30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Gempa Cianjur: 268 Orang Meninggal Dunia, 151 Hilang, Puluhan Ribu Rumah Rusak

KORBAN meninggal karena gempa berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 268 orang. Dari 268 korban meninggal itu baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Korban meninggal itu berdasarkan data terupdate yang dirilis Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dari 268 korban meninggal baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah. “Selain itu masih ada korban hilang sejumlah 151 orang. Apakah 151 orang ini bagian dari yang 122 belum teridentifikasi itu kami masih lakukan pendataan. Bisa saja yang hilang itu berada didata itu,” katanya seperti dikutip dari  Riaupos.co (grup radarbali.id).

Baca Juga:  Dipecat Jadi Ketua Demokrat Tabanan, Ini Curhatan Gus Suryawan…

Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo Barat Daya Cianjur yang meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur, itu juga mengakibatkan  korban luka-luka baik ringan ataupun berat sebanyak 1.083 orang dan korban mengungsi berjumlah 5.832 orang.

Data tersebut merupakan data terupdate yang dirilis oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Pendopo Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Mengenai data mayoritas kelompok usia ataupun jenis kelamin yang mendominasi sebagai korban meninggal, Letjen TNI Suharyanto belum dapat memberikan data pasti mengingat masih terus melakukan pendataan. “Memang yang banyak meninggal itu anak-anak karena saat kejadian tengah mengaji, tetapi kami belum bisa menjawab pasti mengenai jumlah dan klasifikasi lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia-Australia Dorong Peningkatan Investasi Energi Bersih Baru

Selain itu pihaknya mencatat 6.070 unit rumah warga rusak berat, sedang sebanyak 2.071 unit dan ringan 12.400 unit. “Sedangkan sisanya masih terus kita laksanakan pendataan,” ungkapnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi Prof. Drs. Muhammad Tito Karnavian meminta agar Bantuan Tak Terduga (BTT) Kabupaten/Kota di Jawa Barat diberikan kepada Kabupaten Cianjur. “Sebaiknya Kabupaten/Kota di Jawa Barat mengalokasikan BTT nya ke Kabupaten Cianjur untuk penanganan dampak dari gempa,” kata Tito.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, BTT Kabupaten Cianjur telah terpakai penanganan bencana di wilayah Cianjur Selatan.
“BTT di Cianjur Rp5 Miliar sudah terpakai penanganan bencana di Cidaun,” tandasnya.  (jpg)



KORBAN meninggal karena gempa berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 268 orang. Dari 268 korban meninggal itu baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Korban meninggal itu berdasarkan data terupdate yang dirilis Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dari 268 korban meninggal baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah. “Selain itu masih ada korban hilang sejumlah 151 orang. Apakah 151 orang ini bagian dari yang 122 belum teridentifikasi itu kami masih lakukan pendataan. Bisa saja yang hilang itu berada didata itu,” katanya seperti dikutip dari  Riaupos.co (grup radarbali.id).

Baca Juga:  Gempa Terus Terulang, Gelar Upacara Pemarisudha Jagat

Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo Barat Daya Cianjur yang meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur, itu juga mengakibatkan  korban luka-luka baik ringan ataupun berat sebanyak 1.083 orang dan korban mengungsi berjumlah 5.832 orang.

Data tersebut merupakan data terupdate yang dirilis oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Pendopo Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Mengenai data mayoritas kelompok usia ataupun jenis kelamin yang mendominasi sebagai korban meninggal, Letjen TNI Suharyanto belum dapat memberikan data pasti mengingat masih terus melakukan pendataan. “Memang yang banyak meninggal itu anak-anak karena saat kejadian tengah mengaji, tetapi kami belum bisa menjawab pasti mengenai jumlah dan klasifikasi lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  BREAKING NEWS! Gempa 6,0 SR Guncang Bali, Semburat Selamatkan Diri

Selain itu pihaknya mencatat 6.070 unit rumah warga rusak berat, sedang sebanyak 2.071 unit dan ringan 12.400 unit. “Sedangkan sisanya masih terus kita laksanakan pendataan,” ungkapnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi Prof. Drs. Muhammad Tito Karnavian meminta agar Bantuan Tak Terduga (BTT) Kabupaten/Kota di Jawa Barat diberikan kepada Kabupaten Cianjur. “Sebaiknya Kabupaten/Kota di Jawa Barat mengalokasikan BTT nya ke Kabupaten Cianjur untuk penanganan dampak dari gempa,” kata Tito.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, BTT Kabupaten Cianjur telah terpakai penanganan bencana di wilayah Cianjur Selatan.
“BTT di Cianjur Rp5 Miliar sudah terpakai penanganan bencana di Cidaun,” tandasnya.  (jpg)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/