alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Koster Pede KBS Ace dan Paket Aman Raih Rekomendasi, Ini Tandanya…

RadarBali.com – Tahapan rekomendasi di tingkat pusat masih berlangsung. Tapi, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, merasa percaya diri jika paket Koster Bali Satu-Cok Ace (KBS Ace) dan Agus Mahayastra-Agung Mayun (Aman) bisa meraih rekomendasi DPP PDIP.

Keyakinan itu terungkap saat HUT relawan Pejengku Aman di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (20/8) kemarin.

Di depan para relawan Pejengku Aman dan ratusan peserta lomba maceki, Koster memberikan sambutan tanpa teks.

“Soal rekomendasi tertulis belakangan, untuk gubernur dan bupati, KBS dan Aman. Ini tidak tiba-tiba, disiapkan sejak lama,” ujar Koster yakin disambut tepuk tangan.

Diakui, nantinya hasil di atas kertas akan tertulis nama KBS bersama Cokorda “Ace” Artha Ardana Sukawati.

“Walau belum turun, astungkara nanti KBS-Ace, Mahayastra-Agung Mayun. Jangan pikir kiri kanan dan pikir calon lain. Ngidih olas niki (minta tolong ini, red),” pintanya.

Menurut Koster, dirinya sudah sekolah 13 tahun di DPR RI dan punya pengalaman membangun Bali di level nasional.

Baca Juga:  Respons Usulan Golkar, Sugawa Korry Apresiasi Gubernur Bali

“Resminya pemilihan 27 Juni 2018, bukan jadi calon gubernur, tapi menjadi gubernur. Di Gianyar KBS dan Aman pasti menang,” ujarnya yakin, kembali disambut aplaus.

Saat Pilgub mendatang, daerah yang kepala daerahnya dipimpin PDIP diklaim mampu membendung serangan lawan.

 “Tutup rapat, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli. Kader di daerah solid, ingin menangkan Bali,” terangnya.

“Kalau kader jadi gubernur, len tatakan gumine (lain alas bumi ini, red). Saya siap ngayah sekala-niskala. Tiang sampun lascarya (tulus),” imbuhnya.

Koster juga menceritakan pengalaman hidupnya selama ini. “Saya sudah alami banyak hidup, sulit, tinggal nunggu mati. Siapapun (lawan, red) saya siap hadapi, yang penting KBS jadi gubernur,” tukasnya mengakhiri sambutan.

Seyakin itukah Koster meraih rekomendasi? Usai memberi sambutan, Anggota Komisi X DPR RI asal Buleleng itu enggan diwawancarai wartawan.

Baca Juga:  Produksi Arak Gula Dihentikan, Warga Karangasem Sambut Gembira

“Tidak ada wawancara,” ujar Koster sambil berlalu dan langsung menghadiri acara selanjutnya di Karangasem.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Agus Mahayastra, mengaku tidak ingin menanggapi sambutan Koster. “Kalau itu saya tidak enak menanggapi. Tadi semuanya sudah dengar sambutan beliau. Arahnya semua teman-teman dengar,” ujar Mahayastra.

Yang jelas menurut Mahayastra, semua kader yang merebut rekomendasi di DPP PDIP memiliki peluang yang sama. “Kalau sinyal politik beda. Kalau tanya yang bersangkutan, pak Parta jelas bilang yakin,” terangnya.

Setelah keluar rekomendasi, akan dilanjutkan dengan penyatuan kader untuk memenangkan hasil rekomendasi. “Ketika ada rekomendasi, satu. Kalau tidak sanksi,” ujarnya.

Mengenai relawan KBS-Aman ini, hampir di beberapa desa terbentuk. “Kami bangun spiritnya membangun desa,” ujarnya.

Wakil bupati Gianyar itu mengaku kehadiran relawan ini tulus, untuk bergabung di kancah politik. “Yang penting membangun desa melalui relawan,” tukas Ketua Formi Kabupaten Gianyar itu. 



RadarBali.com – Tahapan rekomendasi di tingkat pusat masih berlangsung. Tapi, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, merasa percaya diri jika paket Koster Bali Satu-Cok Ace (KBS Ace) dan Agus Mahayastra-Agung Mayun (Aman) bisa meraih rekomendasi DPP PDIP.

Keyakinan itu terungkap saat HUT relawan Pejengku Aman di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (20/8) kemarin.

Di depan para relawan Pejengku Aman dan ratusan peserta lomba maceki, Koster memberikan sambutan tanpa teks.

“Soal rekomendasi tertulis belakangan, untuk gubernur dan bupati, KBS dan Aman. Ini tidak tiba-tiba, disiapkan sejak lama,” ujar Koster yakin disambut tepuk tangan.

Diakui, nantinya hasil di atas kertas akan tertulis nama KBS bersama Cokorda “Ace” Artha Ardana Sukawati.

“Walau belum turun, astungkara nanti KBS-Ace, Mahayastra-Agung Mayun. Jangan pikir kiri kanan dan pikir calon lain. Ngidih olas niki (minta tolong ini, red),” pintanya.

Menurut Koster, dirinya sudah sekolah 13 tahun di DPR RI dan punya pengalaman membangun Bali di level nasional.

Baca Juga:  Dukung Total Mantra – Kerta, PSI Rekomendasikan Program Kerja

“Resminya pemilihan 27 Juni 2018, bukan jadi calon gubernur, tapi menjadi gubernur. Di Gianyar KBS dan Aman pasti menang,” ujarnya yakin, kembali disambut aplaus.

Saat Pilgub mendatang, daerah yang kepala daerahnya dipimpin PDIP diklaim mampu membendung serangan lawan.

 “Tutup rapat, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli. Kader di daerah solid, ingin menangkan Bali,” terangnya.

“Kalau kader jadi gubernur, len tatakan gumine (lain alas bumi ini, red). Saya siap ngayah sekala-niskala. Tiang sampun lascarya (tulus),” imbuhnya.

Koster juga menceritakan pengalaman hidupnya selama ini. “Saya sudah alami banyak hidup, sulit, tinggal nunggu mati. Siapapun (lawan, red) saya siap hadapi, yang penting KBS jadi gubernur,” tukasnya mengakhiri sambutan.

Seyakin itukah Koster meraih rekomendasi? Usai memberi sambutan, Anggota Komisi X DPR RI asal Buleleng itu enggan diwawancarai wartawan.

Baca Juga:  Wow! Gubernur Koster Ngaku Minum Oplosan Arak dengan Kopi Tiap Hari

“Tidak ada wawancara,” ujar Koster sambil berlalu dan langsung menghadiri acara selanjutnya di Karangasem.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Agus Mahayastra, mengaku tidak ingin menanggapi sambutan Koster. “Kalau itu saya tidak enak menanggapi. Tadi semuanya sudah dengar sambutan beliau. Arahnya semua teman-teman dengar,” ujar Mahayastra.

Yang jelas menurut Mahayastra, semua kader yang merebut rekomendasi di DPP PDIP memiliki peluang yang sama. “Kalau sinyal politik beda. Kalau tanya yang bersangkutan, pak Parta jelas bilang yakin,” terangnya.

Setelah keluar rekomendasi, akan dilanjutkan dengan penyatuan kader untuk memenangkan hasil rekomendasi. “Ketika ada rekomendasi, satu. Kalau tidak sanksi,” ujarnya.

Mengenai relawan KBS-Aman ini, hampir di beberapa desa terbentuk. “Kami bangun spiritnya membangun desa,” ujarnya.

Wakil bupati Gianyar itu mengaku kehadiran relawan ini tulus, untuk bergabung di kancah politik. “Yang penting membangun desa melalui relawan,” tukas Ketua Formi Kabupaten Gianyar itu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/