alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Hanura Sokong Koster – Cok Ace, GPS: Belum Ada Bisikan Hati Nurani

DENPASAR – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Bali telah jauh-jauh hari berlabuh ke pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace).

Meski demikian, “Jenderal Hanura” asal Bali,  Gede Pasek Suardika (GPS) ternyata belum mendapatkan bisikan hati nurani untuk memutuskan akan membawa suaranya ke mana.

Penegasan itu disampaikan sang mantan wartawan itu kepada Jawa Pos Radar Bali beberapa hari lalu dengan nada sedikit “misterius”.

Yang pasti, terang GPS dirinya tidak akan golput alias menyia-nyiakan hak suaranya. “Belum. Kan pilih pakai hati nurani. Belum ada bisikan dari hati nurani,” ucapnya.

GPS yang kini dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura berdalih waktu dan konsentrasinya sedang dia gunakan untuk mengawasi jalannya perhelatan Pilkada Serentak Bali 2018, khususnya Pilgub Bali.

Baca Juga:  GPS Bongkar Fakta Baru Kasus Ngaben Sudaji, Terungkap Fakta-Fakta Ini

“Secara teknis sudah baik. Yang ada soal kendala anggaran untuk penyelenggara pemilu yang tidak sesuai NPHD (naskah perjanjian hibah daerah, red).

Dipangkas terlalu banyak secara sepihak oleh Pemprov Bali. Semoga saja tidak ada kendala teknis oleh karenanya,” tandas pria penggemar berat Bali United tersebut.

Ditanyai apakah dianggap “pembangkang” lantaran memilih menonjolkan sikap “abu-abu” GPS menjawab santai.

“Partai sudah jelas ke mana arahnya. Saya sebagai anggota DPD RI karena terikat sumpah jabatan dan bertugas melakukan pengawasan Pilkada, maka harus bisa tetap senetral mungkin.

Saya duduk di DPD RI berkat kepercayaan masyarakat Bali dan sekarang diberi tugas di komite I untuk awasi Pilkada. Tugas negara lebih diutamakan. Di situ letak pemahamannya,” paparnya.

Baca Juga:  Hasil Jadi Sopir Taksi di Papua, Ruwet saat Mobil Digelapkan di Bali

GPS menambahkan, seseorang harus bisa menempatkan diri, mana yang lebih utama. “Tugas negara lebih utama. Urusan coblosan kan urusan LUBER di TPS. Itu amanat UU yang harus dihormati,” ungkapnya. 

Sebagaimana diketahui Partai Hanura resmi mengusung Koster-Ace bersama PDI Perjuangan, PKPI, dan PAN pada Pilgub Bali 2018.

Rekomendasi tersebut diserahkan pada 5 Januari 2018 lalu. Rekomendasi diserahkan Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Hanura, Hari Untung Siregar, mewakili Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) di Kantor DPP Hanura.

Penyerahan rekomendasi kepada KBS-Ace disaksikan Korwil Bali-NTT-NTB DPP Hanura, Kadek Arimbawa alias Lolak. 



DENPASAR – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Bali telah jauh-jauh hari berlabuh ke pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace).

Meski demikian, “Jenderal Hanura” asal Bali,  Gede Pasek Suardika (GPS) ternyata belum mendapatkan bisikan hati nurani untuk memutuskan akan membawa suaranya ke mana.

Penegasan itu disampaikan sang mantan wartawan itu kepada Jawa Pos Radar Bali beberapa hari lalu dengan nada sedikit “misterius”.

Yang pasti, terang GPS dirinya tidak akan golput alias menyia-nyiakan hak suaranya. “Belum. Kan pilih pakai hati nurani. Belum ada bisikan dari hati nurani,” ucapnya.

GPS yang kini dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura berdalih waktu dan konsentrasinya sedang dia gunakan untuk mengawasi jalannya perhelatan Pilkada Serentak Bali 2018, khususnya Pilgub Bali.

Baca Juga:  Jadi Sekjen DPP Hanura, GPS: Target Kami Pemilu 2024 Hanura Berjaya

“Secara teknis sudah baik. Yang ada soal kendala anggaran untuk penyelenggara pemilu yang tidak sesuai NPHD (naskah perjanjian hibah daerah, red).

Dipangkas terlalu banyak secara sepihak oleh Pemprov Bali. Semoga saja tidak ada kendala teknis oleh karenanya,” tandas pria penggemar berat Bali United tersebut.

Ditanyai apakah dianggap “pembangkang” lantaran memilih menonjolkan sikap “abu-abu” GPS menjawab santai.

“Partai sudah jelas ke mana arahnya. Saya sebagai anggota DPD RI karena terikat sumpah jabatan dan bertugas melakukan pengawasan Pilkada, maka harus bisa tetap senetral mungkin.

Saya duduk di DPD RI berkat kepercayaan masyarakat Bali dan sekarang diberi tugas di komite I untuk awasi Pilkada. Tugas negara lebih diutamakan. Di situ letak pemahamannya,” paparnya.

Baca Juga:  “Kami Mungkin Beda Karakteristik, tapi Tetap Satu Indonesia”

GPS menambahkan, seseorang harus bisa menempatkan diri, mana yang lebih utama. “Tugas negara lebih utama. Urusan coblosan kan urusan LUBER di TPS. Itu amanat UU yang harus dihormati,” ungkapnya. 

Sebagaimana diketahui Partai Hanura resmi mengusung Koster-Ace bersama PDI Perjuangan, PKPI, dan PAN pada Pilgub Bali 2018.

Rekomendasi tersebut diserahkan pada 5 Januari 2018 lalu. Rekomendasi diserahkan Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Hanura, Hari Untung Siregar, mewakili Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) di Kantor DPP Hanura.

Penyerahan rekomendasi kepada KBS-Ace disaksikan Korwil Bali-NTT-NTB DPP Hanura, Kadek Arimbawa alias Lolak. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/