alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Berdiri Sejak 10 Tahun, Banyak Pelanggan di Wilayah Bali Timur

Bengkel khusus servis shockbeker, Ari Shock berada di Jalan Raya Bitra. Berdiri sejak 10 tahun lalu, banyak shockbeker yang sudah diperbaiki.

Pemilik bengkel, Ari mengklaim di Gianyar hanya ada satu bengkel. Bagaimana lika-likunya?

 

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

BENGKEL Ari Shock itu berada di lokasi yang cukup strategis. Yakni di Jalan Raya Bitra, atau sekitar 50 meter di sebelah timur pasar Bitra, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar.

Posisinya di selatan jalan, di pinggir jalan. Sehingga mudah terlihat. Berisi plang Ari Shock, bengkel itu seluas kurang lebih 3×3 meter.

Sekilas, bengkel itu tampak seperti bengkel pada umumnya. Karena di depan bengkel beberapa motor berjejer mengantri untuk perbaikan.

Ternyata itu bukan bengkel biasa. Melainkan bengkel khusus memperbaiki bagian pir atau shockbeker pada sepeda motor.

“Saya tidak layani servis mesin atau ganti oli. Khusus servis shockbeker saja,” ujar pemilik bengkel, Ari.

Pria asli Surabaya itu, sudah lama tinggal di Bali. Selama 30 tahun. Ari sebelumnya telah beberapa kali mengambil pekerjaan.

Baca Juga:  Mediasi KPU-NasDem Buntu, Ini langkah Bawaslu...

Di antaranya menjadi pelukis, tukang, dan akhirnya menjadi bengkel shockbeker. “Dulu sepeda motor saya rusak di bagian shocknya. Saya coba belajar dari teman utak-atik,” ujarnya.

Dari memperbaiki shock motor sendiri, Ari tahu seluk beluk shock. “Dari situ saya jadi tahu celahnya. Sampai saat ini bisa perbaiki,” ujarnya.

Untuk alatnya, ada yang dibeli dari Jawa. “Beberapa alat saya beli langsung dari Jawa. Kalau di Bali memang jarang yang service kendala alat,” paparnya.

Hingga saat ini, dia sudah 10 tahun melakoni usaha bengkel. Kata Ari, di Bali usaha bengkel shockbeker dapat dihitung dengan jari.

“Kalau di Gianyar, saya klaim, saya satu-satunya bengkel begini,” terangnya. Selama buka usaha khusus itu, pelanggan tidak hanya dari Gianyar.

Ada sejumlah pelanggan datang dari luar Gianyar. Saking jarangnya usaha itu, ada pelanggan datang dari Kabupaten Karangasem dan Klungkung.

Bahkan, ada pelanggan dari Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Diakui, usahanya itu dikenal dari mulut ke mulut.

Terutama bagi penghobi sepeda motor. Shock yang diperbaiki itu beragam. Dari yang bocor, hingga yang bunyi kreok-kreok. Semua mampu dia perbaiki menjadi normal.

Baca Juga:  Cok Ibah Tolak Jadi Nomor Dua, Yakin KGB Beri Rekomendasi

“Palingan yang mereka datang ke sini rata-rata karetnya rusak hingga bocor itu masih bisa diperbaiki,” terangnya.

Untuk saat ini, Ari hanya mengambil service shockbeker sepeda motor saja. “Kalau shock mobil itu belum. Karena alatnya tidak ada di Bali, kalau motor kan bisa dikirim dari Jawa langsung,” jelasnya.

Dalam sehari, Ari mengaku bisa menerima perbaikan mencapai 7-10 pelanggan shockbeker. Untuk satu shockbeker dikenakan biaya bervariatif.

Seharga Rp 70-85 ribu. Biaya itu pun menyesuaikan dengan kerusakan yang ada. Sementara itu, salah satu pelanggan, Antika, warga Desa Sayan, Kecamatan Ubud, mengaku puas dengan pelayanan bengkel tersebut.

“Ini baru pertama servis di sini, karena dengan info di sini bagus,” jelas pemilik motor Honda Supra itu.

Setelah diservis, shockbeker motornya sudah bagus seperti baru. “Lumayan harga servisnya. Dari pada beli baru. Makanya saya servis saja,” pungkasnya. (*)

 



Bengkel khusus servis shockbeker, Ari Shock berada di Jalan Raya Bitra. Berdiri sejak 10 tahun lalu, banyak shockbeker yang sudah diperbaiki.

Pemilik bengkel, Ari mengklaim di Gianyar hanya ada satu bengkel. Bagaimana lika-likunya?

 

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

BENGKEL Ari Shock itu berada di lokasi yang cukup strategis. Yakni di Jalan Raya Bitra, atau sekitar 50 meter di sebelah timur pasar Bitra, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar.

Posisinya di selatan jalan, di pinggir jalan. Sehingga mudah terlihat. Berisi plang Ari Shock, bengkel itu seluas kurang lebih 3×3 meter.

Sekilas, bengkel itu tampak seperti bengkel pada umumnya. Karena di depan bengkel beberapa motor berjejer mengantri untuk perbaikan.

Ternyata itu bukan bengkel biasa. Melainkan bengkel khusus memperbaiki bagian pir atau shockbeker pada sepeda motor.

“Saya tidak layani servis mesin atau ganti oli. Khusus servis shockbeker saja,” ujar pemilik bengkel, Ari.

Pria asli Surabaya itu, sudah lama tinggal di Bali. Selama 30 tahun. Ari sebelumnya telah beberapa kali mengambil pekerjaan.

Baca Juga:  Mediasi KPU-NasDem Buntu, Ini langkah Bawaslu...

Di antaranya menjadi pelukis, tukang, dan akhirnya menjadi bengkel shockbeker. “Dulu sepeda motor saya rusak di bagian shocknya. Saya coba belajar dari teman utak-atik,” ujarnya.

Dari memperbaiki shock motor sendiri, Ari tahu seluk beluk shock. “Dari situ saya jadi tahu celahnya. Sampai saat ini bisa perbaiki,” ujarnya.

Untuk alatnya, ada yang dibeli dari Jawa. “Beberapa alat saya beli langsung dari Jawa. Kalau di Bali memang jarang yang service kendala alat,” paparnya.

Hingga saat ini, dia sudah 10 tahun melakoni usaha bengkel. Kata Ari, di Bali usaha bengkel shockbeker dapat dihitung dengan jari.

“Kalau di Gianyar, saya klaim, saya satu-satunya bengkel begini,” terangnya. Selama buka usaha khusus itu, pelanggan tidak hanya dari Gianyar.

Ada sejumlah pelanggan datang dari luar Gianyar. Saking jarangnya usaha itu, ada pelanggan datang dari Kabupaten Karangasem dan Klungkung.

Bahkan, ada pelanggan dari Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Diakui, usahanya itu dikenal dari mulut ke mulut.

Terutama bagi penghobi sepeda motor. Shock yang diperbaiki itu beragam. Dari yang bocor, hingga yang bunyi kreok-kreok. Semua mampu dia perbaiki menjadi normal.

Baca Juga:  Bali Timur Diterjang Hujan Angin, Pohon Tumbang, Bale Pawedaan Roboh

“Palingan yang mereka datang ke sini rata-rata karetnya rusak hingga bocor itu masih bisa diperbaiki,” terangnya.

Untuk saat ini, Ari hanya mengambil service shockbeker sepeda motor saja. “Kalau shock mobil itu belum. Karena alatnya tidak ada di Bali, kalau motor kan bisa dikirim dari Jawa langsung,” jelasnya.

Dalam sehari, Ari mengaku bisa menerima perbaikan mencapai 7-10 pelanggan shockbeker. Untuk satu shockbeker dikenakan biaya bervariatif.

Seharga Rp 70-85 ribu. Biaya itu pun menyesuaikan dengan kerusakan yang ada. Sementara itu, salah satu pelanggan, Antika, warga Desa Sayan, Kecamatan Ubud, mengaku puas dengan pelayanan bengkel tersebut.

“Ini baru pertama servis di sini, karena dengan info di sini bagus,” jelas pemilik motor Honda Supra itu.

Setelah diservis, shockbeker motornya sudah bagus seperti baru. “Lumayan harga servisnya. Dari pada beli baru. Makanya saya servis saja,” pungkasnya. (*)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/