alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Stt! Ternyata Ini Penyebab Bacaleg DPD RI Keris “Menginap” di Polresta

DENPASAR – Wajib hukumnya bakal calon legislatif (bacaleg) ekstra hati-hati. Salah melangkah sedikit saja bisa menjadi bulan-bulanan dari rival atau lawan politik.

Aroma itulah yang tampak mencolok dari kasus yang dialami Ketut Putra Ismaya. Bakal calon DPD RI itu harus “bermalam” di Polresta Denpasar untuk perbuatan yang sama sekali tidak dia lakukan.

Lantas, apa pemicu Keris – sapaan akrabnya “bermalam” di kantor polisi?

“Ismaya hadir ke Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan. Ismaya hanya berstatus saksi,” tegas Togar Situmorang di Polresta.

Tentang masalah yang memicu pemanggilan tersebut, Togar tak memungkiri ada banyak kejanggalan.

Bila pemanggilan tersebut merupakan lanjutan dari peristiwa di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Jalan DI Panjaitan Nomor 10 Denpasar, Senin (13/8) sekitar pukul 15.30 lalu,

Baca Juga:  40 Kapal Terbakar, Jika Ada Unsur Sengaja, PT AKFI Bakal Diproses

Togar memastikan kesalahpahaman kedua belah pihak, yakni relawan Keris dan Satpol PP sudah berakhir happy ending.

“Memang tegang di awal. Tapi, sudah selesai baik-baik kok. Sudah tertawa-tawa pula. Bahkan Keris bertukar nomor handphone dengan Bapak Dewa Nyoman Rai Darmadi (Kabid Sat Pol PP Provinsi Bali, red),” tegas Togar.

Terkait kehadiran Keris ke lokasi tersebut, Togar menyebut karena sang sekjen ditelepon oleh relawannya. Lantaran sudah selesai baik-baik inilah Togar mengaku mencium “aroma politis”.

“Serius. Sudah ada wujud perdamaian. Dewa minta maaf. Keris pun demikian. Kalau nada suara tinggi, ya wajarlah,” bebernya.

Togar pun menegaskan tidak Keris tidak ada melihat relawannya melakukan tindakan kekerasan yang dituduhkan pihak kepolisian.

Baca Juga:  Tabrak Truk Tronton di Jalan Buluh Indah, Mobil Pick up Ringsek Berat

“Ya wajarlah nada tinggi. Relawan kaget baliho diturunkan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,” tandasnya sembari menyebut

akhirnya pihak relawan Keris sendiri yang menurunkan baliho setelah adanya titik temu dengan Satpol PP, Senin (13/8) lalu.

“Ismaya tidak ada mengancam, tidak ada anarkis, tidak melakukan perusakan, mengerahkan massa juga tidak ada. Yang datang ke sana hanya dua mobil. Itu pun karena ditelepon para relawannya,” tegasnya.

Tentang informasi bahwa Keris ditangkap pihak kepolisian, Togar menegaskan itu berita super bohong. 



DENPASAR – Wajib hukumnya bakal calon legislatif (bacaleg) ekstra hati-hati. Salah melangkah sedikit saja bisa menjadi bulan-bulanan dari rival atau lawan politik.

Aroma itulah yang tampak mencolok dari kasus yang dialami Ketut Putra Ismaya. Bakal calon DPD RI itu harus “bermalam” di Polresta Denpasar untuk perbuatan yang sama sekali tidak dia lakukan.

Lantas, apa pemicu Keris – sapaan akrabnya “bermalam” di kantor polisi?

“Ismaya hadir ke Polresta Denpasar untuk dimintai keterangan. Ismaya hanya berstatus saksi,” tegas Togar Situmorang di Polresta.

Tentang masalah yang memicu pemanggilan tersebut, Togar tak memungkiri ada banyak kejanggalan.

Bila pemanggilan tersebut merupakan lanjutan dari peristiwa di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali Jalan DI Panjaitan Nomor 10 Denpasar, Senin (13/8) sekitar pukul 15.30 lalu,

Baca Juga:  Heboh! Kakek di Denpasar Timur Ditemukan Cucu Tewas di Garasi Rumah

Togar memastikan kesalahpahaman kedua belah pihak, yakni relawan Keris dan Satpol PP sudah berakhir happy ending.

“Memang tegang di awal. Tapi, sudah selesai baik-baik kok. Sudah tertawa-tawa pula. Bahkan Keris bertukar nomor handphone dengan Bapak Dewa Nyoman Rai Darmadi (Kabid Sat Pol PP Provinsi Bali, red),” tegas Togar.

Terkait kehadiran Keris ke lokasi tersebut, Togar menyebut karena sang sekjen ditelepon oleh relawannya. Lantaran sudah selesai baik-baik inilah Togar mengaku mencium “aroma politis”.

“Serius. Sudah ada wujud perdamaian. Dewa minta maaf. Keris pun demikian. Kalau nada suara tinggi, ya wajarlah,” bebernya.

Togar pun menegaskan tidak Keris tidak ada melihat relawannya melakukan tindakan kekerasan yang dituduhkan pihak kepolisian.

Baca Juga:  Eks Napi Koruptor Bisa Nyaleg, PSI Bali Kecewa Putusan MA

“Ya wajarlah nada tinggi. Relawan kaget baliho diturunkan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,” tandasnya sembari menyebut

akhirnya pihak relawan Keris sendiri yang menurunkan baliho setelah adanya titik temu dengan Satpol PP, Senin (13/8) lalu.

“Ismaya tidak ada mengancam, tidak ada anarkis, tidak melakukan perusakan, mengerahkan massa juga tidak ada. Yang datang ke sana hanya dua mobil. Itu pun karena ditelepon para relawannya,” tegasnya.

Tentang informasi bahwa Keris ditangkap pihak kepolisian, Togar menegaskan itu berita super bohong. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/