alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Hadapi Risiko Terpapar Covid-19, Evakuasi Jenazah Pakai APD Lengkap

Di tengah pandemi Covid-19, tidak semua orang bisa bekerja di rumah  atau work from home (WFH). Salah satunya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Badung.

Setiap saat mereka harus siap bekerja di lapangan. Bahkan di tengah pandemi ini, mereka mendapat risiko yang lebih besar. Karena itu dalam bekerja mereka kerap menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

 

 

MADE DWIJA PUTRA, Mangupura

PETUGAS BPBD Badung tak mengenal lelah dalam menjalankan tugasnya. Begitu ada bencana dan lainnya, mereka langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan maupun evakuasi.

Kendati di tengah pandemi covid-19 ini, mereka juga harus bertugas ke lapangan dan bahkan bekerja ekstra. Berbeda dengan pegawai lainnya yang bisa bekerja dari rumah.

Baca Juga:  Nyaleg DPD RI, Ngurah Harta: Tak Ada Lawan Berat, Semua Sahabat

Kepala BPBD Bagus Nyoman Wiranata mengakui di tengah pandemi covid-19 ini tentu petugasnya di BPBD Badung bekerja ekstra dan menyita pikiran dan tenaga.

“Yang jelas kami tambah sibuk  karena menyita banyak pikiran dan tenaga,” terang Nyoman Wiranata. Tantangan yang dihadapi cukup besar.

Bahkan ketika mereka bertugas di tempat tertentu harus mengenakan alat pelindung diri (APD). “Kami menghadapi resiko yang lebih besar, terutama mengevakuasi jenazah dalam kondisi Covid-19 ini,” bebernya.

Bahkan sudah beberapa kali petugas BPBD Badung mengevakuasi jenazah  menggunakan protokol penanganan  jenazah Covid-19, kendati  penyebab kematian belum tentu positif Covid-19.

“Ya,  ada sembilan kali atau lebih evakuasi jenazah. Walau pun dari hasil pemeriksaan yang keluar tidak ada jenazah tersebut positif  tetapi kami petugas kami menggunakan APD lengkap dalam evakuasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Corona Makan Korban Meninggal, Siswa di Denpasar Belajar di Rumah

Kendati begitu, mereka juga tetap menjalankan tugas dengan dasar serta ketulusan hati. Sebab tugas ini bagi mereka adalah amanah maka ketakutan yang membebani menjadi sirna dan semua dapat terlewati.

“Tentunya kami merasa senang, apabila tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan. Kami berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu,” jelasnya.

Selain itu juga, masyarakat harus mendukung penuh dan bekerjasama dengan pemerintah. Mematuhi dengan benar protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah.

“Karena dengan kedisiplinan yang tinggi akan dapat menghentikan penyebaran Covid-19 dan mengurangi lonjakan kasus positif, ” pungkasnya. (*).

 



Di tengah pandemi Covid-19, tidak semua orang bisa bekerja di rumah  atau work from home (WFH). Salah satunya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Badung.

Setiap saat mereka harus siap bekerja di lapangan. Bahkan di tengah pandemi ini, mereka mendapat risiko yang lebih besar. Karena itu dalam bekerja mereka kerap menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

 

 

MADE DWIJA PUTRA, Mangupura

PETUGAS BPBD Badung tak mengenal lelah dalam menjalankan tugasnya. Begitu ada bencana dan lainnya, mereka langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan maupun evakuasi.

Kendati di tengah pandemi covid-19 ini, mereka juga harus bertugas ke lapangan dan bahkan bekerja ekstra. Berbeda dengan pegawai lainnya yang bisa bekerja dari rumah.

Baca Juga:  Abaikan PKM, Netizen Bali Protes Malam Takbir Pemuda Kampung Jawa

Kepala BPBD Bagus Nyoman Wiranata mengakui di tengah pandemi covid-19 ini tentu petugasnya di BPBD Badung bekerja ekstra dan menyita pikiran dan tenaga.

“Yang jelas kami tambah sibuk  karena menyita banyak pikiran dan tenaga,” terang Nyoman Wiranata. Tantangan yang dihadapi cukup besar.

Bahkan ketika mereka bertugas di tempat tertentu harus mengenakan alat pelindung diri (APD). “Kami menghadapi resiko yang lebih besar, terutama mengevakuasi jenazah dalam kondisi Covid-19 ini,” bebernya.

Bahkan sudah beberapa kali petugas BPBD Badung mengevakuasi jenazah  menggunakan protokol penanganan  jenazah Covid-19, kendati  penyebab kematian belum tentu positif Covid-19.

“Ya,  ada sembilan kali atau lebih evakuasi jenazah. Walau pun dari hasil pemeriksaan yang keluar tidak ada jenazah tersebut positif  tetapi kami petugas kami menggunakan APD lengkap dalam evakuasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sah Jadi Ketua KPU Bali, Ini Tugas Pertama yang Dijalankan Lidartawan

Kendati begitu, mereka juga tetap menjalankan tugas dengan dasar serta ketulusan hati. Sebab tugas ini bagi mereka adalah amanah maka ketakutan yang membebani menjadi sirna dan semua dapat terlewati.

“Tentunya kami merasa senang, apabila tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan. Kami berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu,” jelasnya.

Selain itu juga, masyarakat harus mendukung penuh dan bekerjasama dengan pemerintah. Mematuhi dengan benar protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah.

“Karena dengan kedisiplinan yang tinggi akan dapat menghentikan penyebaran Covid-19 dan mengurangi lonjakan kasus positif, ” pungkasnya. (*).

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/