27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Biadab! Perempuan Ditelanjangi, Disiram Bensin lalu Dibakar Hidup-hidup, DPR Minta Usut Tuntas

BIADAB! Kata itu pantas disematkan kepada para pelaku pembakaran seorang perempuan di Kota Sorong, Papua Barat, Selasa kemarin (23/1)/2023. Seperti diketahui, aksi biadab itu direkam dan viral di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dituduh sebagai penculik anak.

Korban selanjutnya dianiaya oleh warga. Dia pun dilucuti pakaiannya hingga setengah telanjang. Lalu korban disiram bensin dan dibakar. Pihak kepolisian yang berjaga di sana berusaha melerai, namun warga yang terlalu banyak membuat aksi anarkis tidak terhindarkan. Perempuan tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan tewas akibat luka bakar hingga 90 persen.

Di tempat terpisah, Koordinator Nasional Gerakan Peduli Anak (GPA), Nihayatul Wafiroh mengecam keras aksi anarkis warga di Kokoda, Kota Sorong, Papua. Dalam insiden ini, seorang perempuan dibakar hidup-hidup.

Baca Juga:  Sinergi TNI, Kemendag Perkuat Stok Migor ke Wilayah Indonesia Timur

“Saya sangat mengecam aksi pembakaran seorang perempuan di Kota Sorong, itu aksi yang sangat tidak berprikemanusiaan,” kata perempuan yang akrab disapa Ninik kepada wartawan, Rabu (25/1), dikutip dari JawaPos.com (grup radarbali.id).

Ninik mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan, apalagi sampai terjadi pembunuhan. “Saya minta aparat kepolisian setempat segera mengusut kasus itu, tangkap para pelaku, karena kekerasan dengan apapun tidak bisa dibenarkan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah main hakim sendiri. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan harus dijaga dan memprioritaskan proses hukum. “Tentu ini jadi warning bagi kita semua untuk tidak mudah main hakim sendiri. Sesalah-salahnya orang tetap saja tidak boleh dibunuh dengan keji, kita negara hukum,” tegas Ninik. (jpg)

Baca Juga:  Puluhan Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa, Suarakan Keadilan untuk Korban Mutilasi di Papua


BIADAB! Kata itu pantas disematkan kepada para pelaku pembakaran seorang perempuan di Kota Sorong, Papua Barat, Selasa kemarin (23/1)/2023. Seperti diketahui, aksi biadab itu direkam dan viral di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dituduh sebagai penculik anak.

Korban selanjutnya dianiaya oleh warga. Dia pun dilucuti pakaiannya hingga setengah telanjang. Lalu korban disiram bensin dan dibakar. Pihak kepolisian yang berjaga di sana berusaha melerai, namun warga yang terlalu banyak membuat aksi anarkis tidak terhindarkan. Perempuan tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan tewas akibat luka bakar hingga 90 persen.

Di tempat terpisah, Koordinator Nasional Gerakan Peduli Anak (GPA), Nihayatul Wafiroh mengecam keras aksi anarkis warga di Kokoda, Kota Sorong, Papua. Dalam insiden ini, seorang perempuan dibakar hidup-hidup.

Baca Juga:  Jero Jangol Tertangkap di Payangan, Ini Kata Gubernur Pastika...

“Saya sangat mengecam aksi pembakaran seorang perempuan di Kota Sorong, itu aksi yang sangat tidak berprikemanusiaan,” kata perempuan yang akrab disapa Ninik kepada wartawan, Rabu (25/1), dikutip dari JawaPos.com (grup radarbali.id).

Ninik mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan, apalagi sampai terjadi pembunuhan. “Saya minta aparat kepolisian setempat segera mengusut kasus itu, tangkap para pelaku, karena kekerasan dengan apapun tidak bisa dibenarkan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah main hakim sendiri. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan harus dijaga dan memprioritaskan proses hukum. “Tentu ini jadi warning bagi kita semua untuk tidak mudah main hakim sendiri. Sesalah-salahnya orang tetap saja tidak boleh dibunuh dengan keji, kita negara hukum,” tegas Ninik. (jpg)

Baca Juga:  Gubernur Sunat Anggaran Pilgub Rp 137 M, Ini Alasannya…

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru