alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Saat Pertama Divonis Positif Corona, yang Teringat Hanya Kematian

Emalia Mawar adalah satu dari puluhan pasien yang sempat dinyatakan positif Covid-19 (Corona) dan berhasil sembuh.

 

Perempuan ini akhirnya sembuh setelah sempat menjalani perawatan cukup panjang di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, Denpasar.

 

Lalu bagaimana cerita perjuangan Emalia selama menjalani perawatan di RS?

 

WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

Ungkapan rasa syukur tak henti diucapkan Emalia Mawar setelah tim medis menyatakan dirinya negative dan bebas dari virus Corona.

 

Emalia adalah salah satu pasien yang sebelumnya dinyatakan positif karena imported case atau tertular usai bepergian dari luar negeri.

 

Saat ditemui, Senin (27/4) Emalia menceritakan, awal sebelum akhirnya dirawat di ruang isolasi khusus pasien Covid-19, ia memang tiba dari Luar Negeri.

 

 Tak lama kemudian, atau tepatnya dalam kurun waktu 2 minggu, Emalia merasa sakit dengan gejala demam tinggi dan kepala pusing. 

Baca Juga:  Beri Sembako Gratis di Bondalem, Bekali Anggota Masker dan Sanitizer

 

Gejala itulah kemudian berkembang menjadi batuk dan mengalami sesak nafas.

 

Akibat batuk dan sesak, Emalia memutuskan untuk melakukan cek darah dan memeriksa kondisi kesehatannya ke RSUP Sanglah

 

“Dokter bilang saya terkena pneumonia dan saya diminta untuk mengisolasi diri selama 5 hari di rumah,” terang Emalia.

 

Selama isolasi lima hari di rumahnya, Emalia mengaku jika kondisinya justru tak membaik dan bertambah parah.

 

Kemudian, ia pun memilih kembali ke RSUP Sanglah. Setelah dilakukan pengecekan dan pengambilan spesimen Swab, ia dinyatakan positif Corona.

 

Beruntungnya meski dinyatakan positif, sejak kepulangannya dari luar negeri, ia mengaku tak pernah bertemu siapapun selain suaminya sendiri. 

 

Emalia juga disiplin dalam mengisolasi diri, sehingga suaminya tetap sehat-sehat saja. 

Baca Juga:  Merdeka Belajar di Masa Pandemi dengan Subsidi Pulsa

 

“Setelah dinyatakan positif, saya diopname dan di rawat di raung Nusa indah,” tuturnya.

 

Hari demi hari ia dirawat. Akhirnya ia pun dinyatakan sembuh. Meski begitu, sejak di vonis positif Covid 19, ia sempat mengaku sangat resah.

 

“Awal yang saya rasakan menyedihkan dan menakutkan karena mereka yang positif itu berakhir pada kematian dan paradigma di masyarakat juga begitu. Saya takut sebagai penular,” ujarnya.

 

Apapun itu, perawatan yang baik membuat kondisinya semakin membaik. Kini ia pun terlepas dari bayang-bayang menyedihkan dan menakutkan itu.

 

Emalia pun berbagi saran, jika merasa memiliki gejala-gejala seperti dirasakannya, agar masyarakat memeriksa diri ke rumah sakit. 

 

“Segera periksakan diri anda. Jangan takut, kita bisa melewati semua itu,” tutupnya.



Emalia Mawar adalah satu dari puluhan pasien yang sempat dinyatakan positif Covid-19 (Corona) dan berhasil sembuh.

 

Perempuan ini akhirnya sembuh setelah sempat menjalani perawatan cukup panjang di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, Denpasar.

 

Lalu bagaimana cerita perjuangan Emalia selama menjalani perawatan di RS?

 

WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

Ungkapan rasa syukur tak henti diucapkan Emalia Mawar setelah tim medis menyatakan dirinya negative dan bebas dari virus Corona.

 

Emalia adalah salah satu pasien yang sebelumnya dinyatakan positif karena imported case atau tertular usai bepergian dari luar negeri.

 

Saat ditemui, Senin (27/4) Emalia menceritakan, awal sebelum akhirnya dirawat di ruang isolasi khusus pasien Covid-19, ia memang tiba dari Luar Negeri.

 

 Tak lama kemudian, atau tepatnya dalam kurun waktu 2 minggu, Emalia merasa sakit dengan gejala demam tinggi dan kepala pusing. 

Baca Juga:  Kritik The New York Times Pada Donald Trump

 

Gejala itulah kemudian berkembang menjadi batuk dan mengalami sesak nafas.

 

Akibat batuk dan sesak, Emalia memutuskan untuk melakukan cek darah dan memeriksa kondisi kesehatannya ke RSUP Sanglah

 

“Dokter bilang saya terkena pneumonia dan saya diminta untuk mengisolasi diri selama 5 hari di rumah,” terang Emalia.

 

Selama isolasi lima hari di rumahnya, Emalia mengaku jika kondisinya justru tak membaik dan bertambah parah.

 

Kemudian, ia pun memilih kembali ke RSUP Sanglah. Setelah dilakukan pengecekan dan pengambilan spesimen Swab, ia dinyatakan positif Corona.

 

Beruntungnya meski dinyatakan positif, sejak kepulangannya dari luar negeri, ia mengaku tak pernah bertemu siapapun selain suaminya sendiri. 

 

Emalia juga disiplin dalam mengisolasi diri, sehingga suaminya tetap sehat-sehat saja. 

Baca Juga:  Pemilu 2019, Cok Rat Warning Pemilih Ber-KTP Palsu Masuk Bali

 

“Setelah dinyatakan positif, saya diopname dan di rawat di raung Nusa indah,” tuturnya.

 

Hari demi hari ia dirawat. Akhirnya ia pun dinyatakan sembuh. Meski begitu, sejak di vonis positif Covid 19, ia sempat mengaku sangat resah.

 

“Awal yang saya rasakan menyedihkan dan menakutkan karena mereka yang positif itu berakhir pada kematian dan paradigma di masyarakat juga begitu. Saya takut sebagai penular,” ujarnya.

 

Apapun itu, perawatan yang baik membuat kondisinya semakin membaik. Kini ia pun terlepas dari bayang-bayang menyedihkan dan menakutkan itu.

 

Emalia pun berbagi saran, jika merasa memiliki gejala-gejala seperti dirasakannya, agar masyarakat memeriksa diri ke rumah sakit. 

 

“Segera periksakan diri anda. Jangan takut, kita bisa melewati semua itu,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/