alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Cawapres Sandi Ditolak di Tabanan, Gerindra: Sangat Tidak Etis

TABANAN – Rencana kedatangan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno yang dijadwalkan mengunjungi pendukungnya di Banjar Dinas Pagi, Senganan, Penebel, Tabanan, kemarin (23/2)  mendapat penolakan.

Dalam surat pertanyaan bernomor: 10/DPP/II/2019 tertanggal 18 Februari 2019 yang ditandatangani Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan dan mengetahu Kelian Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya,

Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastera, penolakan didasari alasan untuk menciptakan situasi Tabanan yang aman dan kondusif.

Penolakan warga Banjar Pagi, Senganan disesalkan Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan Ni Nengah Sri Labantari.

Sri Labantari mengatakan, sejatinya Sandi berencana akan ke subak di Banjar Pagi Uma Wali. Cawapres belajar subak dan bagaimana ketahanan pangan itu sendiri.

Apalagi nantinya pertanian menjadi topik debat Capres dan Cawapres. Disana Cawapres Sandi belajar masalah ketahanan pangan, apalagi Tabanan terkenal dengan lumbung beras dan terus surplus. 

“Amat sangat tidak etis ketika terjadi penolakan kedatangan Sandi di Banjar Dinas Pagi. Ini kan momen dan masa kampanye, seharusnya tidak ada penolakan,” ujar Sri Labantari.

Surat penolakan itu sudah pihaknya terima. Karena beralasan agar situasi yang aman dan kondusif untuk Tabanan. Meski begitu, Gerindra menghargai penolakan warga Pagi.

“Sandi dan kami di Partai Gerindra Tabanan menghargai dan menerima penolakan masyarakat. Sehingga membatalkan kunjungan ke Banjar Pagi Senganan,” tegasnya. 

Sri Labantari juga menambahkan penolakan bukan hanya terjadi di Banjar Pagi Senganan, Penebel tetapi juga di Desa Sudimara, Tabanan.

Penolakan pihaknya diterima dua hari yang lalu. Namun  pihaknya tidak terima surat penolakan pernyataan. Hanya sebatas informasi ada penolakan. 

“Justru malah kami terima surat penerimaan bang Sandi, diterima jika datang. Karena masyarakat yang mengundang,” bebernya.

Semua surat kunjungan Cawapres Sandi ke Sudimara, Tabanan sudah diurus, termasuk surat persetujuan dari kelian banjar dinas dan desa adat.

Sayangnya Perbekel Sudimara yang tidak mau mendatangani surat kedatangan Sandi. Dia beralasan yang sama karena situasi dan menjaga kondusif di Tabanan. 

“Penolakan kedatangan Cawapres Sandi di dua lokasi kami sangat kecewa. Ini padahal masa kampanye cawapres. Ya, kami mengalah saja demi ketertibaban masyarakat Tabanan,” pungkasnya. 



TABANAN – Rencana kedatangan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno yang dijadwalkan mengunjungi pendukungnya di Banjar Dinas Pagi, Senganan, Penebel, Tabanan, kemarin (23/2)  mendapat penolakan.

Dalam surat pertanyaan bernomor: 10/DPP/II/2019 tertanggal 18 Februari 2019 yang ditandatangani Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan dan mengetahu Kelian Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya,

Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastera, penolakan didasari alasan untuk menciptakan situasi Tabanan yang aman dan kondusif.

Penolakan warga Banjar Pagi, Senganan disesalkan Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan Ni Nengah Sri Labantari.

Sri Labantari mengatakan, sejatinya Sandi berencana akan ke subak di Banjar Pagi Uma Wali. Cawapres belajar subak dan bagaimana ketahanan pangan itu sendiri.

Apalagi nantinya pertanian menjadi topik debat Capres dan Cawapres. Disana Cawapres Sandi belajar masalah ketahanan pangan, apalagi Tabanan terkenal dengan lumbung beras dan terus surplus. 

“Amat sangat tidak etis ketika terjadi penolakan kedatangan Sandi di Banjar Dinas Pagi. Ini kan momen dan masa kampanye, seharusnya tidak ada penolakan,” ujar Sri Labantari.

Surat penolakan itu sudah pihaknya terima. Karena beralasan agar situasi yang aman dan kondusif untuk Tabanan. Meski begitu, Gerindra menghargai penolakan warga Pagi.

“Sandi dan kami di Partai Gerindra Tabanan menghargai dan menerima penolakan masyarakat. Sehingga membatalkan kunjungan ke Banjar Pagi Senganan,” tegasnya. 

Sri Labantari juga menambahkan penolakan bukan hanya terjadi di Banjar Pagi Senganan, Penebel tetapi juga di Desa Sudimara, Tabanan.

Penolakan pihaknya diterima dua hari yang lalu. Namun  pihaknya tidak terima surat penolakan pernyataan. Hanya sebatas informasi ada penolakan. 

“Justru malah kami terima surat penerimaan bang Sandi, diterima jika datang. Karena masyarakat yang mengundang,” bebernya.

Semua surat kunjungan Cawapres Sandi ke Sudimara, Tabanan sudah diurus, termasuk surat persetujuan dari kelian banjar dinas dan desa adat.

Sayangnya Perbekel Sudimara yang tidak mau mendatangani surat kedatangan Sandi. Dia beralasan yang sama karena situasi dan menjaga kondusif di Tabanan. 

“Penolakan kedatangan Cawapres Sandi di dua lokasi kami sangat kecewa. Ini padahal masa kampanye cawapres. Ya, kami mengalah saja demi ketertibaban masyarakat Tabanan,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/