alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Sosok Jennifer Coppen, Artis yang Dianiaya di Shishi Bar Bali

Jennifer Coppen sempat membuat heboh follower-nya yang mencapai 1,6 juta. Melalui instastory dia memposting dua orang, salah satunya diduga pelaku penganiayaan terhadapnya. Berikut sosok Jeje, sapaan Jennifer Coppen.  

 

DUA puluh tahun lalu, atau tepatnya 20 Juli 2021, lahir seorang anak bernama Jennifer Rochelle Coppen. Jeje, begitu dia panggil akrab oleh teman-temannya.

Jeje, merupakan putri dari penyanyi dangdut dan pemeran keturunan Belanda, Ricardo Benito Eduwardo Coppen dan perempuan asli Jawa, Alm. Hotimah Imaniar.

Jeje lahir di Pulau Dewata, Bali. Termasuk menempa pendidikan hingga jenjang SMP. Meski sibuk bersekolah, sang ayah juga menyekolahkan Jeje di dunia modeling dan kini sukses menjadi artis di ibu kota.

“Jadi awal aku mulai jadi artis itu berawal dari fotogenik dulu, baru ke modeling. Modeling di Bali, mulai dari catwalk, fashion show, dan lainnya” ujar Jeje di akun YouTube miliknya

Dalam suatu waktu, tepatnya usai mengikuti catwalk di salah satu mall di Bali, ada seorang casting director yang melihat bakat Jeje. Casting director tersebut tertarik dengan Jeje yang saat itu masih usia kecil.

“Mungkin karena nonton aku lagi lomba atau saat show modeling di salah satu mall. Terus akhirnya minta ketemu sama aku,” lanjut Jeje bercerita.

Mulanya, ayah Jeje sempat ragu-ragu, karena saat itu banyak banget penipuan-penipuan untuk menjadi artis.

Setelah dicari tahu dan kemudian sang casting director menunjukkan keseriusannya, akhirnya Jeje dan ayahnya percaya.

“Papa akhirnya percaya. Setelah itu aku ke Jakarta untuk sesi pemotretan dan video. Namun tidak menetap di Jakarta dan memilih balik ke Bali,” ujarnya.

Tak selang beberapa lama, kabar baik diterima Jeje. Sebuah telepon masuk dan Jeje diterima untuk main di sinetron berjudul Romeo dan Juminten pada tahun 2016 silam.

“Akhirnya dari situ mulai banyak tawaran lain. Jadi awalnya dari modeling ke dunia akting,” ungkapnya.

Dalam jejak karirnya, Jeje telah membintangi sejumlah film, web series dan sinetron tentunya. Untuk film, tercatat Jeje sudah bermain untuk film berjudul Generasi Micin vs Kevin (2018) dengan berperan sebagai Sindy.

Selanjutnya, ada film Tembang Lingsir (2019), Habibie dan Ainun 3 (2019), Mekah I’m Coming (2020), Generasi 90an: Melankolia (2020) dan Akal (2022).

Untuk sinetron, Jeje telah membintangi Rome dan Juminten, Nacita, Best Friend Forever, Kecil-kecil Mikir jadi Manten, Dia yang Tak Terlihat serta Magic Tumbler.

Sedangkan di web series, Jeje telah bermain untuk tayangan berjudul Negeri Lima Menara, Pretty Little Liars dan Kisah untuk Garry.

Jeje juga sempat bermain untuk sejumlah FTV dan menjadi bintang video klip. Segudang prestasi pun telah ia torehkan dalam dunia layar kaca. (Bersambung halaman berikutnya) Paling Benci dengan Cowok yang Kasar dan Egois






Reporter: I Wayan Widyantara


Jennifer Coppen sempat membuat heboh follower-nya yang mencapai 1,6 juta. Melalui instastory dia memposting dua orang, salah satunya diduga pelaku penganiayaan terhadapnya. Berikut sosok Jeje, sapaan Jennifer Coppen.  

 

DUA puluh tahun lalu, atau tepatnya 20 Juli 2021, lahir seorang anak bernama Jennifer Rochelle Coppen. Jeje, begitu dia panggil akrab oleh teman-temannya.

Jeje, merupakan putri dari penyanyi dangdut dan pemeran keturunan Belanda, Ricardo Benito Eduwardo Coppen dan perempuan asli Jawa, Alm. Hotimah Imaniar.

Jeje lahir di Pulau Dewata, Bali. Termasuk menempa pendidikan hingga jenjang SMP. Meski sibuk bersekolah, sang ayah juga menyekolahkan Jeje di dunia modeling dan kini sukses menjadi artis di ibu kota.

“Jadi awal aku mulai jadi artis itu berawal dari fotogenik dulu, baru ke modeling. Modeling di Bali, mulai dari catwalk, fashion show, dan lainnya” ujar Jeje di akun YouTube miliknya

Dalam suatu waktu, tepatnya usai mengikuti catwalk di salah satu mall di Bali, ada seorang casting director yang melihat bakat Jeje. Casting director tersebut tertarik dengan Jeje yang saat itu masih usia kecil.

“Mungkin karena nonton aku lagi lomba atau saat show modeling di salah satu mall. Terus akhirnya minta ketemu sama aku,” lanjut Jeje bercerita.

Mulanya, ayah Jeje sempat ragu-ragu, karena saat itu banyak banget penipuan-penipuan untuk menjadi artis.

Setelah dicari tahu dan kemudian sang casting director menunjukkan keseriusannya, akhirnya Jeje dan ayahnya percaya.

“Papa akhirnya percaya. Setelah itu aku ke Jakarta untuk sesi pemotretan dan video. Namun tidak menetap di Jakarta dan memilih balik ke Bali,” ujarnya.

Tak selang beberapa lama, kabar baik diterima Jeje. Sebuah telepon masuk dan Jeje diterima untuk main di sinetron berjudul Romeo dan Juminten pada tahun 2016 silam.

“Akhirnya dari situ mulai banyak tawaran lain. Jadi awalnya dari modeling ke dunia akting,” ungkapnya.

Dalam jejak karirnya, Jeje telah membintangi sejumlah film, web series dan sinetron tentunya. Untuk film, tercatat Jeje sudah bermain untuk film berjudul Generasi Micin vs Kevin (2018) dengan berperan sebagai Sindy.

Selanjutnya, ada film Tembang Lingsir (2019), Habibie dan Ainun 3 (2019), Mekah I’m Coming (2020), Generasi 90an: Melankolia (2020) dan Akal (2022).

Untuk sinetron, Jeje telah membintangi Rome dan Juminten, Nacita, Best Friend Forever, Kecil-kecil Mikir jadi Manten, Dia yang Tak Terlihat serta Magic Tumbler.

Sedangkan di web series, Jeje telah bermain untuk tayangan berjudul Negeri Lima Menara, Pretty Little Liars dan Kisah untuk Garry.

Jeje juga sempat bermain untuk sejumlah FTV dan menjadi bintang video klip. Segudang prestasi pun telah ia torehkan dalam dunia layar kaca. (Bersambung halaman berikutnya) Paling Benci dengan Cowok yang Kasar dan Egois






Reporter: I Wayan Widyantara


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/