alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Hanura Cueki Kader Eksodus, Sebut Tak Pengaruhi Partai

RadarBali.com  – Eksodus kader Hanura Kabupaten Klungkung ke Partai Nasdem ternyata dicueki DPD Hanura Bali.

Ketua DPD Hanura Bali, Made Sudarta menyebut kelompok rang yang menyeberang ke Nasdem bukan pengurus Hanura. 

“Mereka pengurus lama yang sudah tidak punya kebersamaan untuk memajukan partai. Mungkin kepentingan mereka di partai sudah tidak terpenuhi, sehingga mereka pindah mencari hal baru,” sindir Sudarta saat dikonfirmasi kemarin (26/7). 

Politisi asal Mengwi itu tidak mau ambil pusing dengan melarang anggota yang loncat pagar. Menurut Sudarta, pindah partai itu hal yg biasa dan wajar.

Partai adalah organisasi kumpulan orang-orang yang punya persepsi kesepakatan serta loyalitas yang sama untuk majukan partai. 

Sudarta juga membantah anggota yang mundur sebanyak 110 orang. Laporan yang dia dapat dari pengurus DPC Klungkung sekitar 40 orang, bukan 110 orang.  

Baca Juga:  Dana Kampanye, Anggota DPRD Penyokong Koster – Ace Urunan Rp 75 Juta

“Kader partai lain juga banyak yang masuk ke Hanura. Sekarang Hanura menunjukkan tren positid di Bali. Semoga bisa berlangsung seterusnya hingga 2019,” tukas anggota DPRD Badung itu. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Gede Pasek Suardika menuding aksi mundur serentak hanya permainan opini saja.

Katanya, sesuai dengan AD/ART Hanura yang baru, sebenarnya di Hanura sudah tidak ada lembaga PASTI,  yang ada saat ini adalah Brigade Hanura.

“Tampaknya teman-teman yang melakukan aksi mundur itu tidak update perkembangan Hanura, setelah kepemimpinan yang baru,” sentil Pasek.

Namun demikian, anggota DPD RI itu menyatakan tidak mempermasalahkan aksi mundur massal. Politik adalah pilihan, sehingga wajar ketika lokomotifnya tidak masuk kepengurusan maka gerbongnya pindah. 

Baca Juga:  Usul Nama Tol Bali Mandara Diubah, Begini Respons Dewan Bali…

Pihaknya juga belum mengecek apakah mereka memiliki KTA atau tidak. Jika memiliki KTA maka harus dikembalikan.

Ditanya apakah akan ada sanksi? Pasek mengatakan, tidak perlu sanksi karena mereka yang katanya mundur itu tidak jadi pengurus apa-apa.

Pasek mendoakan bisa sukses di tempatnya yang baru.  “Ibarat masuk klub bola, semoga di klub yang baru akan semakin bersinar. Sebab di klub lama kebetulan sudah banyak pemain inti yang bermain sehingga sudah penuh sesak,” tandas anggota DPD RI itu.



RadarBali.com  – Eksodus kader Hanura Kabupaten Klungkung ke Partai Nasdem ternyata dicueki DPD Hanura Bali.

Ketua DPD Hanura Bali, Made Sudarta menyebut kelompok rang yang menyeberang ke Nasdem bukan pengurus Hanura. 

“Mereka pengurus lama yang sudah tidak punya kebersamaan untuk memajukan partai. Mungkin kepentingan mereka di partai sudah tidak terpenuhi, sehingga mereka pindah mencari hal baru,” sindir Sudarta saat dikonfirmasi kemarin (26/7). 

Politisi asal Mengwi itu tidak mau ambil pusing dengan melarang anggota yang loncat pagar. Menurut Sudarta, pindah partai itu hal yg biasa dan wajar.

Partai adalah organisasi kumpulan orang-orang yang punya persepsi kesepakatan serta loyalitas yang sama untuk majukan partai. 

Sudarta juga membantah anggota yang mundur sebanyak 110 orang. Laporan yang dia dapat dari pengurus DPC Klungkung sekitar 40 orang, bukan 110 orang.  

Baca Juga:  Tommy Soeharto: Selama 21 Tahun Sektor Pertanian Jalan di Tempat

“Kader partai lain juga banyak yang masuk ke Hanura. Sekarang Hanura menunjukkan tren positid di Bali. Semoga bisa berlangsung seterusnya hingga 2019,” tukas anggota DPRD Badung itu. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Gede Pasek Suardika menuding aksi mundur serentak hanya permainan opini saja.

Katanya, sesuai dengan AD/ART Hanura yang baru, sebenarnya di Hanura sudah tidak ada lembaga PASTI,  yang ada saat ini adalah Brigade Hanura.

“Tampaknya teman-teman yang melakukan aksi mundur itu tidak update perkembangan Hanura, setelah kepemimpinan yang baru,” sentil Pasek.

Namun demikian, anggota DPD RI itu menyatakan tidak mempermasalahkan aksi mundur massal. Politik adalah pilihan, sehingga wajar ketika lokomotifnya tidak masuk kepengurusan maka gerbongnya pindah. 

Baca Juga:  Diaplikasikan di Kolam Ikan, Jadi Inspirasi Pengelolaan Sampah Organik

Pihaknya juga belum mengecek apakah mereka memiliki KTA atau tidak. Jika memiliki KTA maka harus dikembalikan.

Ditanya apakah akan ada sanksi? Pasek mengatakan, tidak perlu sanksi karena mereka yang katanya mundur itu tidak jadi pengurus apa-apa.

Pasek mendoakan bisa sukses di tempatnya yang baru.  “Ibarat masuk klub bola, semoga di klub yang baru akan semakin bersinar. Sebab di klub lama kebetulan sudah banyak pemain inti yang bermain sehingga sudah penuh sesak,” tandas anggota DPD RI itu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/