alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kader Banteng Dilarang Keluar Daerah, Berlaku Sampai Hari H Coblosan

DENPASAR – Kurang tiga pekan dari hari-H Pilgub Bali, DPD PDIP Bali mengeluarkan instruksi khusus pada seluruh kadernya yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif.

Instruksi tersebut yakni larangan bagi seluruh kader bepergian keluar daerah (Provinsi Bali) melakukan kujungan kerja (kunker).

Apapun alasannya, jika tidak urgent, “Kader Banteng” harus tetap siaga di Bali menjaga kandangnya. 

Partai berlambang kepala banteng gemuk itu tidak ingin kecolongan pada hari-hari terakhir jelang pencobaan.

Konstituen serta suara masyarakat yang menyatakan mendukung pasangan Koster – Ace harus diamankan.

“Selama ini semua komponen partai dan simpatisan sudah bekerja keras untuk memenangkan Koster – Ace.

Jangan sampai hari-H malah kecolongan,” ujar anggota tim pemenangan paket Koster – Ace, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Baca Juga:  Sepatu Siapa Takut

Ditegaskan Kariyasa, instruksi partai juga berlaku untuk kader hingga tingkat anak ranting. Semua diminta menjaga wilayahnya masing-masing dan mewaspadai setiap pihak yang ingin menggembosi suara.

“Kami juga ingin memastikan Pilgub Bali ini aman dan damai, terhindar dari money politics atau serangan fajar jelang pencoblosan,” imbuh politikus asal Buleleng itu. 

Menurut Kariyasa, hal yang sangat diwaspadai adalah politik uang. “Semua kader harus mencegah jangan sampai ada penyusup yang

menyusup ke desa-desa menjelang pencoblosan. Kalau penyusup itu lolos, apa yang dikerjakakan selama ini akan sia-sia.   

Apakah ada sanksi? Kariyasa menandaskan, setiap perintah partai maka secara otomatis diikuti sanksi bagi kader yang tidak taat. “Ketika terjadi pelanggaran, maka sudah pasti ada sanksinya,” jelasnya. 

Baca Juga:  Harga Cabai Melangit, Ibu-ibu Menjerit

Kariyasa mengklaim sampai saat ini hasil survei dari tiga lembaga survey yang dipercaya, pasangan Koster-Ace masih tetap unggul dan.

Posisinya sampai pada angka 68-70 persen.  Semua kader partai diharapkan terus dapat mewaspadai wilayahnya masing-masing.

Menurut dia, kinerja semua kader PDI Perjuangan cukup bagus, kader partai solid, sehingga peluang untuk merebut kursi gubernur dan wakil gubernur bisa tercapai.

PDI Perjuangan tidak mau mengalami kegagalan dan mengalami kekalahan yang menyedihkan seperti Pilgub 2013 lalu.



DENPASAR – Kurang tiga pekan dari hari-H Pilgub Bali, DPD PDIP Bali mengeluarkan instruksi khusus pada seluruh kadernya yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif.

Instruksi tersebut yakni larangan bagi seluruh kader bepergian keluar daerah (Provinsi Bali) melakukan kujungan kerja (kunker).

Apapun alasannya, jika tidak urgent, “Kader Banteng” harus tetap siaga di Bali menjaga kandangnya. 

Partai berlambang kepala banteng gemuk itu tidak ingin kecolongan pada hari-hari terakhir jelang pencobaan.

Konstituen serta suara masyarakat yang menyatakan mendukung pasangan Koster – Ace harus diamankan.

“Selama ini semua komponen partai dan simpatisan sudah bekerja keras untuk memenangkan Koster – Ace.

Jangan sampai hari-H malah kecolongan,” ujar anggota tim pemenangan paket Koster – Ace, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Baca Juga:  Dana Kampanye, Anggota DPRD Penyokong Koster – Ace Urunan Rp 75 Juta

Ditegaskan Kariyasa, instruksi partai juga berlaku untuk kader hingga tingkat anak ranting. Semua diminta menjaga wilayahnya masing-masing dan mewaspadai setiap pihak yang ingin menggembosi suara.

“Kami juga ingin memastikan Pilgub Bali ini aman dan damai, terhindar dari money politics atau serangan fajar jelang pencoblosan,” imbuh politikus asal Buleleng itu. 

Menurut Kariyasa, hal yang sangat diwaspadai adalah politik uang. “Semua kader harus mencegah jangan sampai ada penyusup yang

menyusup ke desa-desa menjelang pencoblosan. Kalau penyusup itu lolos, apa yang dikerjakakan selama ini akan sia-sia.   

Apakah ada sanksi? Kariyasa menandaskan, setiap perintah partai maka secara otomatis diikuti sanksi bagi kader yang tidak taat. “Ketika terjadi pelanggaran, maka sudah pasti ada sanksinya,” jelasnya. 

Baca Juga:  Wanita Pejuang di Tengah Covid-19

Kariyasa mengklaim sampai saat ini hasil survei dari tiga lembaga survey yang dipercaya, pasangan Koster-Ace masih tetap unggul dan.

Posisinya sampai pada angka 68-70 persen.  Semua kader partai diharapkan terus dapat mewaspadai wilayahnya masing-masing.

Menurut dia, kinerja semua kader PDI Perjuangan cukup bagus, kader partai solid, sehingga peluang untuk merebut kursi gubernur dan wakil gubernur bisa tercapai.

PDI Perjuangan tidak mau mengalami kegagalan dan mengalami kekalahan yang menyedihkan seperti Pilgub 2013 lalu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/