alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

WARNING! KRB Siapkan Sanksi Bagi Anggota Dewan yang Kalah di TPS

DENPASAR – Warning keras diberikan Ketua KRB AA Bagus Adhi Mahendra Putra saat jumpa pers di Hotel Bali Beach kemarin.

Pria yang akrab disapa Gus Adhi itu mengusulkan kepada semua parpol anggota KRB, bagi anggota dewan yang kalah tidak akan dicalonkan kembali sebagai caleg dalam Pileg 2019.

“Anggota legislatif yang kalah di TPS-nya tidak akan dicalonkan lagi. Mereka wajib memenangkan Mantra – Kerta dalam Pilgub Bali 2018,” tegas Gus Adhi.

Karena itu, Gus Adhi meminta seluruh kader untuk menyosialisasikan dan memperjuangkan Mantra – Kerta.

Seluruh kader harus mengapresiasi jiwa kenegarawan Ketut Sudikerta yang mau mengalah dan tidak ambisius harus menjadi nomor satu.

Baca Juga:  Pemilih Golput Naik 831.563, KPU Klaim Termasuk Tinggi di Indonesia

“Sikap Pak Sudikerta mau mengalah menjadi nomor dua alias cawagub adalah suatu sikap kenegarawan yang harus dijunjung tinggi,” bebernya.

Gus Adhi menegaskan, dekalrasi kemarin adalah deklarasi parpol. Setelah itu baru akan dideklarasikan paslon pada 8 Januari.

“KRB ini kawin dulu baru lahir anak. Kami menyerap aspirasi calon. Kami menyepakati koalisi berdasar hasil survei sebagai satu-satunya  jalan menentukan paslon,” tukas anggota DPR RI itu.

Terkait sikap Sudikerta yang masih mengaku sebagai cagub saat dikonfirmasi beberapa kali, Gus Adhi menyebut bahwa Sudikerta

sebelumnya masih memegang rekomendasi sebagai cagub yang diteken mantan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto.

“Sekarang beliau menunggu keputusan partai untuk tampil sebagai cawagub,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tidak Kalah Dengan Tiongkok


DENPASAR – Warning keras diberikan Ketua KRB AA Bagus Adhi Mahendra Putra saat jumpa pers di Hotel Bali Beach kemarin.

Pria yang akrab disapa Gus Adhi itu mengusulkan kepada semua parpol anggota KRB, bagi anggota dewan yang kalah tidak akan dicalonkan kembali sebagai caleg dalam Pileg 2019.

“Anggota legislatif yang kalah di TPS-nya tidak akan dicalonkan lagi. Mereka wajib memenangkan Mantra – Kerta dalam Pilgub Bali 2018,” tegas Gus Adhi.

Karena itu, Gus Adhi meminta seluruh kader untuk menyosialisasikan dan memperjuangkan Mantra – Kerta.

Seluruh kader harus mengapresiasi jiwa kenegarawan Ketut Sudikerta yang mau mengalah dan tidak ambisius harus menjadi nomor satu.

Baca Juga:  Dekati Tokoh Puri, Tommy Janji Percepat Proyek Bandara Buleleng

“Sikap Pak Sudikerta mau mengalah menjadi nomor dua alias cawagub adalah suatu sikap kenegarawan yang harus dijunjung tinggi,” bebernya.

Gus Adhi menegaskan, dekalrasi kemarin adalah deklarasi parpol. Setelah itu baru akan dideklarasikan paslon pada 8 Januari.

“KRB ini kawin dulu baru lahir anak. Kami menyerap aspirasi calon. Kami menyepakati koalisi berdasar hasil survei sebagai satu-satunya  jalan menentukan paslon,” tukas anggota DPR RI itu.

Terkait sikap Sudikerta yang masih mengaku sebagai cagub saat dikonfirmasi beberapa kali, Gus Adhi menyebut bahwa Sudikerta

sebelumnya masih memegang rekomendasi sebagai cagub yang diteken mantan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto.

“Sekarang beliau menunggu keputusan partai untuk tampil sebagai cawagub,” pungkasnya.

Baca Juga:  Simpatik, Baliho Rival Rusak, Rai Mantra: Tolong Ikut Diperbaiki

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/