radarbali.jawapos.com- Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah atau yang lebih dikenal dengan nama Khalid Basalamah merupakan salah satu dai populer di Indonesia yang dikenal luas melalui dakwahnya, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Beliau lahir pada 1 Mei 1975 di Ujung Pandang (sekarang Makassar), Sulawesi Selatan. Selain dikenal sebagai pendakwah, Khalid Basalamah juga merupakan seorang penulis buku, pengusaha, dan tokoh yang berpengaruh dalam gerakan Salafi di Indonesia.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Khalid adalah putra dari almarhum Ustaz Zeed Abdullah Basalamah (1940–2020), pendiri Masjid dan Pondok Pesantren Addaraen, Makassar. Ibunya wafat ketika ia berusia 4 tahun, dan kemudian diasuh oleh ibu tirinya, dr. A. Kasmawati Tahir Z. Basalamah, seorang tokoh perempuan yang pernah menjadi Anggota DPR-RI periode 2004–2009.
Pendidikan dasar hingga kelas 2 SMP dijalani di pesantren Makassar. Pada kelas 3 SMP, Khalid dikirim pamannya untuk bersekolah di Kairo, Mesir. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengah atas di Madinah, Arab Saudi. Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas Islam Madinah jurusan Dakwah (1994–1998). Setelah meraih gelar sarjana, ia melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Muslim Indonesia (UMI) serta menempuh pendidikan di Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.
Karier Dakwah
Khalid Basalamah mulai aktif berdakwah sejak tahun 1999. Awalnya ia mengisi khutbah Jumat di Makassar, kemudian memperluas kiprahnya dengan membuka kelas hadis secara gratis. Gaya dakwahnya dikenal lugas, mengacu pada kitab-kitab klasik seperti Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan Minhajul Muslim karya Abu Bakar al-Jazairi, namun dikemas dengan pendekatan modern.
Popularitasnya semakin meningkat berkat pemanfaatan media sosial dan kanal YouTube, yang menjadikan dakwahnya dapat diakses oleh masyarakat luas. Pada tahun 2017, dalam Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika ke-3, ia mendapatkan penghargaan sebagai ulama dan dai kehormatan dari Multaqo Adduat dan Ulama Asia Tenggara.
Aktivitas Lain dan Bisnis
Selain berdakwah, Khalid juga aktif di dunia bisnis. Ia mendirikan PT Ajwad, perusahaan yang bergerak di bidang kuliner Timur Tengah, dengan restoran yang tidak beroperasi saat waktu salat dan memberikan program tahfiz Al-Qur’an untuk karyawan. Ia juga menjadi Ketua Umum Yayasan Ats-Tsabat Jakarta Timur, yang mengelola berbagai program sosial, seperti beasiswa, umrah gratis, pembangunan sumur air bersih, hingga bantuan motor untuk dai.
Khalid juga seorang penulis. Salah satu karyanya adalah buku berjudul Palestina yang Terlupakan (2018).
Kontroversi
Popularitas Khalid Basalamah tidak lepas dari kontroversi. Pada 2017, sejumlah pengajian yang ia adakan mendapat penolakan dari organisasi pemuda NU, GP Ansor dan Banser, karena dianggap tidak selaras dengan tradisi Islam Nahdliyyin. Kasus tersebut menimbulkan perdebatan publik tentang corak dakwahnya.
Selain itu, pada 23 Juni 2025, ia pernah dipanggil KPK sebagai saksi ahli terkait penyelidikan dugaan korupsi kuota haji 2024. Pemanggilan ini dilakukan untuk mendalami pemahamannya terkait tata kelola ibadah haji.
Kehidupan Pribadi
Ustaz Khalid menikah dengan seorang mualaf dan dikaruniai empat orang anak. Ia juga mendukung aktivitas istrinya dengan mendirikan salon khusus muslimah.
Biodata Singkat Ustaz Khalid Basalamah
Nama Lengkap: Khalid Zeed Abdullah Basalamah
Tempat, Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 1 Mei 1975
Usia: 50 tahun (2025)
Agama: Islam
Denominasi: Sunni (Salafiyah)
Pendidikan:
SMP di Kairo, Mesir
SMA di Madinah
S-1 Dakwah Universitas Islam Madinah
Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia
Pendidikan tambahan di Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia
Pekerjaan: Ustaz, penulis, pengusaha
Pasangan: 1
Anak: 4
Orang Tua: Zeed Abdullah Basalamah (ayah), A. Kasmawati Tahir Z. Basalamah (ibu tiri)
Organisasi: Ketua Umum Yayasan Ats-Tsabat
Website Resmi: khbofficial.com
Editor : Siti Patimah