alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Woow…Eks Gubernur Pastika Setor Dana Kampanye Rp 100 Juta, Yang Lain..

DENPASAR – Selain laporan awal dana kampanye (LADK) parpol, KPU Bali juga sudah menerima LADK calon senator Pulau Dewata.

Dari 22 calon DPD RI, yang tampak paling serius adalah mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Calon DPD RI nomor urut 38 itu melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp 100 juta rupiah.

Disusul Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Rp 56.000.000, Haji Bambang Santoso Rp 30.000.000, I Nyoman Sukrayasa Rp 30.000.000, dan I Gusti Ngurah Harta Rp 12.000.000.

LADK terendah dilaporkan oleh calon DPD RI bernama Ngurah Sugiarta dengan nominal Rp 250.000 (selengkapnya lihat grafis, red).

Tentang laporan dana kampanye Made Mangku Pastika yang mengungguli calon-calon lainnya, sang liaison officer alias LO, Ketut Ngastawa mengatakan hal itu menunjukkan keseriusan Gubernur Bali dua periode tersebut.

“Ya jelas serius dong. Ketika sudah melangkah, itu pasi tidak boleh mundur. Harus terus ke depan. Jangan dilihat dari nilai itu (LADK Mangku Pastika, red).

Itu kan relatif. Bisa saja orang menyebut Rp 1 juta atau Rp 5 juta, tapi praktiknya lain. Masuk akal tidak?” ucap Ngastawa.

Baca Juga:  Hadiri HUT ke-76 Bhayangkara, DPP LDII Sepakat Arahan Presiden Jokowi

Ditambahkannya, Mangku Pastika benar-benar serius mencalonkan diri sebagai senator Republik Indonesia dari Bali.

Disinggung soal LADK “lawan tanding” Mangku Pastika yang relatif kecil, Ngastawa menjawab hati-hati. Kepada wartawan dirinya menyebut tidak mau menilai calon-calon lain.

”Jika ternyata itu dilakukan, bergantung yang bersangkutan. Bagi kami mewakili Pak Mangku Pastika, pencalonan DPD merupakan bagian dari hak konstitusional

warga negara terhadap hak-hak politiknya,” tegasnya sembari menyebut Mangku Pastika tidak berspekulasi atau coba-coba membidik kursi DPD RI.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner Bawaslu Bali I Wayan Widiyardana Putra mengatakan dalam hal LADK pihaknya menilai seluruh parpol dan caleg sudah taat melakukan pelaporan.

Terkait besaran atau nominal LADK dirinya menyebut hal tersebut merupakan hak masing-masing parpol.

Meski demikian pelaporan dana keluar masuk di rekening yang dibuat khusus menyongsong Pemilu 2019 tersebut akan dipelototi Bawaslu Bali.

“Penyumbang dana yang tidak jelas tentu jadi perhatian Bawaslu,” tegasnya. 

Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Calon DPD RI

Baca Juga:  Raka Sandi Resmi Anggota Bawaslu, Ini Tantangan yang Harus Dijawab...

Made Mangku Pastika (38)                                          Rp 100.000.000

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (42)               Rp 56.000.000

Haji Bambang Santoso (24)                                          Rp 30.000.000

I Nyoman Sukrayasa (36)                                              Rp 30.000.000

I Gusti Ngurah Harta (31)                                              Rp 12.000.000

Gede Ngurah Ambara Putra (28)                               Rp 10.000.000

Ni Made Ayu Sriwathi (40)                                           Rp 10.000.000

I Gusti Made Ngurah (30)                                             Rp 10.000.000

I Wayan Adnyana (37)                                                    Rp 5.000.000

Ida Bagus Ketut Purbanegara (29)                            Rp 2.900.000

Dewa Made Suamba Negara (26)                             Rp 2.000.000

Anak Agung Gede Agung (22)                                    Rp 1.000.000

AA Ngurah Oka Ratmadi (21)                                      Rp 1.000.000

Ni Made Suastini (41)                                                     Rp 1.000.000

Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati (25)                         Rp 1.000.000

Bagus Made Wirajaya                                                    Rp    600.000

I Nengah Manumudhita                                                Rp    500.000

I Nengah Wiratha                                                             Rp    500.000

I Ketut Suwardiana                                                          Rp    500.000

Gde Lanang Darma Wiweka                                        Rp    500.000

I Ketut Putra Ismaya Jaya                                             Rp    500.000

Ngurah Sugiarta                                                                Rp    250.000

 

 

 

 

 



DENPASAR – Selain laporan awal dana kampanye (LADK) parpol, KPU Bali juga sudah menerima LADK calon senator Pulau Dewata.

Dari 22 calon DPD RI, yang tampak paling serius adalah mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Calon DPD RI nomor urut 38 itu melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp 100 juta rupiah.

Disusul Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Rp 56.000.000, Haji Bambang Santoso Rp 30.000.000, I Nyoman Sukrayasa Rp 30.000.000, dan I Gusti Ngurah Harta Rp 12.000.000.

LADK terendah dilaporkan oleh calon DPD RI bernama Ngurah Sugiarta dengan nominal Rp 250.000 (selengkapnya lihat grafis, red).

Tentang laporan dana kampanye Made Mangku Pastika yang mengungguli calon-calon lainnya, sang liaison officer alias LO, Ketut Ngastawa mengatakan hal itu menunjukkan keseriusan Gubernur Bali dua periode tersebut.

“Ya jelas serius dong. Ketika sudah melangkah, itu pasi tidak boleh mundur. Harus terus ke depan. Jangan dilihat dari nilai itu (LADK Mangku Pastika, red).

Itu kan relatif. Bisa saja orang menyebut Rp 1 juta atau Rp 5 juta, tapi praktiknya lain. Masuk akal tidak?” ucap Ngastawa.

Baca Juga:  Anggaran Pilgub Disunat, KPU Terganggu, Bawaslu Kecewa

Ditambahkannya, Mangku Pastika benar-benar serius mencalonkan diri sebagai senator Republik Indonesia dari Bali.

Disinggung soal LADK “lawan tanding” Mangku Pastika yang relatif kecil, Ngastawa menjawab hati-hati. Kepada wartawan dirinya menyebut tidak mau menilai calon-calon lain.

”Jika ternyata itu dilakukan, bergantung yang bersangkutan. Bagi kami mewakili Pak Mangku Pastika, pencalonan DPD merupakan bagian dari hak konstitusional

warga negara terhadap hak-hak politiknya,” tegasnya sembari menyebut Mangku Pastika tidak berspekulasi atau coba-coba membidik kursi DPD RI.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner Bawaslu Bali I Wayan Widiyardana Putra mengatakan dalam hal LADK pihaknya menilai seluruh parpol dan caleg sudah taat melakukan pelaporan.

Terkait besaran atau nominal LADK dirinya menyebut hal tersebut merupakan hak masing-masing parpol.

Meski demikian pelaporan dana keluar masuk di rekening yang dibuat khusus menyongsong Pemilu 2019 tersebut akan dipelototi Bawaslu Bali.

“Penyumbang dana yang tidak jelas tentu jadi perhatian Bawaslu,” tegasnya. 

Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Calon DPD RI

Baca Juga:  Sumbangan Kampanye, Paket Kembang Rp 417 Juta, Tamba–Ipat Rp 137 Juta

Made Mangku Pastika (38)                                          Rp 100.000.000

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (42)               Rp 56.000.000

Haji Bambang Santoso (24)                                          Rp 30.000.000

I Nyoman Sukrayasa (36)                                              Rp 30.000.000

I Gusti Ngurah Harta (31)                                              Rp 12.000.000

Gede Ngurah Ambara Putra (28)                               Rp 10.000.000

Ni Made Ayu Sriwathi (40)                                           Rp 10.000.000

I Gusti Made Ngurah (30)                                             Rp 10.000.000

I Wayan Adnyana (37)                                                    Rp 5.000.000

Ida Bagus Ketut Purbanegara (29)                            Rp 2.900.000

Dewa Made Suamba Negara (26)                             Rp 2.000.000

Anak Agung Gede Agung (22)                                    Rp 1.000.000

AA Ngurah Oka Ratmadi (21)                                      Rp 1.000.000

Ni Made Suastini (41)                                                     Rp 1.000.000

Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati (25)                         Rp 1.000.000

Bagus Made Wirajaya                                                    Rp    600.000

I Nengah Manumudhita                                                Rp    500.000

I Nengah Wiratha                                                             Rp    500.000

I Ketut Suwardiana                                                          Rp    500.000

Gde Lanang Darma Wiweka                                        Rp    500.000

I Ketut Putra Ismaya Jaya                                             Rp    500.000

Ngurah Sugiarta                                                                Rp    250.000

 

 

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/