alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Dukungan Puri Mengalir ke Paket Koster – Cok Ace, Pak Oles: Biasa Saja

DENPASAR – Kehadiran penglingsir Puri Ageng Mengwi, AA Gde Agung dan penglingsir Puri Pemecutan, Cokorda Pemecutan dalam acara

deklarasi paket Wayan Koster – Cok Ace (Koster – Ace) di Mengwi dua hari lalu, ditanggapi dingin kubu IB Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerat (Mantra – Kerta).

Ketua tim pemenangan paket Mantra – Kerta, Gede Ngurah Wididana menyebut dukungan puri terhadap pasangan calon adalah hal lumrah yang tidak perlu dikhawatirkan.

“Kami tidak khawatir dukungan beliau berdua (Gde Agung dan Cok Pemecutan). Bagi kami, dalam politik puri ada yang ke kanan atau ke kiri itu biasa,” ujar pria yang akrab disapa Pak Oles itu.

Baca Juga:  Cok Rat: Dukung Mantra-Kerta Demi Selamatkan Demokrasi

Ditegaskan, puri sebagai simbol kekuatan tradisional juga tidak sepenuhnya bulat. Di Bali banyak puri yang di dalamnya terpecah dalam menentukan sikap politik.

Begitu juga pengaruh puri dalam politik tidak lagi kuat ke tengah masyarakat. “Kami juga dapat dukungan dari Cok Rat dari Puri Satria. Kalau dilihat, puri se-Bali ini di dalamnya banyak beda pilihan. Jadi, kami biasa saja,” tukasnya.

Saat ini, kata Pak Oles, masyarakat sudah melihat langsung siapa yang akan dipilih. Tidak lagi melihat simbol-simbol tertentu.

“Kami sangat yakin, figur yang kami jual itu laku di masyarakat. Sekarang ini yang utama dilihat figurnya,” imbuhnya.

Ditambahkan, pihaknya juga tetap yakin target kemenangan 60 persen bisa tercapai. Ini karena cara merangkul masyarakat yang digunakan langsung door to door.

Baca Juga:  Hepatitis yang Menyatukan

Dia sengaja memilih datang langsung ke masyarakat karena lebih hemat tenaga namun efektif. “Kami tidak mau show of force

seperti paket sebelah. Kami gunakan marketing door to door yang lebih efektif,” imbuh pendiri salah satu merek obat tradisional itu.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim kemenangan tingkat kabupaten/kota. Pada 10 Februari mendatang, tim pemenangan tingkat kecamatan akan terbentuk.

“Kalau melihat produk yang dijual, orang yang menjual produk, kami yakin menang. Lihat saja nanti 27 Juni,” ucapn mantan Ketua DPD Hanura Bali yang kini bergabung dengan Partai Demokrat itu.



DENPASAR – Kehadiran penglingsir Puri Ageng Mengwi, AA Gde Agung dan penglingsir Puri Pemecutan, Cokorda Pemecutan dalam acara

deklarasi paket Wayan Koster – Cok Ace (Koster – Ace) di Mengwi dua hari lalu, ditanggapi dingin kubu IB Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerat (Mantra – Kerta).

Ketua tim pemenangan paket Mantra – Kerta, Gede Ngurah Wididana menyebut dukungan puri terhadap pasangan calon adalah hal lumrah yang tidak perlu dikhawatirkan.

“Kami tidak khawatir dukungan beliau berdua (Gde Agung dan Cok Pemecutan). Bagi kami, dalam politik puri ada yang ke kanan atau ke kiri itu biasa,” ujar pria yang akrab disapa Pak Oles itu.

Baca Juga:  Sstt..Setnov Lengser, Peluang Sudikerta Maju di Pilgub Bisa Dievaluasi

Ditegaskan, puri sebagai simbol kekuatan tradisional juga tidak sepenuhnya bulat. Di Bali banyak puri yang di dalamnya terpecah dalam menentukan sikap politik.

Begitu juga pengaruh puri dalam politik tidak lagi kuat ke tengah masyarakat. “Kami juga dapat dukungan dari Cok Rat dari Puri Satria. Kalau dilihat, puri se-Bali ini di dalamnya banyak beda pilihan. Jadi, kami biasa saja,” tukasnya.

Saat ini, kata Pak Oles, masyarakat sudah melihat langsung siapa yang akan dipilih. Tidak lagi melihat simbol-simbol tertentu.

“Kami sangat yakin, figur yang kami jual itu laku di masyarakat. Sekarang ini yang utama dilihat figurnya,” imbuhnya.

Ditambahkan, pihaknya juga tetap yakin target kemenangan 60 persen bisa tercapai. Ini karena cara merangkul masyarakat yang digunakan langsung door to door.

Baca Juga:  Jadi Penasehat Mantra – Kerta, Bukti Winasa Punya Pengaruh Besar

Dia sengaja memilih datang langsung ke masyarakat karena lebih hemat tenaga namun efektif. “Kami tidak mau show of force

seperti paket sebelah. Kami gunakan marketing door to door yang lebih efektif,” imbuh pendiri salah satu merek obat tradisional itu.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim kemenangan tingkat kabupaten/kota. Pada 10 Februari mendatang, tim pemenangan tingkat kecamatan akan terbentuk.

“Kalau melihat produk yang dijual, orang yang menjual produk, kami yakin menang. Lihat saja nanti 27 Juni,” ucapn mantan Ketua DPD Hanura Bali yang kini bergabung dengan Partai Demokrat itu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/