah dan alat deteksi anomali magnestik digital,”terangnya.

Menurutnya, untuk kru penerbang yang mengendalikan Poseidon P-8a terdiri sembilan orang awak yakni kokpit untuk dua pilot, lima awak misi ditambah satu pilot cadangan dan teknisi pesawat.

Poseidon P-8A memiliki kekuatan mematikan. Pesawat ini dilengkapi lima tempat persenjataan internal, empat pilon di sayap,

dua pilon di tengah ditunjang dengan sistem pengaturan digital yang dapat menampung rudal ganda, torpedo dan ranjau.

Disamping itu, didalam pesawat super canggih ini juga dilengkapi fasilitas internet link-11/link-16, protokol internet serta link data umum forcenet. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/