alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Didepak dari Kursi Sekda, Gus Gaga Bisa Masuk Survei KGB

RadarBali.com – Didepaknya Ida Bagus Gaga Adisaputra sebagai Sekda Gianyar, membuat Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) meliriknya.

Sesuai rencana, KGB akan melanjutkan tahapan pencarian orang nomor satu di Gianyar, yakni menggelar survei.

Rencana itu tertuang dalam hasil rapat yang digelar KGB di daerah Kedewatan, kecamatan Ubud, Minggu (10/9).

Ketua penjaringan KGB Made Artha Rimbawa menyatakan, pertemuan di Kedewatan hanya membahas survei untuk kandidat.

“Kami bicarakan internal KGB dulu, kapan surveinya. Rencana kami akan pakai LSI (Lembaga Survei Indonesia, red),” jelas Rimbawa, kemarin.

Selama survei, tidak saja tokoh yang mendaftar sebagai bupati dan calon wakil yang disurvei. Para tokoh yang sedang dibicarakan publik, seperti Ida Bagus Gaga Adisaputra atau Gus Gaga juga masuk survei KGB.

“Survei siapapun boleh, disurvei saja. (Gus Gaga, red) tetap masuk survei,” terangnya. Apabila hasilnya Gus Gaga berada di posisi tertinggi, lanjut Rimbawa, itu tidak akan serta merta menggugurkan proses pendaftaran yang dilakukan oleh bakal calon.

Baca Juga:  Golkar Pede Usung Sudikerta, Demokrat Tunggu Lampu Kuning

“Nanti kami bicarakan, ada rapat lagi setelah survei, tidak harus begitu (yang tertinggi dipaketkan, red),” terangnya.

Yang jelas, survei ini untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dan elektabilitas bakal calon yang mendaftar di KGB.

“Yang jelas kami kami ingin menang, survei kan untuk tentukan arah dan kebijakan ke depan,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan jadwal dari KPUD, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakilnya dilakukan mulai 1 Januari 2018 mendatang. Selanjutnya dilakukan beberapa tahapan bagi calon bupati dan wakil.

Di bagian lain, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gianyar melangsungkan rapat pleno yang digelar Minggu (10/9).

Dalam pleno kemarin, dihadiri oleh unsur Polres Gianyar, Dandim 1616, BNN Kabupaten Gianyar, Panwas Kabupaten Gianyar, Kesbangpol, Disdukcapil, dan partai partai politik peserta Pemilu 2014 di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga:  Pantau TPS, Kombes di Polda Bali di "Downgrade" Jadi Bhabinkamtibmas

Ada tiga keputusan yang dihasilkan dalam pleno. Pertama, rekap Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 sebagai dasar penghitungan minimal dukungan calon perseorangan.

Kedua, syarat dukungan bagi calon perseorangan dan sebarannnya. Dan ketiga, syarat dukungan bagi calon dari partai politik.

Ketua KPUD Gianyar AA Gede Putra menyatakan, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa syarat minimal dukungan calon independent (perseorangan) berdasar DPT Pemilu terakhir yakni Pilpres 2014 sejumlah 359.116.

“Jumlah itu lantas dikalikan 8,5 persen, sehingga keluar hasil 30.525 pemilih untuk calon perseorangan,” ujar pria yang akrab disapa Gung Putra itu.

Gung Putra menambahkan, ada larangan dukungan kepada pasangan calon perseorangan. Pelarangan tersebut meliputi, anggota TNI, Polri, PNS, KPU, PPK,PPS, Bawaslu, Panwas, Pegawai Kesekretariatan penyelenggara pemilihan, Kepala Desa hingga Perangkat Desa.

“Tapi saat hari pemilu mereka tetap dipersilahkan menjalankan kewajibannya,” jelasnya.



RadarBali.com – Didepaknya Ida Bagus Gaga Adisaputra sebagai Sekda Gianyar, membuat Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) meliriknya.

Sesuai rencana, KGB akan melanjutkan tahapan pencarian orang nomor satu di Gianyar, yakni menggelar survei.

Rencana itu tertuang dalam hasil rapat yang digelar KGB di daerah Kedewatan, kecamatan Ubud, Minggu (10/9).

Ketua penjaringan KGB Made Artha Rimbawa menyatakan, pertemuan di Kedewatan hanya membahas survei untuk kandidat.

“Kami bicarakan internal KGB dulu, kapan surveinya. Rencana kami akan pakai LSI (Lembaga Survei Indonesia, red),” jelas Rimbawa, kemarin.

Selama survei, tidak saja tokoh yang mendaftar sebagai bupati dan calon wakil yang disurvei. Para tokoh yang sedang dibicarakan publik, seperti Ida Bagus Gaga Adisaputra atau Gus Gaga juga masuk survei KGB.

“Survei siapapun boleh, disurvei saja. (Gus Gaga, red) tetap masuk survei,” terangnya. Apabila hasilnya Gus Gaga berada di posisi tertinggi, lanjut Rimbawa, itu tidak akan serta merta menggugurkan proses pendaftaran yang dilakukan oleh bakal calon.

Baca Juga:  Dipecat dari PNS dan Sekda, Parpol Pengusung Sebut Gus Gaga Teraniaya

“Nanti kami bicarakan, ada rapat lagi setelah survei, tidak harus begitu (yang tertinggi dipaketkan, red),” terangnya.

Yang jelas, survei ini untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dan elektabilitas bakal calon yang mendaftar di KGB.

“Yang jelas kami kami ingin menang, survei kan untuk tentukan arah dan kebijakan ke depan,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan jadwal dari KPUD, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakilnya dilakukan mulai 1 Januari 2018 mendatang. Selanjutnya dilakukan beberapa tahapan bagi calon bupati dan wakil.

Di bagian lain, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gianyar melangsungkan rapat pleno yang digelar Minggu (10/9).

Dalam pleno kemarin, dihadiri oleh unsur Polres Gianyar, Dandim 1616, BNN Kabupaten Gianyar, Panwas Kabupaten Gianyar, Kesbangpol, Disdukcapil, dan partai partai politik peserta Pemilu 2014 di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga:  APES! Dicopot dari Kursi Sekda, Gus Gaga Diberhentikan Sebagai PNS

Ada tiga keputusan yang dihasilkan dalam pleno. Pertama, rekap Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 sebagai dasar penghitungan minimal dukungan calon perseorangan.

Kedua, syarat dukungan bagi calon perseorangan dan sebarannnya. Dan ketiga, syarat dukungan bagi calon dari partai politik.

Ketua KPUD Gianyar AA Gede Putra menyatakan, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa syarat minimal dukungan calon independent (perseorangan) berdasar DPT Pemilu terakhir yakni Pilpres 2014 sejumlah 359.116.

“Jumlah itu lantas dikalikan 8,5 persen, sehingga keluar hasil 30.525 pemilih untuk calon perseorangan,” ujar pria yang akrab disapa Gung Putra itu.

Gung Putra menambahkan, ada larangan dukungan kepada pasangan calon perseorangan. Pelarangan tersebut meliputi, anggota TNI, Polri, PNS, KPU, PPK,PPS, Bawaslu, Panwas, Pegawai Kesekretariatan penyelenggara pemilihan, Kepala Desa hingga Perangkat Desa.

“Tapi saat hari pemilu mereka tetap dipersilahkan menjalankan kewajibannya,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/