alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Jadi Maskot Soekarnois, Koster – Rai Mantra Berebut Restu Bale Agung

SINGARAJA – Calon Gubernur nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, kemarin (12/5) mengunjungi kawasan Bale Agung. Rai Mantra disebut meminta restu dalam menghadapi kontestasi Pilgub Bali 2018.

Saat datang ke Bale Agung, Rai Mantra nampak didampingi sejumlah politisi. Di antaranya Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Gde Sumarjaya Linggih, serta Sekretaris DPD Golkar Buleleng Nyoman Gde Wandira Adi.

Rai Mantra sempat masuk ke Merajan Bale Agung. Di sana Rai Mantra tak melakukan persembahyangan. Melainkan hanya melakukan napak tilas sejarah.

Setelah itu Rai Mantra langsung ke Pura Desa Pakraman Buleleng untuk melakukan persembahyangan. Rai Mantra memang sengaja datang ke Bale Agung.

Baca Juga:  Mario Aji Minta Keberlanjutan Dukungan Pemerintah kepada Menko Airlangga

Maklum saja, selama ini Bale Agung kerap dikaitkan dengan sejarah berdirinya Indonesia. Mengingat Nyoman Rai Srimben yang juga ibunda Presiden RI pertama, Soekarno, berasal dari Bale Agung.

Selain itu para politisi yang maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, juga kerap melakukan persembahyangan.

Di antaranya Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan yang melakukan persembahyangan jelang Pilbup Buleleng 2017. Sukrawan bahkan melakukan deklarasi pencalonan di Bale Agung.

Selain itu ada nama Wayan Koster. Koster sempat melakukan persembahyangan pada 20 Januari lalu, jelang deklrasi KBS-ACE di Taman Kota Singaraja.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Rai Mantra mengaku datang untuk meminta restu pada leluhur Bung Karno.

Baca Juga:  Ini Alasan Koster Minta Pendukung Maupun Haters Tak Sebar Fitnah...

“Ya kalau minta restu, sama semua itu kita harus minta restu. Namanya juga minta jalan lah,” kata Rai Mantra.

Ia juga mengaku memiliki rencana tersendiri untuk kawasan Bale Agung. Hanya saja ia tak mau membeberkan secara gamblang soal rencana tersebut.

Rai Mantra hanya menyebut akan melakukan konservasi sejarah di kawasan itu. “Ini konservasi sejarah. Kalau sejarah harus ada konservasi. Jadi nilai-nilai sejarah nggak boleh dilupain, itu yang paling penting,” tandasnya



SINGARAJA – Calon Gubernur nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, kemarin (12/5) mengunjungi kawasan Bale Agung. Rai Mantra disebut meminta restu dalam menghadapi kontestasi Pilgub Bali 2018.

Saat datang ke Bale Agung, Rai Mantra nampak didampingi sejumlah politisi. Di antaranya Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Gde Sumarjaya Linggih, serta Sekretaris DPD Golkar Buleleng Nyoman Gde Wandira Adi.

Rai Mantra sempat masuk ke Merajan Bale Agung. Di sana Rai Mantra tak melakukan persembahyangan. Melainkan hanya melakukan napak tilas sejarah.

Setelah itu Rai Mantra langsung ke Pura Desa Pakraman Buleleng untuk melakukan persembahyangan. Rai Mantra memang sengaja datang ke Bale Agung.

Baca Juga:  Garuda Sriwijaya

Maklum saja, selama ini Bale Agung kerap dikaitkan dengan sejarah berdirinya Indonesia. Mengingat Nyoman Rai Srimben yang juga ibunda Presiden RI pertama, Soekarno, berasal dari Bale Agung.

Selain itu para politisi yang maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, juga kerap melakukan persembahyangan.

Di antaranya Putu Agus Suradnyana dan Dewa Nyoman Sukrawan yang melakukan persembahyangan jelang Pilbup Buleleng 2017. Sukrawan bahkan melakukan deklarasi pencalonan di Bale Agung.

Selain itu ada nama Wayan Koster. Koster sempat melakukan persembahyangan pada 20 Januari lalu, jelang deklrasi KBS-ACE di Taman Kota Singaraja.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Rai Mantra mengaku datang untuk meminta restu pada leluhur Bung Karno.

Baca Juga:  Pengusaha Terseret

“Ya kalau minta restu, sama semua itu kita harus minta restu. Namanya juga minta jalan lah,” kata Rai Mantra.

Ia juga mengaku memiliki rencana tersendiri untuk kawasan Bale Agung. Hanya saja ia tak mau membeberkan secara gamblang soal rencana tersebut.

Rai Mantra hanya menyebut akan melakukan konservasi sejarah di kawasan itu. “Ini konservasi sejarah. Kalau sejarah harus ada konservasi. Jadi nilai-nilai sejarah nggak boleh dilupain, itu yang paling penting,” tandasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/