alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Setelah Masuk Hindu Sukmawati Akan menjadi Krama Desa Adat Buleleng

Bila proses sudhi wadani yakni prosesi masuk Hindu yang dilakoni Sukmawati Sukarnoputri berjalan lancar, maka dia akan langsung masuk menjadi krama (warga adat) di Banjar Adat Bale Agung, Buleleng.

PROSESI Sudhi Wadani yang akan dilalui Sukmawati Sukarnoputri untuk menjadi pemeluk Hindu tinggal menghitung jam terhitung dari Minggu (24/10) ini. Anak keempat Sukarno dari rahim Fatmawati itu akan melewati proses masuk Hindu dalam dua hari, Senin sore (25/10) dan Selasa (26/10).

Sejumlah persiapan sudah dilakukan dari Jumat (23/10) hingga Minggu ini. Dari soal tempat upacara, pandita yang akan memimpin upacara, hingga saksi dalam proses sudhi wadani.

Bendesa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna yang akan menjadi saksi dalam proses sudhi wadani Sukmawati mengaku telah menyerahkan KTP pada PHDI Buleleng untuk kebutuhan administrasi upacara.

Baca Juga:  Pecah Tangis Sambut Jenazah Letda Kadek Adi yang Gugur di Merauke

 

Menurut Sutrisna, bila prosesi upacara Sukmawati selesai pada Selasa (26/10), rencananya Sukmawati akan langsung masuk sebagai krama (sebutan untuk warga desa adat di Bali) Banjar Adat Bale Agung, Desa Adat Buleleng.

 

“Sesuai penyampaian keluarga di Bale Agung, beliau akan langsung menginduk sebagai krama adat di Bale Agung,” kata Sutrisna.

Bahkan, lanjut Sutrisna, pihaknya juga sudah menyiapkan administrasi “keadatan” Sukmawati.

“Saya sudah siapkan kartu adat untuk Ibu Sukmawati. Jadi nanti statusnya sebagai salah seorang krama di Banjar Adat Pakraman Bale Agung,” imbuhnya.

 

Banjar Adat Bale Agung merupakan kampung halaman sang nenek, Nyoman Rai Srimben, ibu Bung Karno. Di sini lah Rai Srimben dilahirkan dan tinggal di Bale Gede. Namun, bangunan yang ditempati Rai Srimben kini sudah direstorasi pemerintah. 

Baca Juga:  Serba-serbi Jokowi ke Bali, Soal Endek hingga Koneksi Internet Putus

Rai Srimben akhirnya dipinang Raden Soekemi Sosrodihardjo. Kemudian wafat pada 12 September 1958 di Blitar. Jenazahnya dimakamkan bersama suami di Blitar, dan menyusul anaknya, Sukarno dimakamkan di sana juga. Makam itu kini terkenal dengan Kompleks Makam Bung Karno.  

Sekadar diketahui, secara adat, Bale Agung berada di wewengkon (wilayah) Desa Adat Buleleng. Desa adat ini cukup luas. Meliputi 14 banjar adat. Desa adat ini juga cukup gemuk yang menaungi warga di 10 kelurahan di Buleleng.

Walau demikian, secara kedinasan, rumah itu masih Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Belum diketahui, apakah Sukmawati juga akan menjadi penduduk Kelurahan Paket Agung atau hanya menjadi warga (secara) adat di Banjar Adat Bale Agung. (habis)


Bila proses sudhi wadani yakni prosesi masuk Hindu yang dilakoni Sukmawati Sukarnoputri berjalan lancar, maka dia akan langsung masuk menjadi krama (warga adat) di Banjar Adat Bale Agung, Buleleng.

PROSESI Sudhi Wadani yang akan dilalui Sukmawati Sukarnoputri untuk menjadi pemeluk Hindu tinggal menghitung jam terhitung dari Minggu (24/10) ini. Anak keempat Sukarno dari rahim Fatmawati itu akan melewati proses masuk Hindu dalam dua hari, Senin sore (25/10) dan Selasa (26/10).

Sejumlah persiapan sudah dilakukan dari Jumat (23/10) hingga Minggu ini. Dari soal tempat upacara, pandita yang akan memimpin upacara, hingga saksi dalam proses sudhi wadani.

Bendesa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna yang akan menjadi saksi dalam proses sudhi wadani Sukmawati mengaku telah menyerahkan KTP pada PHDI Buleleng untuk kebutuhan administrasi upacara.

Baca Juga:  “Ini Hadiah Besar untuk Bangsa dan Negara”

 

Menurut Sutrisna, bila prosesi upacara Sukmawati selesai pada Selasa (26/10), rencananya Sukmawati akan langsung masuk sebagai krama (sebutan untuk warga desa adat di Bali) Banjar Adat Bale Agung, Desa Adat Buleleng.

 

“Sesuai penyampaian keluarga di Bale Agung, beliau akan langsung menginduk sebagai krama adat di Bale Agung,” kata Sutrisna.

Bahkan, lanjut Sutrisna, pihaknya juga sudah menyiapkan administrasi “keadatan” Sukmawati.

“Saya sudah siapkan kartu adat untuk Ibu Sukmawati. Jadi nanti statusnya sebagai salah seorang krama di Banjar Adat Pakraman Bale Agung,” imbuhnya.

 

Banjar Adat Bale Agung merupakan kampung halaman sang nenek, Nyoman Rai Srimben, ibu Bung Karno. Di sini lah Rai Srimben dilahirkan dan tinggal di Bale Gede. Namun, bangunan yang ditempati Rai Srimben kini sudah direstorasi pemerintah. 

Baca Juga:  Putu Sudarma Meninggal karena Dipatuk Ular, Sang Istri Pingsan

Rai Srimben akhirnya dipinang Raden Soekemi Sosrodihardjo. Kemudian wafat pada 12 September 1958 di Blitar. Jenazahnya dimakamkan bersama suami di Blitar, dan menyusul anaknya, Sukarno dimakamkan di sana juga. Makam itu kini terkenal dengan Kompleks Makam Bung Karno.  

Sekadar diketahui, secara adat, Bale Agung berada di wewengkon (wilayah) Desa Adat Buleleng. Desa adat ini cukup luas. Meliputi 14 banjar adat. Desa adat ini juga cukup gemuk yang menaungi warga di 10 kelurahan di Buleleng.

Walau demikian, secara kedinasan, rumah itu masih Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Belum diketahui, apakah Sukmawati juga akan menjadi penduduk Kelurahan Paket Agung atau hanya menjadi warga (secara) adat di Banjar Adat Bale Agung. (habis)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/