30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Aset Belum Diserahkan, Kunjungan ke Tahura Belum Dibuka untuk Umum

DENPASAR -Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove Ngurah Rai  menjadi venue utama KTT G20. Walau pun hajatan KTT G20 telah usai tetapi kunjungan ke Tahura belum dibuka untuk umum alias masih terbatas khusus untuk tamu-tamu pemerintah.

Ketut Subandi selaku Kasi Perlindungan UPT Dinas Kehutanan Provinsi Bali pada mengakui untuk sementara Tahura Mangrove di Bali masih digunakan untuk kunjungan terbatas oleh tamu-tamu pemerintah, secara formal dan belum dibuka untuk umum.  Karena  aset sarana dan prasarana G20 yang membangun adalah Kementerian PUPR maka areal G20 mangrove masih dalam menjaga keamanan dan pemeliharaan. “Untuk masyarakat belum dibuka secara umum. Nanti setelah aset tersebut diserahkan kepada Pemprov Bali, baru dibuatkan skema kunjungan secara umum (sesuai peraturan yang ada),”  terang Subandi, Rabu (23/11).

Baca Juga:  Warga Intaran Sembahyang di Dua Pura Sakral, Begini Doanya

Sebelumnya, pemerintah mengucurkan  dana sebanyak Rp. 105 miliar untuk pembenahan pembangunan di Tahura Mangrove. Selain itu juga melakukan pembenahan pada tracking mangrove yang diperkirakan akan selesai pada akhir November 2022 ini.

Usai G20 ini mangrove belum dipastikan dapat dibuka untuk masyarakat umum.  Usai KTT G20 yang pengelolaannya sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Bali oleh Pemerintah Pusat adalah Gedung VVIP Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Manfaat langsung yang diterima Bali setelah KTT G20 berlangsung, yakni memperoleh pembangunan infrastruktur atau sarana- prasarana dengan total anggaran lebih dari Rp800 miliar dari APBN. (dwi/rid)

 

 



DENPASAR -Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove Ngurah Rai  menjadi venue utama KTT G20. Walau pun hajatan KTT G20 telah usai tetapi kunjungan ke Tahura belum dibuka untuk umum alias masih terbatas khusus untuk tamu-tamu pemerintah.

Ketut Subandi selaku Kasi Perlindungan UPT Dinas Kehutanan Provinsi Bali pada mengakui untuk sementara Tahura Mangrove di Bali masih digunakan untuk kunjungan terbatas oleh tamu-tamu pemerintah, secara formal dan belum dibuka untuk umum.  Karena  aset sarana dan prasarana G20 yang membangun adalah Kementerian PUPR maka areal G20 mangrove masih dalam menjaga keamanan dan pemeliharaan. “Untuk masyarakat belum dibuka secara umum. Nanti setelah aset tersebut diserahkan kepada Pemprov Bali, baru dibuatkan skema kunjungan secara umum (sesuai peraturan yang ada),”  terang Subandi, Rabu (23/11).

Baca Juga:  Dandim Made Alit: Siapapun Jadi Dandim Wajib Lestarikan Mangrove

Sebelumnya, pemerintah mengucurkan  dana sebanyak Rp. 105 miliar untuk pembenahan pembangunan di Tahura Mangrove. Selain itu juga melakukan pembenahan pada tracking mangrove yang diperkirakan akan selesai pada akhir November 2022 ini.

Usai G20 ini mangrove belum dipastikan dapat dibuka untuk masyarakat umum.  Usai KTT G20 yang pengelolaannya sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Bali oleh Pemerintah Pusat adalah Gedung VVIP Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Manfaat langsung yang diterima Bali setelah KTT G20 berlangsung, yakni memperoleh pembangunan infrastruktur atau sarana- prasarana dengan total anggaran lebih dari Rp800 miliar dari APBN. (dwi/rid)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/