alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah

Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman, Terus Berprestasi di Tengah Pandemi

SLEMAN, radarbali.id Kabupaten Sleman kembali merayakan hari jadinya ke-106, Minggu (15/5/2022). Serangkaian acara peringatan hari jadi dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Puncak acara Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman diawali dengan lung tinampen Kendogo Pusoko oleh Panewu Depok Wawan Widiantoro kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman. Kendogo Pusoko sebagai simbol punjering pemerintahan Kabupaten Sleman itu lantas diserahkan kepada bregada prajurit untuk dikirab menuju ibu kota Kabupaten Sleman saat ini yang berada di Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman. “Tradisi ini dikenal dengan sebutan Kirab Bedhol Projo. Sebagai simbol pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, yang semula berada di Padukuhan Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ke Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman,” jelas Wawan.

Selanjutnya, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Beran, dilaksanakan upacara pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turun Sih, Dwaja Mega Ngapak, dan lambang daerah Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah Harda Kiswaya. Untuk diserahkan pula kepada Aji Wulantara.

Tumbak Kyai Turun Sih yang merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono X beserta lambang daerah tersebut lantas dikirab menuju Lapangan Pemkab Sleman yang berjarak sekitar 100 meter dari Pendopo Parasamya. Disatukan dengan Kendaga Pusaka yang diambil dari Ambarrukmo dalam Upacara Puncak Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti bregada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Turut hadir jajaran Forkompinda Sleman serta para mantan bupati dan wakil bupati.

Bertindak sebagai pengageng (inspektur upacara) Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo. Upacara diawali dengan masuknya 5 bregada perangkat daerah yang dipandu Srikandi Polisi Pamong Praja Sleman diiringi gendhing Lancaran Suba. Kemudian masuk Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih disertai lambang daerah, Dwaja Mega Ngapak diiringi gendhing Gati Langen Branta.

Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman bertema “Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah”.

Menurut Aji Wulantara, tema itu selaras dengan semangat baru pemerintah Kabupaten Sleman dalam pembangunan wilayah dan masyarakat. Khususnya dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu pula yang membuat roda pemerintahan Kabupaten Sleman tetap berjalan baik ditengah pandemi Covid-19. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap bisa mengukir prestasi. “Itu tidak lepas dari perjuangan pimpinan-pimpinan terdahulu, yang menanamkan fondasi kuat,” ungkapnya.

Aji menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman sekarang pun menjalankan roda pemerintahan sesuai semangat dalam lambang daerah, yang merupakan buah pikiran para pemimpin terdahulu.

“Kalau disimpulkan, seluruh makna dalam lambang daerah dan pusaka-pusaka pemerintahan itu adalah prasojo,” lanjut Aji.

Prasojo diartikan sebagai pola atau sikap pemerintah yang melakukan pembangunan secara terus-menerus dan berkelanjutan dengan gotong royong, cinta kasih, kerja keras, pantang menyerah, berbudaya, agamis, dan kesederhanaan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Buktinya, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil mencetak prestasi meski dalam suasana pandemi.

Berbagai inovasi yang dilakukan telah membuahkan hasil, di antaranya, pada Februari lalu, Sleman meraih peringkat kedua nasional sebagai kabupaten/kota pada hasil pengawasan kearsipan 2021 dengan nilai terbaik 90,66 kategori AA (sangat memuaskan).

Prestasi lainnya disabet Kabupaten Sleman pada 8 Maret 2022. Yakni Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori “Pelayanan Prima” (Nilai A) Tahun 2021 oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman.

Selang sehari, Kabupaten Sleman kembali mencetak prestasi. Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan DIJ memberikan penghargaan ke-11 kalinya, atas opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sleman 2021. (rba/ken)



SLEMAN, radarbali.id Kabupaten Sleman kembali merayakan hari jadinya ke-106, Minggu (15/5/2022). Serangkaian acara peringatan hari jadi dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Puncak acara Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman diawali dengan lung tinampen Kendogo Pusoko oleh Panewu Depok Wawan Widiantoro kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman. Kendogo Pusoko sebagai simbol punjering pemerintahan Kabupaten Sleman itu lantas diserahkan kepada bregada prajurit untuk dikirab menuju ibu kota Kabupaten Sleman saat ini yang berada di Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman. “Tradisi ini dikenal dengan sebutan Kirab Bedhol Projo. Sebagai simbol pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, yang semula berada di Padukuhan Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok ke Padukuhan Beran, Tridadi, Sleman,” jelas Wawan.

Selanjutnya, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Beran, dilaksanakan upacara pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turun Sih, Dwaja Mega Ngapak, dan lambang daerah Kabupaten Sleman oleh Sekretaris Daerah Harda Kiswaya. Untuk diserahkan pula kepada Aji Wulantara.

Tumbak Kyai Turun Sih yang merupakan pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono X beserta lambang daerah tersebut lantas dikirab menuju Lapangan Pemkab Sleman yang berjarak sekitar 100 meter dari Pendopo Parasamya. Disatukan dengan Kendaga Pusaka yang diambil dari Ambarrukmo dalam Upacara Puncak Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti bregada perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman. Turut hadir jajaran Forkompinda Sleman serta para mantan bupati dan wakil bupati.

Bertindak sebagai pengageng (inspektur upacara) Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo. Upacara diawali dengan masuknya 5 bregada perangkat daerah yang dipandu Srikandi Polisi Pamong Praja Sleman diiringi gendhing Lancaran Suba. Kemudian masuk Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih disertai lambang daerah, Dwaja Mega Ngapak diiringi gendhing Gati Langen Branta.

Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman bertema “Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah”.

Menurut Aji Wulantara, tema itu selaras dengan semangat baru pemerintah Kabupaten Sleman dalam pembangunan wilayah dan masyarakat. Khususnya dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu pula yang membuat roda pemerintahan Kabupaten Sleman tetap berjalan baik ditengah pandemi Covid-19. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap bisa mengukir prestasi. “Itu tidak lepas dari perjuangan pimpinan-pimpinan terdahulu, yang menanamkan fondasi kuat,” ungkapnya.

Aji menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman sekarang pun menjalankan roda pemerintahan sesuai semangat dalam lambang daerah, yang merupakan buah pikiran para pemimpin terdahulu.

“Kalau disimpulkan, seluruh makna dalam lambang daerah dan pusaka-pusaka pemerintahan itu adalah prasojo,” lanjut Aji.

Prasojo diartikan sebagai pola atau sikap pemerintah yang melakukan pembangunan secara terus-menerus dan berkelanjutan dengan gotong royong, cinta kasih, kerja keras, pantang menyerah, berbudaya, agamis, dan kesederhanaan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Buktinya, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil mencetak prestasi meski dalam suasana pandemi.

Berbagai inovasi yang dilakukan telah membuahkan hasil, di antaranya, pada Februari lalu, Sleman meraih peringkat kedua nasional sebagai kabupaten/kota pada hasil pengawasan kearsipan 2021 dengan nilai terbaik 90,66 kategori AA (sangat memuaskan).

Prestasi lainnya disabet Kabupaten Sleman pada 8 Maret 2022. Yakni Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori “Pelayanan Prima” (Nilai A) Tahun 2021 oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman.

Selang sehari, Kabupaten Sleman kembali mencetak prestasi. Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan DIJ memberikan penghargaan ke-11 kalinya, atas opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sleman 2021. (rba/ken)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/